Silahkan Mencari !!!

Info!!!

kelanjutan fan fiction & recap drama semua ada di blog q yang baru
fanfic : www.ff-lovers86.blogspot.com
recap : www.korea-recaps86.blogspot.com
terima kasih...

Selasa, 31 Agustus 2010

Seindah Mata Kristalnya (Part 1)

glitter-graphics.com

Title : Seindah Mata Kristalnya
Author : Sweety Qliquers
Genre : Romance
Episodes : 5 Part
Part 1 “Seindah Mata Kristalnya”
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 31 Agustus 2010, 03.01 PM
Cast :
Lee Min Ho
Son Ye Jin
Rain Bi


Seindah Mata Kristalnya
Created By Sweety Qliquers

Part 1
Seindah Mata Kristalnya


Malam bergulir perlahan. Detak jarum jam dinding di kamarku terdengar jelas. Kota Seoul terlelap dalam tidur. Hanya sesekali terdengar raungan kendaraan. Menggerung keras lalu lenyap ditelan kesunyian.

Pukul dua dinihari.

Aku menyeka sebuah luka memar di sekitar kelopak mataku dengan air hangat. Bekas luka pukulan itu, setelah seminggu perlahan-lahan mulai hilang.

Kini aku menatap wajahku sendiri di dalam cermin. Kenapa itu kau lakukan, Lee Min Ho? Kenapa kau mati-matian membela gadis itu? Kenapa kau tidak pernah berkompromi kepada seseorang yang telah membuat mata bening milik gadis itu mempunyai pesona lain dalam hatimu, Lee Min Ho? Ataukah, kau mempunyai perasaan khusus pada gadis itu yang sampai saat ini masih kamu sembunyikan? Yang sampai detik ini tidak pernah kau ungkapkan?!

***


"Hei, Son Ye Jin. Kau tahu tidak kenapa aku sampai saat ini sering memanggilmu, Kristal?" Suatu hari enam bulan lalu menjelang pelajaran matematika aku membisikkan kalimat itu.

Son Ye Jin menatapku.

"Karena aku anak Mama yang ke mana pun pergi selalu diantar dan dijaga?" sahut Son Ye Jin yakin.

Aku menggeleng sembari tersenyum.

"Karena aku merupakan kaum hawa, yang sering diidentikkan oleh kaummu sebagai penghias dunia kan?" Son Ye Jin melirikku. Membuka tas sekolah dan mengeluarkan diktat.

Aku tertawa. Lantas menggeleng.

"Penghias dunia? Memangnya kau aksesoris?" ledekku.

Son Ye Jin mengernyitkan keningnya.

"Karena aku seorang gadis yang hatinya mudah patah berkeping-keping seperti kristal?" pancingnya, bertanya.

Lagi-lagi aku menggeleng.

"Lalu apa, Lee Min Ho?" Son Ye Jin penasaran. Menatapku beberapa saat, menanti jawaban yang akan keluar dari mulutku.

"Karena kau mempunyai mata bagus dan sebening kristal," jawabku kemudian sembari menikmati mata indah milik gadis itu.

Son Ye Jin membelalak. Mencubitku gemas sambil menggigit bibirnya sendiri.

"Aku Jujur, Son Ye Jin. Matamu bagus. Bening bak telaga. Juga teduh. Malah kadang-kadang aku sering berkaca di bola matamu itu," kubiarkan wajah Son Ye Jin tersipu-sipu.

Tinggi semampai, wajah terkesan aristokrat, dan bermata bagus, itu kesan pertama ketika aku mengenal Son Ye Jin. Ia memang favorit di sekolahku. Ramah dan supel. Kesannya yang cuek dan tidak pernah memilih-milih teman, membuat Son Ye Jin tumbuh menjadi gadis favorit di SMA Shinhwa, SMA-ku.

"Kau tahu apa yang ada di dalam hatiku saat ini, Kristal?" Mataku menatap lurus ke depan. Memperhatikan Pak Ahn Jae Wook yang mulai sibuk memeriksa pe-er yang diberikan hari kemarin.

"Apa?" bisik Son Ye Jin lirih.

"Aku tidak ingin seorang pun yang akan melukai mata bagus itu." Aku tersenyum. Melindungi kupingku dari cubitan Son Ye Jin dengan buku diktat.


"Terima kasih, Lee Min Ho. Kau memang sahabatku yang terbaik." Tanpa melirikku, Son Ye Jin meluncurkan kalimat itu.

Keakrabanku dengan Son Ye Jin, sudah terjalin sejak kelas satu SMA. Malah sebagaian teman-teman menyangka kalau Son Ye Jin adalah kekasihku. Tetapi aku tidak pernah berpikir untuk itu. Tekadku waktu itu hanya satu. Aku ingin menjadi sahabat Son Ye Jin yang terbaik. Tanpa menodai rasa persahabatanku itu dengan perasaan cinta yang sering berakhir dengan kebencian. Aku tak ingin hal itu terjadi. Aku hanya ingin melihat mata kristal Son Ye Jin itu terus bersinar cerah. Bibir sensualnya terus berceloteh riang. Itu saja keinginanku. Meskipun aku sempat menangkap sinyal kalau sebenarnya Son Ye Jin sering memberiku lampu hijau untuk mengubah persahabatan itu menjadi hubungan yang lebih khusus. Tetapi ternyata aku ragu. Takut kalau suatu saat aku melukai hati Son Ye Jin. Takut kalau suatu saat aku akan menorehkan sembilu di hati gadis itu dan membuat mata kristal miliknya berubah kelabu. Sampai suatu saat Son Ye Jin mengatakan padaku kalau Rain Bi, anak II.3.B, yang sejak kelas satu mengejarnya dengan sabar, telah menjadi bagian dari hari-hari Son Ye Jin.

Setelah hal itu terjadi, di hati kecilku, tiba-tiba kurasakan ada sesuatu yang hilang. Dan aku yakin sesuatu itu adalah Son Ye Jin.

Bersambung...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar