Silahkan Mencari !!!

Info!!!

kelanjutan fan fiction & recap drama semua ada di blog q yang baru
fanfic : www.ff-lovers86.blogspot.com
recap : www.korea-recaps86.blogspot.com
terima kasih...
Tampilkan postingan dengan label Son Ye Jin. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Son Ye Jin. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 September 2010

Sketsa Ungu Keping Hati (Part 1)

glitter-graphics.com

Title : Sketsa Ungu Keping Hati
Author : Sweety Qliquers
Genre : Romance
Episodes : 8 Part
Part 1 “Jangan Pulang, Son Ye Jin!”
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 6 September 2010, 15.15 AM
Cast :
Son Ye Jin
Lee Min Ho
Go Ah Ra
Rain Bi (Ye Jin’s Brother)
Yoon Eun Hye (Ye Jin’s Sister)
Gong Yoo (Eun Hye’s Boyfriend)
Kang Shin Il (Ye Jin’s Father)
Kim Ja Ok (Ye Jin’s Mother)
Im Ye Jin (Istri Simpanan Kang Shin Il)


Sketsa Ungu Keping Hati
Created By Sweety Qliquers

Part 1
Jangan Pulang, Son Ye Jin!


Ya Tuhan, apa yang harus kulakukan untuk mencegahnya? Go Ah Ra mengeluh putus asa. Diawasinya kesibukan yang tengah berlangsung di hadapannya dengan rupa bingung. Tak tahu dengan kalimat macam apa lagi yang harus ia keluarkan sebagai bujukan.

Kelelahan akibat menyusuri setiap jengkal lantai marmer di swalayan dan seperti hendak merontokkan segenap sendi-sendinya belum pula lagi hilang. Grasa-grusu di dapur di bawah sana pun pasti masih sementara dijalankan secara diam-diam. Itu semua bagaian dari rencana yang mereka rancang penuh semangat empat lima sejak seminggu yang lalu. Sebuah pesta surprise yang diyakini pasti akan berjalan semarak. Tapi kalau yang bersangkutan sendiri tiba-tiba hendak melarikan diri....

"Apa sih yang membuatmu terburu-buru mau pulang seperti dikejar setan begini?" tanyanya kemudian dengan pikiran kacau.

Sekejap Son Ye Jin tertegun mendengarnya. Tangannya yang semula bergerak lincah mengemasi barang-barang terhenti mendadak di udara. Hanya sekejap. Lantas senyumnya terukir sumbang. Tanpa kata dilanjutkannya kegiatannya.

Go Ah Ra mendekatinya.

"Son Ye Jin," katanya. "Kau mendengarku tidak?"

"Dengar."


"Kalau begitu tolong jawab!"

Son Ye Jin berbalik. Mata sayunya menatap lurus.

"Apa yang harus kukatakan, Go Ah Ra? Kau pasti sudah tahu jawabanku. Sama seperti tujuanmu bila kau pulang, begitu pula tujuanku sekarang!"

Go Ah Ra tercenung dengan sebaris kalimat yang belum sempat tercetus. Dipandanginya gadis itu yang berusaha aktif di dalam riak tenang.

Son Ye Jin membasahi bibirnya yang mendadak terasa kering. "Aku kangen pada orang-orang rumah!"

Kalimat terakhir Son Ye Jin melantun dalam getar yang samar. Tak teraba oleh siapa pun. Juga oleh seorang Go Ah Ra.

"Tapi, apa tidak bisa ditunda?" Seakan melihat peluang, gadis itu bertanya dengan cepat. "Pulanglah dalam waktu dua-tiga hari lagi. Jangan sekarang."

"Hei, sejak kapan kau berubah jadi nenek bawel begitu, Go Ah Ra?" Tawa lirih Son Ye Jin menguap. "Aku mau pulang sekarang. Bukan lusa atau kemarin. Tidak merugikan siapa-siapa, bukan?"

Justru sangat merugikan!

Go Ah Ra berteriak gemas dalam hati. Dibayangkannya lembar-lembar rupiah yang melayang deras di kasir “Supermarket KangSan” tadi. Semua itu untuk Son Ye Jin. Untuk pesta ulangtahun yang ingin dirayakan semeriah mungkin.


Oh, apa kata Lee Min Ho kalau kejutan yang ingin dipersembahkannya buat gadis tersayang ini harus gagal total hanya karena ketidakbecusannya mencegah agar Son Ye Jin jangan pulang?!

"Nah, semua siap sekarang!"

Oh, tidak. Jangan!

Son Ye Jin tiba-tiba dilanda kepanikan. Tanpa 'ba-bi-bu' ia berbalik dan bergegas turun menyusuri tangga. Ia nyaris tersuruk jatuh, tapi bayangan kekecewaan Lee Min Ho berikut pelototon mata kawan-kawan yang bakal diterimanya membuatnya seakan punya tenaga ekstra. Secapat yang ia bisa tubuhnya melesat ke dapur.

Bersambung…

Cinta Yang Terpilih (Part 1)

glitter-graphics.com

Title : Cinta Yang Terpilih
Author : Sweety Qliquers
Genre : Romance
Episodes : 8 Part
Part 1 “Rencana Gila Rain Bi”
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 14 Januari 2010, 04.24 PM
Cast :
Son Ye Jin
Lee Min Ho
Rain Bi
Yoon Eun Hye (Rain Bi’s Wife)


Cinta Yang Terpilih
Created By Sweety Qliquers

Part 1
Rencana Gila Rain Bi


Son Ye Jin membuka mata. Temaram bias malam menyambutnya. Dia menghela napas panjang. Berapa lama aku tertidur? Lalu didengarnya dengkur halus di sisinya. Sesosok tubuh masih tertidur pulas. Dadanya yang terbuka tampak bergerak naik-turun, seirama alunan napasnya.

Son Ye Jin menelusuri raut wajah itu. Alis matanya tebal memikat, saling bertaut pada pangkal hidung bertulang tinggi. Dan, mata yang terpejam itu, betapa menyimpan tatapan sempurna! Menabur sejuta pesona, sekaligus jerat yang tak terelakkan! Son Ye Jin terpaku dalam diam. Perlahan, jemarinya membelai dahi pria di sampingnya dengan lembut.

Detik berikutnya, kelopak mata di bawah alis itu terjaga. Son Ye Jin bergerak mencari tombol lampu, tapi sebuah rengkuhan menghentikan gerakan tangannya. Dalam sekejap, Son Ye Jin sudah berada dalam sebuah dekapan yang kokoh.

“Jangan dinyalakan, aku masih ingin memelukmu dalam gelap.” bisik Rain Bi, merangkulnya erat.

“Malam makin larut, sudah waktunya kau untuk pulang,” bisik Son Ye Jin pelan, melonggarkan pelukan.

“Jam berapa sekarang?” suara Rain Bi terdengar malas.

“Hampir tengah malam.”

Pelukan Rain Bi terlepas dalam satu gerakan, lalu terdengar lenguhan dalam nada penuh keluhan. “Selarut itukah?”

“Ya,” jawab Son Ye Jin, sambil menekan tombol lampu. Kali ini Rain Bi tak menahan gerakan tangannya. Dan, cahaya membias terang.


“Mengapa waktu berlalu begitu cepat ketika bersamamu? Membuatku selalu kekurangan waktu, bagai orang yang dahaga.”

“Kalau begitu, pergilah ke kamar mandi. Hilangkan dahagamu dan mandilah yang bersih!”

“Mandi katamu? Tengah malam begini? Oh, terima kasih banyak,” tolak Rain Bi mentah-mentah, sembari meraih kemeja di sandaran kursi.

“Aroma tubuhku melekat di tubuhmu, itu bisa memancing kecurigaan Yoon Eun Hye,” Son Ye Jin memperingatkan.

Gerakan Rain Bi yang tengah mengenakan kemeja terhenti. Ia berpikir sesaat, lalu dilepasnya kemeja itu. “Apakah semua wanita hamil seperti itu?” keluhnya.

“Hidung dan telinganya mendadak berubah sedemikian peka sehingga bagaikan mengetahui semua yang kulakukan….” Lanjutnya.

Naluri wanita. Son Ye Jin berkata dalam hati. Atau naluri janin?

“Mungkin pembawaan bayi dalam kandungannya,” kata Son Ye Jin, tanpa nada.

“Ngidam maksudmu? Bisa jadi! Yoon Eun Hye jadi serba aneh akhir-akhir ini. Apa pun yang diinginkannya harus tersedia saat itu juga. Apa yang dia minta sekarang harus ada tanpa bisa ditunda lagi,” keluh Rain Bi, menumpahkan emosi.

“Kau tahu gaya ngidam-nya yang terbaru?”

Son Ye Jin menggeleng pelan. Sebetulnya hatinya nyeri setiap kali mendengar cerita tentang Yoon Eun Hye. “Dia ingin naik kapal pesiar ke Milton, melihat indahnya pulau Pandewa!”

“Oh, apa susahnya? Bukankah ada banyak kapal wisata ke sana?”

“Tapi sayang, lihat apa yang akan terjadi padaku! Tiga malam empat hari aku harus mendampingi Yoon Eun Hye di kapal! Kau kan tahu, semenjak hamil, dia rewel luar biasa ….”

“Itu kewajibanmu, bukan? Kehamilannya adalah ‘hasil karyamu’. Jadi, kenapa tidak kau coba menikmatinya sebagai bulan madu kedua?”

“Kalau boleh memilih, aku lebih suka berlayar bersamamu,” bisik Rain Bi, sembari merengkuh Son Ye Jin yang segera berkelit dan menepis rengkuhan pria itu.

“Sudahlah, cepat mandi, Rain Bi. Yoon Eun Hye sudah menunggumu di rumah….”

“Tunggu! Ini ide yang bagus! Aku sedang berpikir untuk membawamu serta dalam pelayaran itu,” kata Rain Bi, tertawa.

“Apa?” Son Ye Jin terlonjak.

“Kau ingin menjadikan aku dayang-dayang Yoon Eun Hye? Oh, please, Rain Bi, no way!”

“Dengarkan rencanaku,” kata Rain Bi, tampak berpikir keras. Sejurus kemudian ia berkata lagi, serius.

“Keikutsertaanmu harus dikemas rapi. Kau bisa tampil tanpa berpotensi dicemburui istriku,” Rain Bi menjelaskan penuh semangat.

“Caranya, harus ada seseorang yang mendampingimu, entah sebagai tunangan, pacar, atau apalah! Pokoknya, seseorang yang berperan sebagai pasanganmu!”

“Ide gila! “Jawab Son Ye Jin.

“Sama sekali tidak, Son Ye Jin. Ini justru ide cemerlang. Suatu permainan yang menggairahkan. Bayangkan, kita berlayar bersama, menikmati cahaya bulan purnama di laut lepas, wow!”

“Maaf, aku tidak tertarik. Lagi pula, pasti tidak akan ada temanku yang sudi ikut berperan sebagai pelengkap penderita dalam permainan sandiwara yang kau buat!” Son Ye Jin menolak jengkel.


“Tidak masalah. Aku sudah memiliki tokoh utama untuk kamuflase itu.”

Son Ye Jin tertegun. “Apa maksudmu?”

Rain Bi tersenyum lebar. “Tempo hari, ada seseorang yang kalah bertaruh. Dia berutang padaku dan aku tahu dia sedang tidak memiliki apa pun untuk membayarnya. Jadi, pasti dia mau melakukan apa saja untuk melunasi utangnya. Apalagi mendampingi gadis secantik dirimu, meskipun hanya sandiwara.”

“Rain Bi!”

“Jangan cemas, Son Ye Jin. Kau pasti tidak akan kecewa pada penampilannya. Dia tinggi dan tampan, kok. Kalau tidak demi rencana ini terlaksana, aku juga tidak akan rela melihatmu berdampingan dengannya. Apalagi memikirkan kalian harus tidur sekamar!” Rain Bi menggelengkan kepalanya.

“Cukup, Rain Bi! Hentikan khayalan gilamu itu!” bentak Son Ye Jin, habis kesabaran.

“Kau pikir aku ini apa? Menyuruhku berpasangan dengan pria yang tidak kukenal demi mendampingimu pesiar dengan istrimu?”

“Tapi Son Ye Jin, aku benar-benar ingin berlayar dan bercinta denganmu di bawah cahaya bulan. Kapan lagi kita akan mendapatkan kesempatan seperti ini?” Rain Bi merengek manja, seperti anak kecil.

“Kita bisa melakukannya kapan-kapan, Rain Bi. Hanya kita berdua,” ucap Son Ye Jin, tak tega mendengar keluhan Rain Bi.

“Tidak mungkin, Son Ye Jin. Kau kan tahu, semenjak hamil, Yoon Eun Hye tidak mengizinkanku pergi, ke luar kota sekalipun.”

“Tapi….”

“Sudahlah, kau tidak usah takut. Aktor kita ini bukan seorang pria yang berwatak nakal, apalagi terhadap wanita. Lagi pula, aku akan memberinya persyaratan yang sangat ketat, sehingga kujamin kau aman bersamanya. Dia pasti tidak berani melanggar persyaratanku. Selain itu, bukankah aku berada di kapal yang sama? Aku bisa segera berada di sisimu secepat yang kamu inginkan. I will be there for you Son Ye Jin!”

“Aku…,” Son Ye Jin ragu-ragu.

“Tenang saja. Besok akan kupesan tiket dan kita akan menikmati pelayaran ini seperti bulan madu pengantin baru. Ya?” bujuk Rain Bi, dengan tatapan manjanya.

Son Ye Jin mengerjapkan mata. Tatapan itu, mengapa ia selalu terjebak di dalamnya? Bagai mangsa yang terjaring laba-laba!


Hari Pertama

Seorang petugas kapal membantu Son Ye Jin menemukan kamarnya. Dengan sopan diketuknya pintu sebelum membuka pintu kamar. “Sudah ada yang menunggu Ibu di dalam, silakan….”

Langkah Son Ye Jin terhenti di ambang pintu. Keraguan mendadak menguasainya. Dia menyadari, bahwa ia tidak berlayar sendirian. Son Ye Jin tidak menempati sebuah private room, melainkan kamar umum. Ya, di kapal ini, statusnya adalah menjadi ‘tunangan’ seseorang. Dan, seseorang itu sosok yang asing baginya. Sekadar namanya pun ia tak tahu. Son Ye Jin sendiri merasa heran pada dirinya. Mengapa akhirnya ia mau saja menerima bujukan Rain Bi, menjalankan ide gila di dalam kapal pesiar ini! Maka, ketika sosok itu muncul di depannya, Son Ye Jin tertegun dalam kegamangan yang luar biasa.

Pria itu berdiri di sisi jendela. Tubuhnya tinggi seperti yang digambarkan Rain Bi. Rambutnya tertata rapi. Sebuah ransel masih menggantung di pundaknya. Rupanya, meskipun sudah lama berada di kamar, dia belum juga berbenah. Apakah ia merasakan kegamangan yang sama?

Son Ye Jin menarik napas, menghimpun kekuatan. Sengaja dibuatnya suara yang sedikit gaduh, seirama hentakan sepatunya di dek kapal. Ternyata berhasil. Kehadirannya membuat pria itu berbalik dan menoleh kepadanya.

Bersambung…

Rabu, 01 September 2010

Seindah Mata Kristalnya (Part 5-Tamat)

glitter-graphics.com

Title : Seindah Mata Kristalnya
Author : Sweety Qliquers
Genre : Romance
Episodes : 5 Part
Part 5 “Sama-Sama Cinta”
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 31 Agustus 2010, 03.01 PM
Cast :
Lee Min Ho
Son Ye Jin
Rain Bi


Seindah Mata Kristalnya
Created By Sweety Qliquers

Part 5
Sama-Sama Cinta


Mula-mula sinar matahari pagi yang menyentuh mataku. Kepalaku terasa berat karena aku tidur terlambat. Hari Sabtu ini aku memang tidak masuk sekolah. Ini hari terakhir masa skorsku.

Aku bangkit dari ranjangku, dan sudut mataku tertumpu pada makhluk manis dengan seragam putih abu-abu sedang duduk di meja belajarku.

"Kristal?!" Mataku membelalak tak percaya.

Son Ye Jin tersenyum.

"Sudah bangun?" tanyanya sembari tersenyum.

"Kau tidak sekolah?" tanyaku heran.

Son Ye Jin menggelengkan kepala.

"Tadi ke sekolah sebentar. Tapi ada acara kerja bakti. Aku telepon ke sini. Kata Ibumu, kau belum bangun. Lalu, aku minta izin pada guru piket mengurai dalih sedang ada urusan keluarga, tidak ikut kerja bakti. Lalu, jadilah aku kemari," urai Son Ye Jin ceria, mengangkat bahunya mengaba 'tidak apa-apa, kan?'. Mata beningnya bergerak indah. Menatap sesuatu yang terpajang di atas buffet tempat tidur kamarku.

Aku mengikuti pandangan mata kristal itu. Dan wajahku memerah. Aku telah melakukan kebodohan. Foto Son Ye Jin yang terpajang di atas buffet tempat tidur itu lupa kusimpan — tentu saja, karena siapa yang menyangka cewek itu akan datang mendadak lantas duduk sekarang di hadapanku!

"Mungkin kau tidak akan percaya, kalau aku juga memajang fotomu di kamarku," ungkap Son Ye Jin dengan suara tertahan. Pipinya nampak memerah. Tetapi dia cepat mengalihkan paras wajahnya yang 'malu' itu dengan bergerak ke arah jendela, menarik gorden dan mementangkan daun jendela. Angin pagi yang sejuk menerobos masuk ke dalam kamarku yang mungil.

Aku terdiam, terkesima dengan pengungkapannya yang jujur.

"Selama ini kita sama-sama munafik kan, Lee Min Ho?!" Son Ye Jin mengalihkan pandangannya dari jendela ke wajahku.

Aku tertunduk. Tak berani menatap sepasang bola mata kristalnya yang tengah memancarkan kesungguhan.


"Aku takut melukai hati kau, Kristal! Untuk itu, aku tidak pernah menginginkan sesuatu hal yang lebih dari sekadar persahabatan. Meskipun sebenarnya aku...."

"Kau tidak pernah berterus terang padaku!"

"Maafkan aku, Son Ye Jin. Aku...."

"Kamu mencintaiku kan?!" Son Ye Jin berjalan mendekatiku, duduk di samping saat tiba di pinggir ranjang.

Aku terkesiap. Tak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Aku memang pengecut. Tidak pernah jujur dengan isi hatiku sendiri sehingga menciptakan tirai maya yang memenjarakan aku dalam siksaan yang luar biasa sakitnya.

"Ak-aku...."

"Tak perlu kau katakan! Dari sikapmu, tatapanmu, aku tahu kalau sebenarnya kau mencintaiku!" Mata beningnya menatapku tajam.

Aku mengangkat wajah. Mencoba membalas tatapannya yang tulus. Dan beberapa saat kemudian kami saling berpandangan. Lama. Lama sekali. Tiba-tiba ada senandung indah menggelepar di ruang hatiku. Senandung cintakah itu?

Aku tersenyum. Menikmati kerjapan bening mata kristal milik Son Ye Jin, dan membiarkan senandung cinta itu mengalun indah di hatiku.

Indah, seindah mata kristalnya.

TAMAT

Seindah Mata Kristalnya (Part 4)

glitter-graphics.com

Title : Seindah Mata Kristalnya
Author : Sweety Qliquers
Genre : Romance
Episodes : 5 Part
Part 4 “Sesungguhnya Aku Mencintaimu”
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 31 Agustus 2010, 03.01 PM
Cast :
Lee Min Ho
Son Ye Jin
Rain Bi


Seindah Mata Kristalnya
Created By Sweety Qliquers

Part 4
Sesungguhnya Aku Mencintaimu


Siang, sepulang sekolah aku sengaja meninggalkan Son Ye Jin. Bersembunyi di kantin lalu menunggu kelas Rain Bi bubaran. Aku telah berjanji akan memberi pelajaran untuk Rain Bi yang sok playboy. Yang telah dengan lancang dan sengaja mencampakkan cinta tulus Son Ye Jin.
Tepat pukul satu kelas Rain Bi bubaran. Buru-buru aku berlari dan menjejeri langkah pria bertubuh atletis itu.

"Kenapa kau khianati, Son Ye Jin?!"

Aku cegat langkah Rain Bi.

Wajah pria itu tersentak, sejenak, lalu menghentikan langkahnya. Ditatapnya mataku tajam, lantas tersenyum dengan pongah.

Ya, Tuhan!

Rasa-rasanya ingin kulayangkan sebuah tinju ke hidungnya yang bangir!

"Kau ingin menjadi pahlawan?" lontarnya seringan kapas.

Teman-teman sekelas Rain Bi mengerubuti aku.

"Pukul, Bi!" teriak salah seorang teman Rain Bi yang berdiri di sisi Rain Bi.


"Hajar!" Satu lagi kawan sekelas Rain Bi membakar hati Rain Bi.
Tanpa diselingi teriakan yang ketiga, Rain Bi si Jagoan Sekolah melayangkan pukulan yang sangat keras ke wajahku.

Aku terhuyung sesaat karena tidak menyangka Rain Bi akan bergerak secepat itu. Beruntung sebuah tiang menahan tubuhku. Lalu aku membalas, menghajar Rain Bi dengan tendangan kempo. Rain Bi terhempas oleh cangkungan kakiku tadi, tampak meringis berusaha menahan sakit. Namun secepat kilat tubuhnya yang atletis itu menerkamku.

Siswi-siswi yang melihat adegan itu menjerit-jerit ketakutan.

Napasku tersengal saat tubuh kekar Rain Bi menghimpitku. Berkali-kali bogem mentah miliknya hinggap di wajahku. Sampai suatu saat beberapa guru memisahkan perkelahian satu lawan satu itu.

Akhirnya, Rain Bi dan aku diskors satu minggu akibat perkelahian memalukan itu!

Namun aku tidak menyesal, meski harus dikeluarkan dari sekolah sekalipun!

Membela dan melindungi Son Ye Jin adalah harkat tertinggi dalam hidupku.

Aku tidak ingin ada orang yang menyakiti hatinya.

Tidak siapa pun!
***


Jam di ruang tengah berdentang satu kali.

Aku melirik jam di dinding kamarku. Pukul setengah tiga dinihari.

Kini mataku tertuju pada sebuah foto yang kupajang di kamarku.

Foto Son Ye Jin yang sengaja aku pajang dan menjadi hiasan manis di kamarku.

Kutatap untuk beberapa saat sampai hatiku berbisik:

'Tuhan, apakah aku mencintainya?!'

Bersambung…

Seindah Mata Kristalnya (Part 3)

glitter-graphics.com

Title : Seindah Mata Kristalnya
Author : Sweety Qliquers
Genre : Romance
Episodes : 5 Part
Part 3 “Cinta Merekah Di Penghujung Lara”
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 31 Agustus 2010, 03.01 PM
Cast :
Lee Min Ho
Son Ye Jin
Rain Bi


Seindah Mata Kristalnya
Created By Sweety Qliquers

Part 3
Cinta Merekah Di Penghujung Lara


Cafe Pelangi terletak persis di seberang jalan dari sekolahku. Cafe mungil itu merupakan tempat favorit yang kusinggahi bersama Son Ye Jin. Tempatnya asri. Ada musik lembut dari tiupan saksofon Kenny G., yang kadang-kadang diselingi hentakan cadas kelompok band Linkin Park. Aku sengaja memilih tempat di sudut cafe. Hanya ada seorang pengunjung yang terlihat santai menikmati jus apel dan sebatang rokok. Lelaki separuh baya itu terlihat santai dengan dunianya. Sesekali menyedot sigaret di bibirnya lalu asapnya dihembuskan ke langit-langit cafe. Asap rokok itu melayang-layang sejenak lalu melesat dan lenyap lewat jendela cafe.

"Kau mau pesan apa, Kristal?" Aku mulai membuka-buka daftar menu yang tergeletak di atas meja.

"Kau masih memanggilku Kristal, Lee Min Ho?"

Aku tersenyum.

"Aku akan terus memanggilmu, Kristal," sahutku. Menelusuri wajah aristokrat yang telah berbulan-bulan tidak pernah lagi kutatap.

"Oya, mau pesan apa?"

"Aku tidak pesan apa-apa," sahut Son Ye Jin.

"Teh botol, ya?" tawarku.


"Terserah kau saja."

Aku memesan dua teh botol dan dua bungkus kentang goreng.

"Sekarang kau ingin membicarakan apa?" Aku memulai pembicaraan serius usai menyerahkan pesanan kepada pelayan.

Son Ye Jin menatapku sejenak. Gadis itu masih terlihat ragu-ragu untuk mengungkapkan masalahnya.

"Soal Rain Bi." Akhirnya bibir sensual itu terbuka dengan berat.

"Rain Bi?"

Son Ye Jin mengangguk.

Teh botol dan kentang goreng pesanan tiba di meja kami.

"Ada apa dengan Rain Bi?" tanyaku serius.

Son Ye Jin menatapku dengan wajah murung.

"Dia selingkuh." Bibir sensualnya bergetar. Dua butir bening menggelinding dari matanya. Merembes lamat di kedua pipinya yang putih.

Sesuatu mengiris ulu hatiku!

Aku mengambil tissu dan mengeringkan cairan bening itu dari pipinya.

"Aku sedih mendengarnya. Kau tahu, Kristal. Aku kadang sering berdoa agar hubunganmu dengan Rain Bi abadi," kalimatku mengambang. Aku menjangkau teh botol dan membasahi kerongkonganku dengan cairan manis itu.

Son Ye Jin menatapku tak berkedip. "Aku sendiri tidak tahu. Kenapa Rain Bi tega melakukan itu."


Ada isak tangis di sela-sela kalimat Son Ye Jin.

"Kau yakin Rain Bi mengkhianatimu?"

"Aku memergoki sendiri, Rain Bi berjalan dengan mesra dengan seorang gadis."

"Mungkin itu saudaranya?"

"Bukan, Lee Min Ho. Saat itu juga aku menghampiri Rain Bi. Dan Rain Bi mengatakan kalau sebenarnya dia tidak mencintaiku!"

Aku tersedak.

"Begitu?!"

"Ya. Menyakitkan. Aku seperti sampah tak berguna di depan kekasih Rain Bi yang baru. Aku malu." Kini aliran sungai dari kelopak mata itu mengalir deras.

"Berarti Rain Bi itu berengsek, Kristal! Dan, aku ingin memberi pelajaran padanya!" Sesuatu meledak di hatiku, memaksaku mengatupkan geraham dan mengepalkan tangan dengan keras.

"Ja-jangan, Lee Min Ho!"

"Kristal, aku pernah berjanji, aku tidak ingin siapa pun melukai hatimu!"


"Aku tahu. Tapi bukan itu yang aku inginkan." Son Ye Jin menghela napas.

Di luar cafe, angin bergerak gemulai. Menggoyang-goyangkan pucuk flamboyan dengan sesekali menerbangkan bunga-bunga dari rantingnya.

"Aku hanya ingin meminta maaf, padamu. Selama ini aku telah membuat jarak denganmu," ucap Son Ye Jin lembut. Menatapku untuk beberapa saat dengan mimik bersalah.

"Lupakanlah, Kristal. Aku maklum."

"Kau masih menganggapku sahabat, Lee Min Ho?" Son Ye Jin menatapku dengan sungguh-sungguh.

Aku mengangguk. "Kau masih sahabatku yang terbaik, Kristal."

Sesuatu kembali berkelebat di kelopak mata Son Ye Jin. Mata bening itu kembali bersinar ceria. Dan aku menikmatinya.

Bersambung…

Seindah Mata Kristalnya (Part 2)

glitter-graphics.com

Title : Seindah Mata Kristalnya
Author : Sweety Qliquers
Genre : Romance
Episodes : 5 Part
Part 2 “Jangan Sakiti Hatinya”
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 31 Agustus 2010, 03.01 PM
Cast :
Lee Min Ho
Son Ye Jin
Rain Bi


Seindah Mata Kristalnya
Created By Sweety Qliquers

Part 2 "Jangan Sakiti Hatinya"


Lalu semuanya memang berubah. Hari-hari Son Ye Jin memang tak pernah tersisa lagi untukku. Aku lebih banyak berdiam diri, dan berusaha keras untuk tidak bertegur sapa. Hanya sesekali aku meliriknya jika kebetulan melewati meja Son Ye Jin. Son Ye Jin pun demikian. Tampaknya ia tahu akan sikapku. Ia terus menghindariku. Tak pernah lagi mengajakku ke kantin, ke perpustakaan. Aku pun maklum karena Rain Bi selalu ada di sampingnya. Hampir enam bulan hal itu terjadi. Sampai suatu saat aku melihat mendung menggayut di wajah Son Ye Jin. Dan hal itu membuat hati kecilku tidak tega melihatnya.

"Kau punya maslah, Kristal?" Usai pelajaran fisika, aku menghampiri meja Son Ye Jin.
Mata Son Ye Jin sejenak berbinar menatapku. Sesaat kemudian mendung kembali menggelayut.

"Lee Min Ho, kita ke kantin, ya?" Bibir sensual itu tersenyum ragu. Ini adalah senyum pertama yang diberikan Son Ye Jin setelah sekian bulan kami tak bertegur sapa.

"Kmu mau traktir aku, Kristal?" tanyaku sembari membantu memasukkan buku-buku pelajaran yang berceceran di meja belajarnya.

"Ada yang ingin kubicarakan," jawab Son Ye Jin. Jari lentiknya menyalin rumus terakhir Teori Einstein dari papan tulis.

"Punya problem, Kristal?" tanyaku lagi. Meraih tas sekolahnya dan memasukkan ke dalam laci meja.


Son Ye Jin mengangguk.

"Problem apa?" Kutatap wajah manis Son Ye Jin. Ada kerinduan meledak di relung hatiku. Mata itu, Tuhan! Betapa aku sangat merindukan itu! Tapi kenapa mata kristal itu berubah kelabu?!

"Kita bicara di kantin saja ya?" rujuk Son Ye Jin.

"Terlalu privacy?"

Son Ye Jin mengangguk lagi.

"Kantin pasti ramai. Bagaimana kalau kita ke cafe Pelangi?"

"Oke. Kita ke cafe," jawab Son Ye Jin seraya menggandeng tanganku keluar dari kelas.

Bersambung…

Selasa, 31 Agustus 2010

Seindah Mata Kristalnya (Part 1)

glitter-graphics.com

Title : Seindah Mata Kristalnya
Author : Sweety Qliquers
Genre : Romance
Episodes : 5 Part
Part 1 “Seindah Mata Kristalnya”
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 31 Agustus 2010, 03.01 PM
Cast :
Lee Min Ho
Son Ye Jin
Rain Bi


Seindah Mata Kristalnya
Created By Sweety Qliquers

Part 1
Seindah Mata Kristalnya


Malam bergulir perlahan. Detak jarum jam dinding di kamarku terdengar jelas. Kota Seoul terlelap dalam tidur. Hanya sesekali terdengar raungan kendaraan. Menggerung keras lalu lenyap ditelan kesunyian.

Pukul dua dinihari.

Aku menyeka sebuah luka memar di sekitar kelopak mataku dengan air hangat. Bekas luka pukulan itu, setelah seminggu perlahan-lahan mulai hilang.

Kini aku menatap wajahku sendiri di dalam cermin. Kenapa itu kau lakukan, Lee Min Ho? Kenapa kau mati-matian membela gadis itu? Kenapa kau tidak pernah berkompromi kepada seseorang yang telah membuat mata bening milik gadis itu mempunyai pesona lain dalam hatimu, Lee Min Ho? Ataukah, kau mempunyai perasaan khusus pada gadis itu yang sampai saat ini masih kamu sembunyikan? Yang sampai detik ini tidak pernah kau ungkapkan?!

***


"Hei, Son Ye Jin. Kau tahu tidak kenapa aku sampai saat ini sering memanggilmu, Kristal?" Suatu hari enam bulan lalu menjelang pelajaran matematika aku membisikkan kalimat itu.

Son Ye Jin menatapku.

"Karena aku anak Mama yang ke mana pun pergi selalu diantar dan dijaga?" sahut Son Ye Jin yakin.

Aku menggeleng sembari tersenyum.

"Karena aku merupakan kaum hawa, yang sering diidentikkan oleh kaummu sebagai penghias dunia kan?" Son Ye Jin melirikku. Membuka tas sekolah dan mengeluarkan diktat.

Aku tertawa. Lantas menggeleng.

"Penghias dunia? Memangnya kau aksesoris?" ledekku.

Son Ye Jin mengernyitkan keningnya.

"Karena aku seorang gadis yang hatinya mudah patah berkeping-keping seperti kristal?" pancingnya, bertanya.

Lagi-lagi aku menggeleng.

"Lalu apa, Lee Min Ho?" Son Ye Jin penasaran. Menatapku beberapa saat, menanti jawaban yang akan keluar dari mulutku.

"Karena kau mempunyai mata bagus dan sebening kristal," jawabku kemudian sembari menikmati mata indah milik gadis itu.

Son Ye Jin membelalak. Mencubitku gemas sambil menggigit bibirnya sendiri.

"Aku Jujur, Son Ye Jin. Matamu bagus. Bening bak telaga. Juga teduh. Malah kadang-kadang aku sering berkaca di bola matamu itu," kubiarkan wajah Son Ye Jin tersipu-sipu.

Tinggi semampai, wajah terkesan aristokrat, dan bermata bagus, itu kesan pertama ketika aku mengenal Son Ye Jin. Ia memang favorit di sekolahku. Ramah dan supel. Kesannya yang cuek dan tidak pernah memilih-milih teman, membuat Son Ye Jin tumbuh menjadi gadis favorit di SMA Shinhwa, SMA-ku.

"Kau tahu apa yang ada di dalam hatiku saat ini, Kristal?" Mataku menatap lurus ke depan. Memperhatikan Pak Ahn Jae Wook yang mulai sibuk memeriksa pe-er yang diberikan hari kemarin.

"Apa?" bisik Son Ye Jin lirih.

"Aku tidak ingin seorang pun yang akan melukai mata bagus itu." Aku tersenyum. Melindungi kupingku dari cubitan Son Ye Jin dengan buku diktat.


"Terima kasih, Lee Min Ho. Kau memang sahabatku yang terbaik." Tanpa melirikku, Son Ye Jin meluncurkan kalimat itu.

Keakrabanku dengan Son Ye Jin, sudah terjalin sejak kelas satu SMA. Malah sebagaian teman-teman menyangka kalau Son Ye Jin adalah kekasihku. Tetapi aku tidak pernah berpikir untuk itu. Tekadku waktu itu hanya satu. Aku ingin menjadi sahabat Son Ye Jin yang terbaik. Tanpa menodai rasa persahabatanku itu dengan perasaan cinta yang sering berakhir dengan kebencian. Aku tak ingin hal itu terjadi. Aku hanya ingin melihat mata kristal Son Ye Jin itu terus bersinar cerah. Bibir sensualnya terus berceloteh riang. Itu saja keinginanku. Meskipun aku sempat menangkap sinyal kalau sebenarnya Son Ye Jin sering memberiku lampu hijau untuk mengubah persahabatan itu menjadi hubungan yang lebih khusus. Tetapi ternyata aku ragu. Takut kalau suatu saat aku melukai hati Son Ye Jin. Takut kalau suatu saat aku akan menorehkan sembilu di hati gadis itu dan membuat mata kristal miliknya berubah kelabu. Sampai suatu saat Son Ye Jin mengatakan padaku kalau Rain Bi, anak II.3.B, yang sejak kelas satu mengejarnya dengan sabar, telah menjadi bagian dari hari-hari Son Ye Jin.

Setelah hal itu terjadi, di hati kecilku, tiba-tiba kurasakan ada sesuatu yang hilang. Dan aku yakin sesuatu itu adalah Son Ye Jin.

Bersambung...

Pastikan Dia Jangan Menunggu (Part 7-Tamat)

glitter-graphics.com

Title : Pastikan Dia Jangan Menunggu
Author : Sweety Qliquers
Genre : Romance
Episodes : 7 Part (Part 7-Tamat "Pastikan Dia Jangan Menunggu")
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 16 Agustus 2010, 03.44 PM
Cast :
Lee Min Ho
Son Ye Jin
Yoon Eun Hye
Song Hye Gyo
Rain Bi
Park Hae Mi (Min Ho’s Mother)
Kim Ja Ok (Ye Jin’s Mother)
Kim Young Ok (Kepala Rumah Tangga Keluarga Lee Min Ho)


Pastikan Dia Jangan Menunggu
Created By Sweety Qliquers

Part 7-Tamat
Pastikan Dia Jangan Menunggu


"Seharusnya Kak Lee Min Ho tidak perlu repot-repot begini. Sampai mengantarkan segala. Aku sudah minta tolong Song Hye Gyo."

"Song Hye Gyo datang kemarin. Tapi aku katakan, ingin aku antar sendiri."

"Ada yang penting?" Son Ye Jin duduk di hadapan Lee Min Ho. Menatapnya.

"Kalau tidak penting, tidak boleh menemuimu?"

"Bukan begitu. Biasanya Kak Lee Min Ho kan...."

"Tidak pernah mencarimu, apa lagi sampai ke rumah?" potong Lee Min Ho tersenyum. "Selama ini aku terlalu sibuk dengan diriku sendiri, ya?"

"Tak apa. Melukis toh bukan hal yang jelek."

"Bukan itu. Maksudku...."

Son Ye Jin menunduk. "Aku mengerti."

"Seharusnya aku bisa lebih memahamimu."

"Tidak perlu. Pahami saja keinginanmu." Son Ye Jin menelan ludah pahit. "Sudah terima amplop coklat yang kutitipkan?"

"Ya."

"Rain Bi bilang, itu panggilan kerja untuk Kak Lee Min Ho."

Lee Min Ho mengangguk. "Pertambangan minyak di Batam-Indonesia."

"Kau mau menerimanya?"

"Menurutmu bagaimana?"

"Aku tidak punya pendapat untuk itu." Son Ye Jin menggeleng. "Kenapa tidak bertanya pada Yoon Eun Hye?"

"Yoon Eun Hye?" Lee Min Ho memajukan tubuhnya. "Karena kau melihatku memeluknya?"

"Sebenarnya bukan hanya itu."

"Apa lagi?"

"Aku tidak ingin membicarakannya."

"Kau belum tahu secara pasti bagaimana aku dengan Yoon Eun Hye. Kenapa langsung memutuskan?"

"Itu masalah pribadimu. Kenapa aku harus tahu?" elak Son Ye Jin. "Kenapa harus dibicarakan padaku?"

"Karena kau tersangkut di dalamnya."

"Aku?" Son Ye Jin tertawa. Pahit. "Aku bukan apa-apa."

"Kalau kau bukan apa-apa, dia tak akan cemburu. Yoon Eun Hye bukan tipe orang yang bisa menyerah begitu saja sebelum bertanding."

"Tidak perlu ada pertandingan. Toh memang sudah ada pemenangnya."

"Kau!" Lee Min Ho mengultimatum. "Kaulah pemenangnya!"

"Pembicaraan apa ini? Apa yang sedang kau bicarakan, aku tidak mengerti!" Son Ye Jin bangkit. Bagaimana dia bisa tahan duduk berhadapan begitu dan membiarkan Lee Min Ho mempermainkan perasaannya, mengobrak-abriknya?

"Duduk, Son Ye Jin. Aku belum selesai."

"Apa lagi?!"

"Aku diwisuda besok."

"Lalu?"

"Mau mendampingiku?"

"Kenapa tidak minta pada Yoon Eun Hye?"

"Yoon Eun Hye lagi, Yoon Eun Hye lagi!" Lee Min Ho menggeleng kesal. "Aku minta padamu! Bukan Yoon Eun Hye!"

"Apa yang kau inginkan sebenarnya?"

"Waktu Yoon Eun Hye meminta kembali, aku tidak tahu kenapa tidak ada lagi yang bisa kuberikan padanya. Di hatiku sudah tidak ada namanya lagi. Di hatiku hanya ada kau...."

Son Ye Jin menggeleng.

"Aku bukan apa-apa bagimu. Aku bukan apa-apa...."

"Karena aku tidak pernah membalas semua yang kau berikan?"

"Memang tidak harus, kan?"

"Son Ye Jin, waktu kau ke paviliun saat itu...."

"Aku tidak ingin mendengar penjelasanmu tentang alasan memeluk Yoon Eun Hye seperti itu. Itu urusanmu."

"Urusanmu juga." Lee Min Ho menatap tajam. "Aku perlu menanyakan ini, Son Ye Jin. Sebelum kuputuskan ke Batam atau tidak."

"Kau akan ke Batam?" Son Ye Jin menatap Lee Min Ho tanpa menyadari matanya menyimpan kepanikan.

"Tergantung jawabanmu."

"Aku?"

"Ya, bukan Yoon Eun Hye! Aku mohon, jangan bicarakan dia lagi. Kita sedang mendiskualifikasikan dia." Lee Min Ho menarik napas sejenak. "Kau ingin aku pergi ke Batam dan terikat kontrak yang memisahkan kita begitu lama?"

Son Ye Jin tak tahu harus menjawab apa. Kalau menuruti kata hatinya, maka dia ingin menjawab tidak.

"Apa kau ingin pergi?"

"Bagiku, kerja di manapun sama saja kalau tidak ada dirimu. Tapi kalau ada kau, kupilih kerja di sini. Sudah ada perusahaan lagi yang menawariku. Kalau kau ingin kita tidak berpisah, minta aku jangan pergi!"

Son Ye Jin mendongak. Menatap hitamnya mata Lee Min Ho yang bagus.

"Aku tidak ingin kau pergi," ucapnya pelan. "Aku...."

Lee Min Ho menarik gadis itu ke dalam pelukannya.

"Aku tak akan pergi," jawabnya pasti. "Aku tak akan pergi!"


TAMAT

Pastikan Dia Jangan Menunggu (Part 6)

glitter-graphics.com

Title : Pastikan Dia Jangan Menunggu
Author : Sweety Qliquers
Genre : Romance
Episodes : 7 Part (Part 6 "Hatiku Patah")
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 16 Agustus 2010, 03.44 PM
Cast :
Lee Min Ho
Son Ye Jin
Yoon Eun Hye
Song Hye Gyo
Rain Bi
Park Hae Mi (Min Ho’s Mother)
Kim Ja Ok (Ye Jin’s Mother)
Kim Young Ok (Kepala Rumah Tangga Keluarga Lee Min Ho)


Pastikan Dia Jangan Menunggu
Created By Sweety Qliquers

Part 6
Hatiku Patah


"Apa kau mau menolongku, Song Hye Gyo?"

"Apa?"

"Kalau pulang kau selalu lewat rumah Kak Lee Min Ho, kan?"

"Kadang-kadang. Memangnya kenapa?"

"Kalau lewat, tolong mampir sebentar. Ada beberapa barangku yang tertinggal di tempatnya."

Song Hye Gyo menoleh. Menatap Son Ye Jin dengan dahi berkerut.

"Ada apa denganmu?"

"Tidak ada." Son Ye Jin tersenyum.

"Kenapa harus aku yang datang? Bukannya kau?"

"Aku sibuk. Harus belajar untuk ujian semester."

"Biasanya minta Lee Min Ho yang mengajarkan."

"Merepotkan dia saja."

"Hei, ada apa denganmu?" ulang Song Hye Gyo heran.

Son Ye Jin menarik napas panjang, menunduk sedikit.

"Kau benar. Aku memang bukan apa-apa untuk Lee Min Ho."


"Oo, Son Ye Jin." Song Hye Gyo memeluk Son Ye Jin. "Dia mengatakan itu padamu?"

"Aku melihatnya sendiri. Yoon Eun Hye kembali."

"Dia bilang akan kembali pada Yoon Eun Hye?"

"Lee Min Ho tidak menjelaskan apa-apa. Aku melihatnya memeluk Yoon Eun Hye. Apa itu tidak menjelaskan segalanya?"

"Son Ye Jin!"

Son Ye Jin menelan ludahnya dengan susah payah.

"Seharusnya aku mengerti sejak dulu," ungkapnya.

"Kalau saja kau mau mendengarkan aku."

"Ya. Tapi tidak ada gunanya memang. Sudah selesai. Semua." Son Ye Jin tersenyum pahit. "Jangan lupa, ya? Tolong ambilkan barangku."

"Mau titip sesuatu untuk Lee Min Ho?"

Son Ye Jin menggeleng.

"Tak akan ada gunanya."

***


"Nah, itu dia pulang!"

Son Ye Jin tertegun di ambang pintu. Ibu berdiri dari duduknya. Menyambutnya. Tapi yang membuat Son Ye Jin bingung adalah kehadiran Lee Min Ho di ruang tamu sekarang.

"Kemana saja kau, Son Ye Jin? Lee Min Ho sudah lama menunggumu."

"Jalan-jalan."

"Tante tinggal ke dalam ya, Lee Min Ho."


Lee Min Ho mengangguk. "Terima kasih, Tante."

Pandangannya dialihkan ke Son Ye Jin setelah Ibu gadis itu menghilang. Sementara Son Ye Jin masih saja berdiri di tempatnya.

"Kenapa melihatku seperti melihat UFO?"

Son Ye Jin tertawa kecil. "Tumben kau kemari? Ada apa?"

"Mengantarkan barang-barangmu."

Bersambung…

Pastikan Dia Jangan Menunggu (Part 5)

glitter-graphics.com

Title : Pastikan Dia Jangan Menunggu
Author : Sweety Qliquers
Genre : Romance
Episodes : 7 Part (Part 5 "Air Mataku Menetes")
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 16 Agustus 2010, 03.44 PM
Cast :
Lee Min Ho
Son Ye Jin
Yoon Eun Hye
Song Hye Gyo
Rain Bi
Park Hae Mi (Min Ho’s Mother)
Kim Ja Ok (Ye Jin’s Mother)
Kim Young Ok (Kepala Rumah Tangga Keluarga Lee Min Ho)


Pastikan Dia Jangan Menunggu
Created By Sweety Qliquers

Part 5
Air Mataku Menetes


"Ada telepon untukku, Bu?"

"Tidak." Ibu mendongak, menatap Son Ye Jin sambil berkerut. "Kau menunggu telepon dari siapa, Son Ye Jin? Penting ya sampai menanyakannya setiap hari?"

Son Ye Jin tersenyum pahit. Menggeleng perlahan. Jadi Song Hye Gyo benar. Dia memang tidak berarti apa pun untuk Lee Min Ho.

Sudah lebih dari sebulan Son Ye Jin tidak lagi menemui Lee Min Ho. Terakhir adalah saat Son Ye Jin mengantarkan amplop titipan Rain Bi. Itu pun Lee Min Ho tidak ada di rumah. Dia hanya ditemani Ibu Lee Min Ho. Setelah itu Son Ye Jin menjauh. Mencoba menahan diri. Dia harus tahu, apa memang ada yang bisa diharapkan.


Tapi ternyata tidak! Sama sekali tidak!

Lee Min Ho tidak mencarinya. Tidak menelepon. Tidak datang ke rumah.

Mungkin dia memang harus melupakan. Tidak usah mengharapkannya. Tapi bisakah? Sebulan ini saja Son Ye Jin sudah merasa kehilangan.

"Oya, Son Ye Jin. Tadi Song Hye Gyo datang. Katanya, mau pinjam diktat organik untuk kuis besok. Ibu suruh cari sendiri di kamarmu. Tapi katanya tidak ada."

Tertinggal di tempat Lee Min Ho saat Son Ye Jin memaksa cowok itu mengajarkannya sebelum ujian kemarin. Dan dia lupa mengambilnya kembali untuk dipinjamkannya pada Song Hye Gyo besok.

"Aku pergi dulu, Bu."

"Lho, baru pulang kok mau pergi lagi?"

"Ambil diktat di rumah teman. Kasihan Song Hye Gyo, besok dia perlu sekali."

Sekalian mengambil semua barangnya yang tertinggal di paviliun Lee Min Ho.

***


"Kak Lee Min Ho ada, Bi?" Rumah besar itu sepi saat Son Ye Jin tiba di sana. Hanya Bibi Kim Young Ok-kepala rumah tangga keluarga Lee Min Ho, yang menyambutnya.

"Ada di paviliun, Non. Biasa, sedang melukis. Masuk saja ke dalam."

Son Ye Jin melangkah masuk. Menyusuri taman belakang yang luas sebelum sampai ke paviliun.

"Kak Lee Min Ho!"


Son Ye Jin tertegun di ambang pintu. Batal melangkahkan kaki untuk masuk. Merasakan seluruh dunia berputar balik. Dan dia terjebak dalam pusaran tanpa henti.

Lee Min Ho menoleh. Mendapatkan Son Ye Jin tertegun di ambang pintu. Dia bisa membaca seluruhnya. Keterkejutan. Kesakitan. Semua di mata itu. Perlahan dilepaskannya pelukannya pada Yoon Eun Hye.

"Son Ye Jin."

"Maaf, aku tidak tahu kalau Kak Lee Min Ho ada tamu." Son Ye Jin mencoba tersenyum.

"Tak apa." Lee Min Ho menghampiri. Tenang seperti biasa. "Oya, kenalkan. Ini Yoon Eun Hye. Yoon Eun Hye, ini Son Ye Jin."

Son Ye Jin melebarkan senyumnya. "Maaf mengganggu. Aku hanya ingin mengambil barang-barangku yang tertinggal."

"Berserakan di mana-mana."

"Tidak penting, kok. Hanya diktat itu yang mendesak. Bisa tolong kau ambilkan?"

Lee Min Ho meraih diktat organik Son Ye Jin di atas lemari.

"Terima kasih. Aku pulang."

Son Ye Jin berbalik cepat. Melangkah cepat melintasi taman belakang rumah Lee Min Ho.

"Son Ye Jin!" kejar Lee Min Ho. "Katanya mau mengambil barang-barang yang lain?"

"Tidak begitu penting. Bisa tolong kau kumpulkan dulu? Nanti kuminta Song Hye Gyo mampir mengambilkannya. Dia suka lewat sini kalau pulang."


"Kenapa tidak diambil sendiri?"

"Aku sibuk. Sudah hampir ujian semester. Harus belajar keras."

"Tidak ingin kuajari seperti biasa?"

"Aku tidak mau mengganggumu. Lagipula, aku harus mandiri kan?" Son Ye Jin tersenyum lagi. Menyamarkan semua rasa yang sempat terlihat Lee Min Ho tadi. "Aku pulang, Kak."

"Aku antar ya?"

Hampir setahun berada di dekat Lee Min Ho, menghampirinya selalu, Lee Min Ho tidak pernah menawarinya mengantar pulang. Pun setelah seharian Son Ye Jin menemaninya di paviliun. Atau membereskan paviliun yang seperti kapal pecah. Lee Min Ho bahkan tidak pernah mengantar sampai ke depan rumah, tempat Son Ye Jin memarkirkan mobilnya.

Lalu kenapa baru sekarang, setelah segalanya terlambat?

"Aku bawa mobil."

"Kuantar sampai depan."

"Tidak perlu. Kak Lee Min Ho kan ada tamu. Kau kembali saja kedalam, dia pasti sudah menunggumu."

"Hati-hati."

Son Ye Jin mengangguk. Lee Min Ho bahkan tidak pernah berpesan seperti itu.

Di dalam mobil, airmata Son Ye Jin mengalir deras.

Bersambung…