Silahkan Mencari !!!

Info!!!

kelanjutan fan fiction & recap drama semua ada di blog q yang baru
fanfic : www.ff-lovers86.blogspot.com
recap : www.korea-recaps86.blogspot.com
terima kasih...

Rabu, 01 September 2010

Seindah Mata Kristalnya (Part 3)

glitter-graphics.com

Title : Seindah Mata Kristalnya
Author : Sweety Qliquers
Genre : Romance
Episodes : 5 Part
Part 3 “Cinta Merekah Di Penghujung Lara”
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 31 Agustus 2010, 03.01 PM
Cast :
Lee Min Ho
Son Ye Jin
Rain Bi


Seindah Mata Kristalnya
Created By Sweety Qliquers

Part 3
Cinta Merekah Di Penghujung Lara


Cafe Pelangi terletak persis di seberang jalan dari sekolahku. Cafe mungil itu merupakan tempat favorit yang kusinggahi bersama Son Ye Jin. Tempatnya asri. Ada musik lembut dari tiupan saksofon Kenny G., yang kadang-kadang diselingi hentakan cadas kelompok band Linkin Park. Aku sengaja memilih tempat di sudut cafe. Hanya ada seorang pengunjung yang terlihat santai menikmati jus apel dan sebatang rokok. Lelaki separuh baya itu terlihat santai dengan dunianya. Sesekali menyedot sigaret di bibirnya lalu asapnya dihembuskan ke langit-langit cafe. Asap rokok itu melayang-layang sejenak lalu melesat dan lenyap lewat jendela cafe.

"Kau mau pesan apa, Kristal?" Aku mulai membuka-buka daftar menu yang tergeletak di atas meja.

"Kau masih memanggilku Kristal, Lee Min Ho?"

Aku tersenyum.

"Aku akan terus memanggilmu, Kristal," sahutku. Menelusuri wajah aristokrat yang telah berbulan-bulan tidak pernah lagi kutatap.

"Oya, mau pesan apa?"

"Aku tidak pesan apa-apa," sahut Son Ye Jin.

"Teh botol, ya?" tawarku.


"Terserah kau saja."

Aku memesan dua teh botol dan dua bungkus kentang goreng.

"Sekarang kau ingin membicarakan apa?" Aku memulai pembicaraan serius usai menyerahkan pesanan kepada pelayan.

Son Ye Jin menatapku sejenak. Gadis itu masih terlihat ragu-ragu untuk mengungkapkan masalahnya.

"Soal Rain Bi." Akhirnya bibir sensual itu terbuka dengan berat.

"Rain Bi?"

Son Ye Jin mengangguk.

Teh botol dan kentang goreng pesanan tiba di meja kami.

"Ada apa dengan Rain Bi?" tanyaku serius.

Son Ye Jin menatapku dengan wajah murung.

"Dia selingkuh." Bibir sensualnya bergetar. Dua butir bening menggelinding dari matanya. Merembes lamat di kedua pipinya yang putih.

Sesuatu mengiris ulu hatiku!

Aku mengambil tissu dan mengeringkan cairan bening itu dari pipinya.

"Aku sedih mendengarnya. Kau tahu, Kristal. Aku kadang sering berdoa agar hubunganmu dengan Rain Bi abadi," kalimatku mengambang. Aku menjangkau teh botol dan membasahi kerongkonganku dengan cairan manis itu.

Son Ye Jin menatapku tak berkedip. "Aku sendiri tidak tahu. Kenapa Rain Bi tega melakukan itu."


Ada isak tangis di sela-sela kalimat Son Ye Jin.

"Kau yakin Rain Bi mengkhianatimu?"

"Aku memergoki sendiri, Rain Bi berjalan dengan mesra dengan seorang gadis."

"Mungkin itu saudaranya?"

"Bukan, Lee Min Ho. Saat itu juga aku menghampiri Rain Bi. Dan Rain Bi mengatakan kalau sebenarnya dia tidak mencintaiku!"

Aku tersedak.

"Begitu?!"

"Ya. Menyakitkan. Aku seperti sampah tak berguna di depan kekasih Rain Bi yang baru. Aku malu." Kini aliran sungai dari kelopak mata itu mengalir deras.

"Berarti Rain Bi itu berengsek, Kristal! Dan, aku ingin memberi pelajaran padanya!" Sesuatu meledak di hatiku, memaksaku mengatupkan geraham dan mengepalkan tangan dengan keras.

"Ja-jangan, Lee Min Ho!"

"Kristal, aku pernah berjanji, aku tidak ingin siapa pun melukai hatimu!"


"Aku tahu. Tapi bukan itu yang aku inginkan." Son Ye Jin menghela napas.

Di luar cafe, angin bergerak gemulai. Menggoyang-goyangkan pucuk flamboyan dengan sesekali menerbangkan bunga-bunga dari rantingnya.

"Aku hanya ingin meminta maaf, padamu. Selama ini aku telah membuat jarak denganmu," ucap Son Ye Jin lembut. Menatapku untuk beberapa saat dengan mimik bersalah.

"Lupakanlah, Kristal. Aku maklum."

"Kau masih menganggapku sahabat, Lee Min Ho?" Son Ye Jin menatapku dengan sungguh-sungguh.

Aku mengangguk. "Kau masih sahabatku yang terbaik, Kristal."

Sesuatu kembali berkelebat di kelopak mata Son Ye Jin. Mata bening itu kembali bersinar ceria. Dan aku menikmatinya.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar