Silahkan Mencari !!!

Info!!!

kelanjutan fan fiction & recap drama semua ada di blog q yang baru
fanfic : www.ff-lovers86.blogspot.com
recap : www.korea-recaps86.blogspot.com
terima kasih...
Tampilkan postingan dengan label Coffee House. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coffee House. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Agustus 2010

Coffee House (Episode 6)


Eun Young terbangun dan menangis. Jin Soo masuk dan melihat itu.
Eun Young : Oh penulis Lee..
Jin Soo : Apa kau tidak apa-apa?

Seung Yeon sarapan bersama Hyun Ju dan Dong Min (kedua staf Eun Young yang akan menjemputnya). Kami sebenarnya dalam perjalanan menjemputmu tapi Presiden kecelakaan jadi akhirnya kita ada di sini. Apa kau menunggu terus selama ini?
Seung Yeon membenarkan. Kedua staf itu merasa iba, oh, pasti kau merasa sangat berat.

Kembali ke kamar RS, Jin soo tanya apa Eun Young menangis karena sakit? sepertinya kau mimpi buruk. Mimpi? Eun Young tidak mengakuinya. Jin soo terus tanya, mimpi macam apa yang kau alami? Apa kau mimpi Sunbae?

Eun Young memutuskan untuk mengiyakan saja, bagaimana kau tahu? Han Ji Won terus saja muncul bahkan dalam mimpiku.

Hyun Ju dan Dong Min tanya pada Seung Yeon apa kau tidak capai menunggu sepanjang malam seperti itu? Seung Yeon menjawab sedikit, tapi mengapa banyak yang terjadi semalam? bagaimana presiden bisa terpeleset?
President Seo tergelincir tanpa busana. Kedua staf itu geli wah penulis Lee pasti sudah melihat semuanya. Tapi keduanya sepakat meskipun kejadian ini memalukan dan punya potensi untuk dijadikan drama romantis, tapi kalau ini menyangkut Presiden Seo dan Penulis Lee, lupakan saja. Mereka akan menempuh jalur hukum, berkelahi, bahkan saling menuntut..

Seung Yeon heran, ngomong2 bagaimana keduanya bisa saling kenal?
Hyun Ju : Penulis Lee dan presiden? President dan isteri penulis Lee adalah teman dekat ketika mereka masih kuliah.

Seung Yeon tanya bagaimana istrinya sekarang? kedua staf heran, apa? Istrinya, apa yang dilakukannya sekarang? staf Eun Young menjawab, oh dia meninggal dunia.
Seung Yeon kaget, apa? bukankah mereka bercerai?

Hyun Ju : Dia meninggal tidak lama setelah mereka bercerai, itu kecelakaan.
Dong Min : Sepertinya bukan kecelakaan, tapi bunuh diri.
Hyun Ju : Tidak ada yang tahu pasti...itu semua cuma rumor.
Dong Min masih merasa itu bukan hanya bunuh diri, itu setelah perceraian sehingga jadi seperti itu.

Seung yeon ingin tahu mengapa keduanya bercerai. Kedua staf berkata jujur saja kalau melihat kepribadian yang dimiliki penulis Lee..apa kau pikir mereka bisa hidup bahagia?

Jin soo masih ingin tahu mengapa Eun Young menangis dalam mimpinya. Ada apa? Eun Young tetap tidak mau mengaku, tidak apa-apa..hanya frustrasi.
Jin soo : tapi..ada apa?

Eun Young : Aneh jika aku tidak frustrasi. Sepanjang malam berjuang untuk meeting, semua harus tertunda karena aku. Aku tidak bisa gerak sedikitpun aku juga tidak bisa tidur..bukan itu saja, yang paling buruk, aku memberikan pertunjukan seperti itu di depanmu. Mulai sekarang, kapanpun kau melihat setiap bagian tubuhku, aku akan punya pemikiran aneh, "Apa yang dipikirkan orang ini?" Sekarang katakan, bukankah itu membuat frustrasi?

Jin soo : Hmmm, ya tentu saja itu membuat frustrasi
Eun Young : Tentu saja, jadi berhenti mengusikku.

Jin soo : Apa kau mau aku membantumu? Karena, aku sudah mendapat kesempatan mengintip tubuhmu, aku harus mengatakan-nya padamu. Kau selalu sombong dengan bentuk tubuhmu..tapi benar2 tidak sebagus itu.

Eun Young : Apa ini semacam gurauan? bukankah kau bilang kau tidak melihat apapun?
Jin soo : Apa kau tidak tahu? semua pria hanya perlu satu detik.
Eun Young : Jangan bohong padaku!
Jin Soo : Benar! aku bisa menggambarnya untukmu.
Eun Young : Apa kau mau mati? Oh benar2 ..
Jin soo : Jika kau frustrasi..aku akan mati karena frustrasi..(oh so sweet..)

Jin Soo dan Eun Young jelas2 saling care. Tapi lebih suka menunjukkan dengan cara saling ejek dan berdebat.
Eun Young : aku bilang berhenti mengejek-ku.
Jin soo : Kau tahu aku serius.
Eun Young : jangan menunjukkan wajah yang tulus.

Jin Soo : ini waktunya istirahat, aku akan membawa sekretaris "Kkak Kkak"-ku ke peternakan.

Eun Young tidak mengerti apa maksudnya "Kkak Kkak"? Jin soo menunjukkan ekspresi Seung Yeon setiap kali ia gembira : ekspresi "Kkak Kkak" dan benar2 menggelikan.

Benar saja, begitulah ekspresi Seung Yeon ketika dibawa ke peternakan dan melihat kudanya. Wow..hebat sekali, kuda ini keren. wow..Apa kuda ini benar2 milikmu? benar? Siapa namanya?

Jin soo : Andromeda.

Seung Yeon : Andromeda? namanya juga keren, cocok sekali.

Jin Soo mulai menaiki Andromeda dan Seung Yeon kagum sekali. Seung Yeon tanya pada penjaga peternakan, berapa harga kuda seperti Andromeda? pasti jutaan won ya. Bapak itu heran, And..andro siapa? maksudmu Bok Sun? Bok Sun segalanya bagi peternakan kami. Siapa yang bilang padamu?
Seung yeon sebal, aku dikibuli lagi..
Jin Soo mendekat dan minta Seung yeon ikut dengan bapak itu. Pergi dengannya dan ambil beberapa foto. Foto kotoran kuda!

Seung yeon heran buat apa? Jin soo justru minta Seung yeon mengambil foto tiap tipe dan mengancam jika Seung Yeon tidak mendapatkan semuanya yang ia butuhkan, siap-siap kena hukuman.
Seung Yeon : bukankah semua kotoran kuda itu sama..ya kotoran kuda.

Sementara itu di RS Eun Young mencoba mengurus pekerjaan-nya dan ingin bicara dengan manager Dong Wook, hanya Dong Wook tidak di tempat. Eun Young menegur Hyun Ju, apa kau mau menutupi kesalahan rekan2mu? kalian ini kalau aku tidak ada..
Tiba2 Han Ji Won masuk, hei kau..apa kau baik2 saja? Eun Young bagai melihat hantu, Bagaimana kau...
Ji Won : Ini..lihat kau sekarang, kau kurus sekali.

Seung Yeon sudah selesai mengambil foto, dia melepaskan tissue di lubang hidungnya dan teriak, Pak aku sudah selesai mengambil foto. Jin Soo tanya apa sudah memperhatikan semua detil?
Seung Yeon menjawab, ini sudah sangat mendetil. Aku mengambil semua foto dari setiap macam, jantan, betina, muda, sakit, herbivora, bahkan yang lagi makan..aku sudah mengambil gambar semua macam kotoran kuda.

Jin Soo : Suaramu itu..kedengarannya kau mau memberontak. Kesinikan kameranya.
Lalu Jin Soo memberikan sinopsisnya, Seung Yeon menerimanya tapi kertas2 itu terlepas dan mendarat di..tumpukan eek kuda weee. Jin soo mengeluh, aku tahu pasti akan jadi begini. Bukan Kang Seung yeon kalau bisa mengerjakan dengan benar. "Kau tahu apa yang harus dilakukan kan?"

Seung Yeon mengeluh dan berusaha dengan sangat hati-hati memungut kertas-kertas itu tapi ia kehilangan keseimbangan dan jatuh ke tumpukan kotoran kuda ewww...yek hahaha kasihan banget sih anak ini.

Jin Soo : Astaga..ayo bangun..bangun, oh bau sekali. minggir
Jin Soo mengambil semprotan air
Seung Yeon : Apa? Apa yang akan kau lakukan?

Jin Soo nyengir sambil mengangkat semprotan air, kau harus dibersihkan...apa kau mau penuh kotoran kuda seperti itu? Jika kita tidak pakai ini, tidak akan bisa bersih benar2
Jin Soo mulai menyemprot dengan selang dan Seung Yeon lari. Jin Soo : Hei jangan lari!, diam rambutmu juga kena. Jin Soo senang sekali mengejar Seung yeon dengan selang air well kaya orang pacaran hehe..Jin Soo mengambil ember isi air dan menyiram ke Seung Yeon..lalu..

Seung Yeon mengambil kotoran kuda dengan tangan! hiii...dan mengejar Jin Soo dengan kotoran di tangannya, Ayo aku akan melempar ini...ayo...dan gantian sekarang Seung Yeon yang mengejar Jin Soo.

Kembali ke Ji WOn dan Eun Young. Ji Won menerima telp dari kantornya dan setelah selesai, Eun young berkata kau sepertinya sibuk, lebih baik kalau kau kembali?
Tapi Ji Won justru ingin menunggu sampai Eun Young keluar dari RS. Eun Young panik, tidak perlu. Kau tidak perlu mencemaskanku. Pergi saja jadwalmu padat kan?

Ji Won menggenggam tangan Eun Young. Eun Young langsung kesal tapi ia tidak bisa apa-apa, bahkan bergerak juga tidak bisa haha dan sepertinya Ji Won memanfaatkan situasi, dia mencium tangan Eun Young! kebayang Eun Young pasti pingin nendang Ji Won.
Ji Won berkata hei aku kecewa saat di ring, kau justru membela Jin Soo. Apa kau tahu betapa menderitanya aku? aku berpikir apa aku harus menyerah?

Eun Young : Lepaskan aku!
Ji Won : Aku pikir aku punya kekuatan itu..tapi begitu mendengarmu terluka..hatiku...Ji Won menunjuk hatinya..disini.
Eun Young : Hentikan. Cepat pergi..pergilah dalam 30 detik. Mobilku akan mengantarmu ke bandara.
Ji Won : Aku mengatakan semua ini dengan tulus.

Ji WOn memandang Eun Young dan tertawa. Eun Young kesal, berhenti tertawa. Ji Won berkata melihat Eun Young tidak bisa bergerak seperti ini, benar2 asyik. Jika Eun Young sehat pasti sudah menendangnya. Eun Young mengancam, nanti kalau ia sudah sehat pasti ia akan melakukannya.

Jin soo mengantar Seung yeon cari baju ganti, Jin Soo mendesah, kalau saja kau memegang kertas2 itu dengan benar, kau tidak akan menderita sekarang. Jika kau memikirkannya saat itu, kau tidak akan salah memilih warna, jika kau berpikir dsb dst..
Seung Yeon berkata aku akan beli baju dan bayar sendiri, aku juga punya uang.

Tapi setelah sampai di toko baju, Jin Soo mengikuti Seung yeon terus. Seung Yeon kesal, kenapa mengikutinya? Jin Soo berkata dia bosan. Jin Soo menawarkan baju2 yang norak dan Seung Yeon memilih bajunya sendiri. Jin Soo masih berkeras agar Seung yeon mengambil baju pilihannya, ini cocok dengan ukuranmu, aku tahu aku ingat ukuranmu.
Seung yeon : Oh benar2..
Seung Yeon sudah memutuskan baju yang lumayan normal, t-shirt dan rok. Dapat diskon lagi, dari 40 ribu Won jadi 30 ribu Won. Seung Yeon senang tapi saat membayar ternyata mesin credit card di toko itu rusak. Jadi harus bayar tunai, sayangnya Seung Yeon tidak punya uang tunai. Penjual itu minta Jin soo meminjamkan uang pada Seung yeon.

Jin Soo mulai usil dan berkata sudahlah aku akan membelinya untukmu, ini cocok untukmu. Jin soo menyanggupi membayar asal Seung yeon memakai baju pilihannya. Yang norak. Seung yeon : bagaimana kau berharap aku memakainya?
Jin Soo : Jika kau tidak memakai ini, aku tidak akan bayar.
Jadi Seung Yeon mau tidak mau memakai baju norak itu hahaha..
Jin Soo puas : Aku kira aku tidak akan kehilangan sekretarisku lagi. Kau bersyukur kan? ayo traktir aku ice cream!

Seung Yeon dan Jin Soo makan ice cream, sambil menunggu Dong Min (staf Eun Young), kalau Dong Min sampai kita akan kemana? Tapi Jin soo bilang itu rahasia.
Seung Yeon berkata ia akan cari tahu. Tiba2 ada bunyi handphone. Keduanya heran, Seung Yeon berkata bukankah kau bilang ponselmu ketinggalan? Jin soo berkata itu bukan ponselku. Tapi itu berasal dari kantong Jin soo. Jin Soo mengangkatnya dan ada suara : dimana kau?

Ternyata Eun Young, dia berkata aku minta orang untuk menaruhnya di kantongmu agar kau mudah dihubungi. Jin soo berkata baiklah kau menang, aku menyerah.
Ketika Jin soo masih bicara dengan Eun Young, Seung Yeon melihat sosok yang familiar, Han Ji Won! keduanya langsung waspada dan sembunyi di toko suvenir, tepatnya di ruang ganti.

Ji Won belanja. Jin Soo dan Seung yeon masih sembunyi, ice cream Seung Yeon menetes kena ke jaket Jin Soo. Jin soo kesal dan membalas dengan mengoleskan ice cream yang di jaket itu ke wajah Seung Yeon.

Ji Won sudah selesai dan mau pergi ketika ponsel menyebalkan itu berdering haha (kayanya tokoh di drama yg ku-recaps selalu punya masalah dengan ponsel ya, Gun Wook juga suka mengabaikan telp, kalau Jin soo malah dibuang telp-nya, hahaha most of my Korean guys are freak), dan itu membuat Ji Won tertarik apalagi melihat sepasang kaki di ruang ganti, wah lagi ngapain? Dan diintip lagi!

Ji Won tersenyum lebar saat melihat ternyata itu Jin Soo dan sekretarisnya! Hei apa yang kalian lakukan disana? Ji Won senang sekali.

Ji Won mengajak Jin Soo pergi jalan-jalan. Jin Soo mengeluh ini panas sekali. Ji Won : Alasan saja.
Sementara itu Dong Min sudah sampai dengan mobil dan Seung Yeon menunggu dalam mobil. Sambil mengamati keduanya, dia juga mengumpulkan batu2 jaga-jaga siapa tahu keduanya berkelahi lagi dan ia ingin menggunakan batu itu untuk membela Jin Soo hahaha...Dong Min heran apa yang kau lakukan? Seung Yeon berkata ia takut mereka akan mulai berkelahi lagi.

Jin Soo mengira Ji Won mau berkelahi lagi, tapi Ji Won berkata ia memutuskan untuk memaafkan Jin Soo. Jin Soo heran, mengapa?
Ji Won : Bagaimanapun aku ini lebih senior dan seharusnya berbesar hati. Apapun yang terjadi aku memaafkanmu. Aku tidak akan mengejarmu lagi.

Jin soo : Kau tidak bisa begitu saja melupakan itu dan bersikap biasa saja.
Ji Won : Aku kira kita akhiri saja.
Jin Soo berkata jangan memaafkan aku. Jangan mencariku lagi, aku benar2 mengerti kalau kau melakukannya.
Ji Won menegaskan ada satu hal yang kau harus janji, kau tidak boleh mempunyai perasaan apapun pada Eun Young, jangan pernah. Kau penulis dan dia penerbitnya. Hanya sejauh itu hubungan kalian. Aku tidak akan mengijinkan kalian untuk bertindak lebih dari itu.

Jin soo : Apa sebenarnya maksudmu..
Ji Won : Kita bertiga, bukan..kita berempat termasuk mendiang istrimu, kita punya masa lalu. Jangan kau kira karena Hee Soo sudah tidak ada lagi maka kau bebas melakukan semua kehendakmu.
Ji Won pergi.

Ji Won mendekati mobil Seung yeon dan hampir saja Seung Yeon melempar batu ke arahnya. Kau pergi? Ji Won menyapa Seung Yeon, kau sudah kerja keras, sekretaris. Selamat tinggal.
Ji Won penasaran : Apa yang kau lihat dari Jin Soo?
Seung Yeon : Apa?
Ji Won : Yah aku pikir wanita2 muda lebih suka bad boy, kalian akan menyesal kalau kalian semakin tua. Tidak..jangan terlalu dekat, kau akan terluka. Aku memberimu peringatan keras sebagai senior yang sudah pengalaman.
Seung Yeon bingung apa maksud Ji Won? Tapi Ji Won pergi dengan tidak lupa memberikan salam khasnya, plus kedipan mata hahaha.

Tapi itu belum selesai, Jin Soo punya tugas untuk Seung Yeon, kau harus pergi. Seung Yeon bingung. Jin Soo minta Seung Yeon mengirim pesan ke Ji WOn langsung.
Seung Yeon tidak mau, dia kan sudah memaafkanmu, kau sampaikan saja sendiri. Jin soo menolak, kalau aku bicara langsung maka dia akan membunuhku. Kalau dengan cara ini, dia tidak akan menemuiku lagi.

Seung Yeon tidak berani. Jin Soo mendesaknya, akhirnya Seung Yeon memberanikan diri datang mendekat ke mobil Ji WOn, dia mengetuk kaca mobilnya. Ji Won membukanya, apa?

Seung yeon : begini..itu, Bapak minta aku mengatakan pesan ini.

Ji Won : Apa? Apa?

Seung Yeon : Begini..ini seperti ini..

Ji Won : Ya, ayo lanjutkan...

Seung Yeon : Sunbae, aku tidak bisa mengatakan ini saat kita bicara tadi..jangan..mengenai President Seo..jangan mengikuti president Seo kemanapun seperti penguntit, kau terlihat sangat menyedihkan jika melakukan itu.
Ji Won kesal : Ini..si brengsek itu!

Seung Yeon : Dan..ada lagi..

Ji Won : Lagi? Apa itu?

Seung Yeon : Bapak berkata itu mewakili apa yang ia rasakan sekarang ini.

Ji Won teriak : Lee Jin Soo!!! kau benar2 gila Lee Jin Soo!! Ji Won langsung menyalakan mobilnya untuk mengejar Jin soo yang langsung ambil langkah seribu.
Jin Soo mengamati dari jauh dan ketawa.

Jin soo menceritakan itu pada Eun Young di RS, dia juga minta Hyun Ju istirahat saja, dia yang akan menggantikan berjaga. Eun Young tidak terlalu semangat mendengar cerita Jin soo apalagi ketika Jin Soo bilang sekretarisku lucu sekali. Eun Young kelihatan cemburu.

Eun Young : kelihatan-nya kau ke sini untuk main2 saja.

Jin Soo : Aku tidak main2.

Kemudian Eun Young tanya apa Sunbae mengatakn sesuatu yang aneh. Jin Soo heran apa maksudmu dengan aneh? Dia selalu mengatakan hal2 yang aneh, aku bahkan tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang tidak.
Eun Young minta Jin Soo pergi.

Jin Soo : Kau minta aku pergi? Lalu apa yang kau lakukan disini?

Eun Young : Kembalilah dan istirahat. Kau belum istirahat dua hari ini.

Jin Soo: Aku lelah memang jadi ..kau tidak apa-apa sendiri?

Eun Young : Sejak kapan kau mulai perhatian dengan apa yang kurasakan?

Jin Soo : Ya sudah aku akan kembali besok pagi. aku pergi.

Tapi Jin Soo kembali lagi. Eun Young heran, kenapa kau kembali? Jin soo membuka kulkas di kamar Eun Young, apa ada yang bisa dimakan? Apa kau mau? Jin soo menawari Eun Young?

Eun Young : Wow..aku tersentuh, aku rasa seharusnya aku tinggal disini lebih lama lagi untuk menerima perhatianmu. Aku mengerti sekarang, Penulis Lee Jin Soo punya 2 kelemahan, airmata dan kesakitan. Jika aku tahu ini, aku akan menangis dan sakit lebih sering, tapi aku tidak biasa dengan dua hal itu, dan itulah mengapa kau tidak pernah memperlakukan-ku seperti sekarang.

Jin Soo : Kau tidak seharusnya menangis atau sakit. Apa untungnya mendapat perhatian dariku? Jika kau seperti itu, kau tidak akan memiliki pesona dingin-mu. Pesonamu yang dingin itu adalah kekuatanmu. Jika kau jatuh sakit tiap hari atau lemah, kau mungkin akan kehilangan pesonamu.

Eun Young : benarkah?

Jin Soo : Ya.

Eun Young : Jadi untuk mempertahankan pesonaku, aku harus pura-pura kuat sementara aku sakit dan menahannya padahal aku ingin menangis? Apa artinya itu? Aku harus menahan konsep ini untuk menjaga imageku. Hidup sepertinya tidak adil.

Hyun Joo membereskan baju2 Seo Eun Young dan ia ngobrol dengan Kang Seung Yeon. Hyun Ju berkata suatu hari ia akan menemukan penulis seperti Lee Jin soo dan akan mendirikan perusahaan penerbitannya sendiri. Kalau Penulis Lee diberikan komisi lebih besar apa ia akan datang padaku?

Seung Yeon : Tapi bukankah Pak Lee harus kerja dengan President Seo?

Hyun Ju : Tentu saja, aku cuma bercanda. Kecuali Presiden Seo menendang Penulis Lee, dia tidak akan pernah meninggalkan Presiden Seo.
Seung Yeon : Apa? mengapa?

Hyun Ju : Hari itu saat konferensi pers diadakan dan ia menghilang tanpa alasan, mereka bahkan bicara selama sejam ketika itu. Kemudian, dia lenyap lagi tanpa jejak, lebih dari setengah tahun, ketika dia kembali, dia bersikap seolah-olah tidak ada apa-apa. Sekarang sudah banyak perubahan.

Seung Yeon heran lalu selama ini apa yang dilakukan keluarga Lee Jin Soo. Hyun Ju menjawab orang tua penulis Lee sudah lama meninggal dia hanya punya kakak perempuan yang tinggal di Amerika, mereka paling ketemu cuma setahun sekali. Jadi Presiden Seo adalah satu-satunya kenalannya yang dekat dengannya.

Seung Yeon : oh begitu, itulah mengapa dia seperti itu.

Malam itu, Jin soo tidur di sofa RS menunggu Eun Young. Dia berbalik memunggungi tempat tidur Eun Young, tapi tidak tidur. Eun Young juga. Ada kilasan ingatan di benak Jin soo.

Eun Young menggedor sebuah kamar hotel : Lee Jin soo! Jin soo..
Eun Young menerobos masuk, Jin Soo duduk bersandar, kondisinya menyedihkan, alkohol dan pil dimana-mana, dalam kondisi setengah sadar. Eun Young mengguncang-guncang Jin Soo, bangun! bangun, menampar wajah Jin soo, kepala Jin soo terkulai ke sana-sini, matanya terbuka tapi pandangan-nya kosong.

Eun Young memegang secarik kertas, mengangkatnya ke muka Jin Soo, lihat ini. Ini kontrak kita. Kau sudah melihatya, kau menyetujuinya. Kita sudah tandatangan. Kau sudah tanda tangan dan menyetujuinya. Kau harus mendedikasikan waktumu untuk menulis sekarang. Apa kau mengerti?

Tiba-tiba Jin soo mengangkat kepalanya dan mulai sadar, airmata keluar dari matanya.

Dong Wook mengintip ke kaca di coffee shop milik ayah Seung Yeon (Minggu tutup), adik Seung Yeon, Seung Chul juga melihat keluar jadi lucu sekali. Seung Chul kaget, kau ini mengagetkanku. Kami tutup. Toko kue yang disana itu juga menjual kopi, kau kesana saja.

Dong Wook tanya apa sudah disini? Seung Chul bingung, apa yang disini? Dong Wook : aku hanya ingin tahu apa dia sudah kembali.

Seung Chul ternyata tidak ngeh maksud Dong Wook dan ia pikir Dong Wook berkata tentang jeruk dari Jeju, oh hallabong? Kami tidak menjual jus segar disini. Oh apa lagi ya yang dari Jeju, asem? nenas? Dong Wook pusing, ah lupakan.

Seung Chul : Apa kau bicara tentang kakak-ku? Apa kau mencoba tanya apa kakak-ku sudah kembali dari Jeju? Oh belum, tapi rencananya hari ini. Bagaimana kau kenal kakak-ku?

Dong Wook : Aku pernah beli Americano dari coffee shop ini sebelumnya. Seung Chul mengerti dan ia masuk ke dalam untuk lapor pada ayah dan neneknya kalau kakak sepertinya sudah punya pacar yang baik.

Dong Min mengantar Jin soo dan Seung Yeon kembali ke Seoul. Jin Soo ingin mampir ke RS tapi Dong Min berkata oh kita tidak perlu ke RS. Presiden sudah kembali ke Seoul pagi tadi.
Jin soo heran, sudah pergi?

Dong Min membenarkan, President Seo sudah keluar dari RS pagi ini, dia berkata ada banyak yang harus dikerjakan. Jin soo heran, tanpa bicara apa-apa padaku?
Dong Min mendapat telp dari Eun Young yang memastikan keberangkatan keduanya. Jin soo ingin bicara dengan Eun Young. Dong Min berkata wah sudah ditutup telpnya. Jin soo minta ditelp lagi. Dong Min pura2 menelepon Eun Young dan berkata kalau line Eun Young sibuk, aku akan mencobanya lagi nanti.

Akhirnya mereka sampai di apartemen Jin soo hanya herannya Dong Min menurunkan mereka di pintu belakang. Jin soo heran mengapa lewat pintu belakang?
Dong Min beralasan, ada perbaikan di bagian depan gedung. Jin soo masuk dan merasa, ada yang aneh.

Benar saja, ketika Jin Soo sampai di apartemen-nya, Eun Young sudah ada di situ plus reporter TV yang ingin wawancara dengan Lee Jin Soo. Jin soo otomatis berbalik mau kabur dan ditahan oleh staf Eun Young, para staf menahan sambil mohon maaf pada Jin Soo.

Terlambat untuk melarikan diri. Eun Young mengenalkan Jin soo pada sutradara dan Jin Soo melotot marah pada Eun Young, tapi tersenyum manis pada sutradara, apa kabar Penulis Lee, saya Chang Eun Soo dari Stasiun Vision.

Jin soo : Ah ya..ya

Chang : Saya dengar anda ke Jeju, jadi saya bertemu Presiden dulu. Saya sudah menerima konten utamanya tapi ini adalah proyek spesial kan? Saya minta maaf karena mengganggu jadwal anda yang padat.

Jin soo : Ah tidak tidak

Jin soo pergi untuk ganti baju. Eun Young menemuinya. Eun Young janji ini adalah terakhir kalinya ia minta Jin soo mengadakan wawancara. Mulai besok aku benar2 tidak akan mengganggumu lagi.

Eun Young : Yang lain akan kubatalkan asal kau melakukan yang satu ini saja.

Jin Soo : Aku sudah bilang, aku akan melakukan apa saja kecuali wawancara TV.

Eun Young : Mereka berkata akan memberikan satu jam penuh, kesempatan ini tidak datang dengan mudah. Mereka akan mempublikasikan perusahaan dan juga cafe.

Jin Soo : Jadi kau sudah merencanakan ini sejak dari Jeju?

Eun Young : Apa?

Jin Soo : Aku sudah bilang untuk dirawat di Seoul, tapi kau berkeras tinggal. Kau takut aku tidak akan muncul jadi kau mengatur untuk meninggalkan RS sendiri, apa kau pikir aku tidak akan ada disana ketika kau keluar dari RS? Jadi kau pergi begitu saja untuk mengatur ini? Aku menjagamu seminggu penuh di RS, siapa tahu kau merencanakan ini sambil tidur di RS. Ini benar2 Seo Eun Young.

Eun Young : Berhenti melihat seperti itu. Aku ini jahat. Aku mungkin akan tersenyum diluar tapi aku juga tidak suka. Apa kau kira aku ingin seperti ini?
Eun Young mengusulkan bagaimana kalau kita akhiri kontrak setelah buku ini. Aku takut kalau kita terus begini kita akan berakhir di pengadilan.

Jin Soo : Kau akan menang dan tidak perlu takut dan aku akan berakhir.
Eun Young : Apa kau berpikir aku benar2 senang kalau berakhir demikian?

Jin Soo : Tidak?

Eun Young : Tidak.

Jin Soo : Apa benar?

Eun Young : Jika kau benar2 tidak suka ini...

Kata-katanya terpotong karena tim make-up masuk, Apa kami bisa mulai merias sekarang? Ya silakan.

Seung Yeon masuk dan Jin soo langsung menatap-nya bukan sembarang tatapan tapi penuh makna dan ia ingin Seung yeon melakukan sesuatu.

Jin soo mengenalkan Seung Yeon, ah ini ini...temanku yang bekerja denganku.
Seung Yeon dan make up artis itu saling memberi salam.
Jin soo ke Seung Yeon : Sayang..kau sudah kerja padaku 3 bulan lebih kan?
Seung yeon bingung : Apa? ya benar..
Jin soo : Jadi sekarang kau pasti mengerti maksudku hanya dengan melihat mataku.
Seung Yeon : Apa?

Make up artist : Tuan tolong lepas kaca mata anda, apa anda bisa menutup mata sebentar?

Make up artist itu berusaha membedaki Jin soo tapi Jin soo berusaha memberi isyarat mata pada Seung yeon. Seung Yeon asli bingung.

Seung Yeon berpikir apa sebenarnya maksud Jin Soo, apa maksudnya hanya dengan melihat matanya? Apa yang ia inginkan..

Acara hampir mulai, pengarah acara berkata pada Jin soo, jika sudah mengerti scriptnya, kita bisa langsung mulai. Tolong duduk di sisi President Seo.
Tiba-tiba Jin Soo berkata, tunggu..tunggu, ada kata-kata yang ingin kukatakan tapi aku lupa.

Sutradara : Anda bisa menggunakan catatan untuk bicara.
Jin soo minta ijin mencari bahan kata-katanya di perpustakaan.

Sementara itu Seung Yeon mulai belajar mengerti Jin Soo. Dia jalan dengan santai di kantor dan ketika tidak ada yang memperhatikan Seung Yeon mengambil barang2 Jin Soo. Lalu turun ke perpustakaan, jalan seperti biasa dan menggeser rak buku yang menahan pintu belakang, cukup untuk jalan satu orang, membuka pintunya dan membiarkannya saja.

Jin Soo keluar dan melihat jalan melarikan diri yang sudah disiapkan Seung Yeon. Jin Soo jalan dengan santai ke arah rak buku dan bergegas keluar dari pintu yang dibiarkan terbuka oleh Seung Yeon, langsung melompat ke dalam taksi dimana Seung Yeon sudah menunggu di dalam taksi dan langsung cabut!!

Para staf, Hyun Ju, Dong Min dan juga President Seo mengejarnya, dia di bawah! cepat! cepat..mereka mengejar keluar dari apartemen sampai ke jalan tapi terlambat. Jin Soo sudah kabur.

Penulis Lee! penulis Lee oh tidak! Kumohon jangan pergi! jangan pergi!

Ini benar-benar keterlaluan. Eun Young tidak habis mengerti, siapa yang tadi bersamanya? Apa itu Kang seung Yeon?
Hyun Ju : Ya

Di dalam taksi, Seung Yeon berkata ia cemas bagaimana kalau Jin soo salah dan menuju pintu luar, ternyata kau mengerti.
Jin soo tanya : risetku?
Seung yeon : Sudah sudah semua..aku sempat cemas tadi kalau kau mengambil rute yang lain.

Tapi Jin Soo senang sekali dan dari belakang tempat duduk dia langsung mengacak-acak rambut Seung Yeon..sambil senyum girang

Coffee House (Episode 5)


Eun Young datang ke kantornya, stafnya mengucapkan selamat pagi, masuk ke ruangan-nya dan dengan semangat melihat keluar jendela dan what?

Han Ji Won menatap Eun Young dengan tatapan tajam dan sinis dari jendela di gedung sebelah. Eun Young langsung menutup tirai kembali, huh apa itu? hahaha Ji Won marah karena sudah tahu kalau dikerjain.

Lee Jin Soo masih heboh dengan dominonya. Seung Yeon mencoba mengingatkan bossnya : berhenti main2 dengan itu, ini sudah jam 1 siang.

Jin Soo berkata : sampai jam 2.

Seung Yeon : Bukankah kau itu pro? kenapa tidak menepati janjimu?

Jin Soo berkata : Aku menepati janjiku, aku baru saja memasang alarm

Jin Soo tetap berkeras ia akan menyelesaikan dominonya. Tiba2 ponsel Seung Yeong bunyi, dari president Seo. Eun Young mendengar Jin Soo masih main domino. Eun Young berkata pada Seung yeon : pergi dan injak dominonya.

Seung Yeon : Eh?

Eun Young : Aku bilang injak cepat! katakan saja aku yang menyuruh, aku akan tanggung jawab. Apa kau mau melawanku?

Seung Yeon ragu2. Sedangkan Jin Soo masih asyik dengan dominonya yang hampir selesai, ia berhenti sejenak karena menempel lagi posternya yang terkelupas dan yang what? memiliki stiker bunga sama dengan yang ditempel Eun Young di kantornya, astaga..dua manusia ini memang mirip, maksudku Lee Jin Soo dan Seo Eun Young hahaha..

Seung Yeon akhirnya melangkah mengendap-endap sesuai aba2 Eun Young di telp, 1, 2, 3..dan Seung Yeon menginjak domino Jin Soo yang langsung......roboh satu demi satu, Jin soo awalnya tidak menyadari tapi ia tertegun ketika dominonya jatuh sampai yang terakhir di depan mukanya. Jin Soo diam dan meletakkan domino terakhirnya. Sunyi...
Eun Young tanya : bagaimana? kau sudah menginjaknya?

seung yeong mengeraskan suaranya, aku melakukan ini atas perintah presiden Seo. Lalu Jin Soo murka! semua domino diangkat dan dihamburkan, dibuang, ia benar2 marah, Eun Young mendengar semua dari telp, dia kaget, apa dia semarah itu..lalu mematikan telp.

Manajer Dong Wook (yg kelihatannya mulai perhatian dengan Seung yeon) cemas dan tanya apa tidak apa-apa? Seung yeon bisa kena marah.

Eun Young hanya menjawab, ya wajar saja dia kena marah.
Dong Wook kaget, apa?
Eun Young : Kenapa dia mendengar perintahku? dia kan bukan sekretarisku, dia sekretaris Lee Jin Soo.
Dong Wook tanya apa tidak sebaiknya anda mengecek?

Benar saja, Jin soo memarahi Seung yeon habis2an, siapa yang membayar gajimu? Siapa yang kau dengar?

Seung yeon membela diri, Presiden bilang kau dibawah Go Publishing Company. Berarti aku juga ada dibawah Go Publishing Company.

Jin Soo masih kesal, jadi apa bayaranmu langsung dari Go Publishing Company? Kau ini payah dalam segala hal dan bahkan tidak bisa setia padaku? apa kau bahkan tidak tahu kau harus berdiri di sisi siapa untuk bertahan?

Seung yeon minta maaf, tapi Jin Soo sudah tidak mau dengar, dia mengambil papan dart dan membenarkan posisinya, dia mengambil 5 anak panah, Satu saja mengenai warna hitam, kau dipecat!!

Seung yeon bingung. Jin soo langsung mulai melempar. 1, 2, 3, 4 kena bidang putih. Seung Yeon berkata : Presiden seo terus saja mendesakku.

Jin Soo : jadi kau lebih takut pada presiden seo? Berarti kau tidak takut kalau aku memecatmu. Kau minta perusahaan untuk tanggung jawab, tapi apa presiden Seo mau tanggung jawab? Apa yang akan kau lakukan, siapa yang harus kau dengar di masa depan?

Seung yeon : Aku akan mendengarkan-mu.

Jin Soo puas dan mengangguk : Tapi sudah terlambat! dan ia melempar anak panah yang terakhir dan ..mengenai bidang hitam! Oh tidak..kau dipecat.

Seung yeon melongo. Jin Soo langsung berkata Kang Seung Yeon sshi, terima kasih atas kerjasamanya dan menyalami Seung Yeon sampai tangannya berguncang. Jin Soo menyambung, kau pikir aku akan mengubah pikiranku dan membatalkan keputusanku? Seung Yeon mengangguk. Jin soo berkata : Aku tidak akan membatalkannya.

Eun Young akhirnya datang, Penulis Lee, berhentilah main domino dan mulai menulis. Jin Soo menjawab : Bawa saja dia.

Eun Young bingung, dia kan sekretarismu, mengapa aku harus membawanya? Jin Soo kalem berkata aku baru saja memecatnya.

Eun Young : Benar? dan melihat ke arah Seung Yeon, kau dipecat karena mendengarkanku? benar?

Seung yeon mengangguk. Eun Young hanya bisa menghela nafas, sayang sekali.

Eun Young menoleh ke Jin Soo, kau selalu jahat, hei pertimbangkan lagi atau aku akan merasa menyesal.

Jin Soo cuek : kalau kau merasa menyesal kau bisa merekrutnya.
Seung yeon lemas dan membenahi laptop dan barang2nya lalu mohon pamit. Jin Soo sama sekali tidak membalik melihat Seung yeon, ya kau tahu jalannya.

Seung yeon keluar dari apartemen Jin soo. Eun Young tidak percaya dan duduk di samping Jin Soo : Aku tidak mengira akan sejauh ini. Karena kau melakukan itu, dia tidak akan mendengarkan aku lagi. Dia pasti menangis sepanjang jalan, kalau kau tidak benar2 berniat memecatnya sebaiknya kau panggil dia sekarang.

Jin Soo : Aku pernah bilang dia itu bodoh kan? dia tidak akan mengerti kalau aku bilang baik2. Dia baru sadar kalau sudah menangis 3-4 hari.

Eun Young : Kau benar2 jahat.
Jin Soo : Kau lebih jahat 10% dariku.
Eun Young : Tapi mengapa tidak benar2 memecatnya?
Jin Soo : Kenapa kau selalu minta aku memecatnya?

Eun Young beralasan karena Seung Yeon tidak bisa membantu apapun. Jin Soo berkata bukankah lebih baik daripada tidak ada sama sekali.

Kemudian saat Eun Young beranjak, Jin Soo menyadari kalau ternyata pinsil yang ia pakai bukan hasil rautannya, lihat..lihat..

Eun Young balik lagi dan Jin Soo berkata kadang dia melakukan hal2 yang tidak terduga. Aku menggunakan pinsil ini karena kukira ini rautanku. Ternyata ini hasil kerjanya. Aku sebenarnya ingin membuat ia menderita beberapa hari tapi akan segera kuakhiri.

Jin Soo akan menelepon Seung yeon tapi dia berhenti lalu berkata : lebih baik kubiarkan dia menangis 24 jam dulu.

Sementara itu Seung Yeon menangis sepanjang jalan : Ini benar2 keterlaluan. Orang macam apa dia? Kasar sekali, benar2 orang yang egois.
Tiba2 mobil Han Ji Won mendekat, Nona...kau sekretaris Jin Soo kan?

Seung Yeon memberi salam dan menjawab tapi sekarang aku bukan sekretarisnya lagi. Ji Won berhasil membujuk Seung Yeon kembali ke apartemen Jin Soo. Seung yeon menekan bel dan berkata dengan cemas, dia bukan orang yang gampang dibujuk. Ji Won meyakinkan, dia akan mendengar kata2ku.

Begitu pintu dibuka, Jin Soo tersenyum melihat Seung Yeon tapi Ji Won langsung menyerang Jin soo : Kau brengsek!!

Ji Won langsung menahan Jin soo ke tembok. Seung yeon panik, mengapa..mengapa kau seperti ini? Ji Won tidak peduli, ia menantang Jin Soo tinju!

Benar, keduanya langsung pergi ke gym, ke ring tinju lengkap dengan sarung tinju. Jin Soo mengeluh, dia tahu bukan tandingan Ji WOn dalam tinju. Dia ngomel ke Seung yeon, aku baru saja memecatmu dan kau langsung balas dendam.

Seung Yeon panik, dia bilang akan membantuku, dia bilang dia kenal denganmu sejak lama dan akan bicara baik2. Aku benar2 tidak tahu akan jadi seperti ini.
Jin soo : Aku pernah berkata aku tidak pernah dekat dengan orang ini kan? Kau tidak pernah mendengarku tapi kau mendengar orang lain dengan baik. Ini benar2 mengherankan.

Ji Won menantang ayo kesini cepat. Jin soo mau tidak mau maju dan jelas saja, Jin soo bukan tandingan Ji Won, dia terus saja menghindar, meskipun bisa mendaratkan pukulan, Jin soo mendapatkan pukulan lebih banyak lagi dari Ji Won.

Seung Yeon panik dan menelepon Eun Young, bagaimana ini mengapa mereka bertanding tinju? Eun Young kaget dan ingin bicara dengan Ji Won. Seung yeon berkata tidak mungkin mereka sedang berkelahi. Seung yeon minta Eun Young datang, ke stadion tinju di perempatan jalan dekat bank. Eun Young mengeluh ah aku benar2 akan gila.

Jin Soo lalu jatuh dan pingsan. Seung Yeon ketakutan, pak! Pak..apa yang terjadi. Ji Won : hei, hei, Lee Jin Soo..bangun.

Tapi Jin Soo tidak kunjung bangun. Akhirnya dengan full style, Ji Won melompat keluar ring, Seung Yeon naik ke ring dan bingung, pak..pak..dia menggoncang2 Jin Soo dan memijit pundaknya tapi Jin Soo tidak bergerak, saat Seung Yeon panik, Jin Soo melirik sedikit ke arah Ji Won. Ternyata Jin Soo pura2 pingsan.

Seung yeon teriak apa yang harus kulakukan? bagaimana jika ia benar2 tidak bangun?
Ji Won menjawab kalem, Non, tujuanku memukulnya adalah membuatnya tidak bangun. Seung yeon : Tapi ini benar2 keterlaluan..Pak bangun..apa yang harus kulakukan..

Seung yeon semakin panik dan ia berusaha melakukan CPR haha..Seung yeon meniup mulut Jin Soo! Jin Soo kan pura2 pingsan jadi dia kaget sekali, matanya terbelalak dan dia terbatuk2 mendorong Seung Yeon.

Jin Soo meludah dan melap bibirnya, apa yang kau lakukan!! Oh Tuhan! ini menjijikkan! (bukan adegan romantis yang biasanya terjadi)

Seung Yeon kaget, marah campur aduk, jadi kau tidak benar2 pingsan? dan celakanya lagi suaranya cukup keras sehingga Ji Won yang sudah keluar dari ruangan mendengar dan masuk lagi ke dalam!

Seung Yeon masih marah, apa kau tidak bisa berhenti main2? Ini membuat orang jadi gila!
Jin Soo menjawab siapa yang main2?

Ji Won masuk lagi, Lee Jin Soo kau ini benar2 ..apa kau ingin main-main denganku sampai akhir? kau benar2 akan mati! ayo coba main2 lagi. Ji Won menyerang Jin Soo dan kali ini sama sekali tidak bisa dihentikan.

Seung yeon sia-sia saja memohon dan minta keduanya berhenti berkelahi sampai Eun Young datang dan teriak, hentikan! Eun Young naik ke ring dan langsung memisah keduanya. Ji Won marah jangan ikut campur, minggir!

Eun Young : Aku minta kau berhenti!
Ji Won : Minggir!

Eun Young : Hentikan! Apa kalian ini anak SMU? mengapa sangat kekanak-kanakan? Ayo bicara.
Seung yeon berlari mendekati Jin Soo, Pak kau tidak apa-apa?
Jin Soo terengah-engah, apa aku kelihatan tidak apa-apa?

Setelah itu, Jin Soo dan Seung Yeon keluar. Jin Soo memarahi Seung Yeon, apa kau tidak bisa membedakan aku pingsan atau pura-pura pingsan? Apa kau benar2 tidak tahu?
Seung Yeon heran bukankah biasanya pria itu mau menang, mengapa Jin Soo tidak mencoba mengalahkan Ji Won. Bukankah profesional itu akan melakukan yang terbaik?

Jin Soo mencibir, bukan melakukan yang terbaik kau salah, tapi memusatkan perhatian dan kekuatan pada hal yang membutuhkan perhatian, itu profesional.
Lalu Jin soo berkata lagipula mengapa kau tiba2 tadi melakukan CPR, aku kaget, kau pasti terlalu sering melihat drama. Dasar.

Kemudian Jin Soo ingat kalau bajunya ketinggalan. Seung yeon berbaik hati masuk untuk mengambilnya, dan minta Jin Soo pulang duluan. Ketika di dalam, Seung Yeon tidak sengaja mendengar percakapan Seo Eun Young dan Han Ji Won.

Eun Young : Aku tahu kau sangat marah karena dikerjai, tapi siapa yang minta kami melakukan itu?
Eun Young : Kau tidak punya hak untuk bertindak sejauh itu. Ayo kita akhiri saja. Berhentilah mencemaskanku, carilah wanita lain. Kau adalah Han Ji Won, mengapa kau masih terpaku dengan masa lalu? ini tidak seperti kau. Dan juga..jangan pernah melukai Penulis Lee lagi. Jika terjadi sesuatu lagi, aku tidak akan melepaskanmu!

Ji Won : Mengapa?
Eun young heran apa maksudmu mengapa? Lee Jin Soo adalah aset perusahaanku! Jika dia luka atau terjadi sesuatu dengan-nya, aku benar2 tidak akan melepaskanmu.

Ji Won tidak percaya, aset perusahaan? Apa kau benar2 marah karena aset perusahaan? Apa sebenarnya hubungan kalian? ketika aku tidak ada, kemana hubungan kalian?
Eun Young : Apa maksud kata-katamu?

Ji Won : mengapa pria yang tidak pernah peduli pada siapapun, membantumu? Mengapa dia mengerjai aku demi kau?
Eun Young : Itu karena dia tidak tahan lagi! Dia pasti melihatku sangat menyedihkan.

Tapi Ji Won tidak setuju, bukan, pria itu punya motif lain kepadamu. Eun Young berkata Ji Won gila. Ji Won justru berkata, kalian tahu itu tidak akan mungkin, kau juga tahu itu.
Eun Young tertegun. Sepertinya ada sesuatu di masa lalu keduanya. Eun Young berkata dingin, kita selesaikan pembicaraan kita disini. Eun Young keluar dan melihat Seung yeon berdiri di koridor, Eun Young merasa malu. Lalu bergegas pergi.

Seung Yeon kembali ke apartemen Jin soo, dia meletakkan sweater Jin Soo dan Jin Soo minta es batu. Seung yeon berkata kalau ia pikir Jin Soo melakukan ini karena tidak suka pada Ji Won. Jin soo mengakuinya, lalu mengapa?
Seung Yeon ragu apa benar hanya itu motifmu? Jin Soo balik tanya apa yang ingin kau dengar? Seung yeon berkata sudahlah, oh kau minta es ya..

Seung yeon heran, bukankah aku tadi dipecat mengapa dia tidak bicara apa-apa? Apa ia lupa? Jika ia tiba2 ingat dan minta aku pergi, itu akan sangat memalukan. Aduh apa yang harus kulakukan?
Jin Soo langsung berkata dari ekspresimu ada yang ingin kau katakan.

Seung yeon : Pak kau sudah lupa kan? Kalau tadi aku baru dipecat? Aku pergi sekarang.

Jin Soo tidak menjawab dan hanya berkata bagaimana Seung yeon meraut pinsil ini?
Seung Yeon tersenyum lebar, aku menggunakan mikroskop untuk memeriksa pinsil2 itu. Jin Soo terlihat lumayan kagum, ia tidak pernah berpikir ada yang memakai mikroskop untuk menyelidiki pinsil itu.

Eun Young minta maaf pada Jin Soo. Jin soo berkata jika kau datang terlambat 5 menit saja, aku mungkin tidak akan bisa melihat matahari esok. Eun Young merasa Ji Won menyadari sesuatu ketika di Busan.
Eun Young tanya apa Sunbae mengatakan sesuatu padamu? Jin Soo heran, tidak, dia hanya bilang hal2 yang tidak berguna.

Eun young menegaskan, kalau dia datang dan mengatakan hal2 aneh, kau tidak boleh percaya apa katanya.
Malam itu Seung yeon belajar tentang CPR, seperti yang kuduga, ternyata CPR tidak bisa digunakan sembarangan. aku pikir CPR bisa dipakai kapan saja kalau terjadi kecelakaan.
Ponsel Seung Yeon bunyi, dari Eun Young : Ya Presiden.
Eun Young ingin minta bantuan Seung Yeon, aku tiba2 berpikir sesuatu dan aku ingin minta bantuanmu.

Seung yeon langsung menolaknya, apa ? Tapi aku tidak bisa, aku harus mendengar hanya kata2 Bapak mulai sekarang. Jika tidak aku akan diusir lagi.
Eun young berkata bukan itu, apa yang kau dengar tadi, tolong pura-pura tidak terjadi apa-apa, meskipun itu tidak benar, tapi tidak akan enak kalau tersebar. Seung yeon mengerti. Eun Young lega, maaf sudah mengganggumu di jam ini. Selamat malam.

Ada tamu datang di coffee shop Seung yeon, Selamat datang. Ternyata Dong Wook! Seung yeon heran, manager?
Dong Wook : Aku kesini untuk beli kopi. Apa ini coffee shop keluargamu? Seung yeon membenarkan, ya namanya Palace Coffee.

Seung yeon agak heran melihat penampilan Dong Wook yang funky haha..Seung yeon merasa penampilan Dong Wook mirip dengannya. Dong Wook : Apa kau punya American coffee?
Seung yeon : Ya, silahkan duduk. merebus kopi untuk barista profesional terasa memalukan.

Dong Wook minum kopinya dan berkata enak. Seung yeon berkata : bohong. benarkah?
Iya kata Dong Wook, ini sudah enak. Seung Yeon mengucapkan terima kasih. (hehehe manager Dong Wook mulai berani...)

Ponsel Seung Yeon bunyi dan ayah Kang mengangkatnya, langsung memaki: Brengsek. Ternyata yang telepon Jin Soo, ayah Kang minta maaf oh aku kira orang lain, aku kira kau mantan pacar Seung yeon. Ayah Kang mabuk lagi. Dan bercerita kalau Seung Yeon sangat menderita setelah ditinggal ibunya. Jin soo terlihat simpati.

Ayah Kang keluar dan tanya siapa itu? Dong Wook berkata ah anda pernah datang ke cafe perusahaan kami kan? Seung Yeon menjelaskan, ini manager dan ia tinggal di sekitar sini.

Ayah Kang memberi salam dan berkata aku serahkan Seung Yeon ke tanganmu sekarang, kumohon jagalah dia. (kaya kata2 di depan pendeta waktu nikah hahaha), Seung yeon menggeleng, ayah mabuk. Ayo. Seung Yeon mengantar Dong Wook keluar.

Setelah Dong Wook pergi, Seung Yeon melihat ada pesan, apa ini? nenek yang menulisnya? Ya, penulis Lee telp. Dia minta agar kau segera ke Gimpo Airport, jam 9.30 malam.
Seung Yeon kaget, sekarang? mengapa? neneknya berkata ia juga tidak tahu, terlalu berisik dan aku tidak bisa dengar jelas, telp saja dia sendiri. Pakai pakaian formal.

Seung yeon lari2 ke bandara dan menemui Jin Soo, kita mau pergi kemana?
Jin Soo : bukankah aku minta kau mengenakan baju formal?
Seung yeon : Iya, ini adalah baju formal yang kumiliki.

Jin Soo melihat jamnya, tidak ada waktu lagi, ayo pergi. Seung yeon bingung, kemana? Jin Soo menjawab, pulau Jeju. Apa?? Menghadiri pemakaman? (dan baju Seung Yeon warnanya shocking pink!)
Jin Soo : Itulah mengapa aku minta kau memakai baju formal.

Seung yeon bingung, kalau pemakaman tidak bisa pakai baju seperti ini, apa kita bisa beli baju? Jin Soo berkata ini sudah jam 11 malam, dimana bisa beli baju?

Akhirnya diputuskan, Seung Yeon tidak boleh masuk dan Jin Soo berkata akan menjemput Seung yeon setelah acara selesai. Pergilah ke dekat sini dan menunggu. Kau tidak bawa ponsel?

Seung Yeon terburu-buru sehingga lupa bawa ponsel. Jin Soo : baiklah, kalau begitu kau tunggui disini dan jangan kemana-mana.
Seung Yeon tanya berapa lama acaranya kira2? Jin Soo berkata aku akan memberi hormat dan hadir kira2 30 menit setelah itu aku akan pergi. Hei..kau tidak punya jam?

Seung Yeon berkata dengan lemas, aku biasanya menggunakan jam hanphone ku. Jin soo pergi.
Seung Yeon mengeluh nenek keterlaluan, seharusnya ia bilang kalau ini acara pemakaman. sigh...

Ini adalah pemakaman orang dari dunia penerbit yang juga dihadiri oleh staf penerbit lainnya termasuk President Seo. Eun Young ingin Jin Soo bertemu banyak orang. Jin Soo seperti biasa segan, Eun Young mendesak, jika kita membiarkan kesempatan ini berlalu akan sayang sekali. Aku percaya kau tahu sopan santun.

Jin Soo gelisah, sudah 1 jam (Seung Yeon menunggu). Eun Young bertemu seorang kolega yang akan segera berangkat ke Jepang besok pagi, dan minta apa pembicaraan bisa dilanjutkan di tempat yang lebih tenang. Jadi mau tidak mau, Jin Soo ikut dalam rombongan Presiden Seo.

Eun Young memuji Jin Soo karena bisa menjaga sikap. Jin Soo tanya jam berapa ini. Sudah jam 2 pagi! Astaga, Jin Soo minta diantar balik ke RS, ada yang kulupakan. Eun Young heran, apa yang kau lupakan?

Jin Soo : Sekretarisku.
Eun Young : Kang Seung yeon juga ada disini? Bagaimana kau bisa lupa sekretarismu? Kau keterlaluan.

Jin soo : Aku sibuk sekali hari ini
Eun Young pusing, Tuan Park menunggu kita. Akhirnya sopir Seo Eun Young berkata dia akan mengantar mereka ke pertemuan dan akan segera menjemput Kang Seung yeon.

Beberapa saat setelah pertemuan, Jin Soo dan Eun Young ada di sebuah rumah. Jin soo gelisah menunggu telp dari sopir Eun Young. Sudah jam 2 pagi, dan ia langsung mengangkat ketika ada telp masuk, apa kau sudah melihatnya?
Sopir : Belum, aku masih di perjalanan, aku akan sampai dalam 30 menit.
Jin Soo : Kalau kau melihatnya, telp aku segera. Aku tutup ya.

Eun Young tidak begitu cemas, dan dengan ringan berkata jika kau berpikir lagi, dia hanya beban yang tidak berguna dan menimbulkan masalah.
Jin Soo : apa?
Eun young : ya wanita seperti itu, jika ia mendaki gunung maka kakinya akan terkilir dan seorang pria akan menggendongnya turun. Jika ia pergi berenang, dia akan jatuh ke air dan seorang pria akan menggendongnya keluar. Sedangkan ada wanita lain yang harus berusaha sendiri. Tapi wanita ini hanya diam saja dan berkata "tolong aku!" selamatkan aku!

Jin Soo : Apa dia melakukan sesuatu yang membuatmu berkata seperti itu.
Eun Young kesal dan masuk ke ruangan-nya.

Tapi mungkin karena dia ngomong seperti itu atau karena tidak hati2 hahaha..Eun Young sedang di kamar mandi dan terpeleset, tanpa busana! wa...Eun Young sangat kesakitan dan tidak bisa bergerak, ia panik lalu telp Hyun Ju asisten-nya yang sedang ada di mobil untuk menjemput Seung yeon.
Keduanya bingung, bagaimana ini Presiden terpeleset dan luka. Sopir juga bingung, tapi bagaimana Kang Seung Yeon? Hyun Ju berkata bukankah kita harus mendahulukan yang kesakitan? Mereka akan balik lalu ingat hei..bukankah Penulis Lee ada di sana?

Hyun Ju langsung telp Lee Jin Soo. Jin Soo tanya apa kalian sudah menemukan Seung yeon? Hyun Ju berkata belum tapi tolong cek presiden Seo, dia sepertinya terpeleset dan luka. Tolong lihat apa perlu kami memanggil 119.

Jin Soo menyanggupi dan pergi ke kamar Eun Young. Jin Soo membuka pintu dan kaget melihat kondisi Eun Young. Obviously hahaha..

Eun Young juga malu sekali dan ia menelepon temannya yang dokter dan tanya aku tidak bisa gerak, apa aku lumpuh? temannya menasihati jangan berusaha bangun, berbaring saja, apa tidak ada orang?

Eun Young : Ada penulis Lee tapi aku tidak pakai baju, bagaimana aku bisa memanggilnya?

Jin Soo memutuskan untuk teriak dari balik pintu, Seo Eun Young! Apa yang terjadi? seserius apa lukamu? Hyun Ju meneleponku.
Temannya mendesak, minta Jin soo membantumu ke RS, lebih cepat lebih baik.
Jin Soo : Seo Eun Young, aku tanya bagaimana kondisimu? Apa perlu memanggil 119?
Eun Young : aku harus berdiri dulu, apa kau bisa mengambilkan aku baju?

Eun Young ke teman-nya : kalau ia masuk, bagaimana ? cepat pilih, satu : pura2 tidak terjadi apa-apa. Dua : malu. Tiga : cuek saja dan bercanda, mana yang kau pikir paling bagus?
Teman Eun young : Apapun itu, memang agak aneh.
Eun Young : cepat, ini penting.
Temannya akhirnya memutuskan pilihan ketiga, cuek saja dan bercanda. Eun Young setuju, cuek, cuek saja..ya aku pikir juga yang paling baik.

Jadi saat Jin Soo masuk, Eun Young berkata lemparkan saja selimut kepadaku. Kau ini hati2 sekali, kau malu ya? Mengapa? setelah melihatnya sendiri, apa keberanianmu meninggalkanmu? ya aku bisa mengerti, tubuhku memang bagai emas tanpa cacat.
Eun Young terus menggoda Jin Soo (padahal ia sendiri menahan malu) Jin Soo tanya apa kau bisa gerak. Sepertinya aku harus menggendongmu. Eun Young berkata mau menggendong di punggung atau di lenganmu, anggap saja sebagai kehormatan.

Jin Soo : Sebaiknya hentikan bertingkah memalukan seperti itu. Dalam situasi seperti ini, aneh kalau kau jadi tebal kulit.
Eun Young : Jangan ketawa, mati kau!

Jin Soo mengangkat Eun young dan meletakkan ke tempat tidur lalu ingin memanggil 119. Eun Young panik, itu..itu bajuku. Jin Soo : Baju?
Eun Young menunjuk tasnya, ada baju disana, lebih gampang pakai itu.

Jin Soo : Apa kau bisa memakai ini?
Eun Young minta Jin Soo membantunya memasukkan baju ke kepalanya.

Jin Soo akhirnya mencoba memakaikan baju Eun Young secepat mungkin, keduanya merasa malu. Eun Young : Apa yang kau lakukan? kemana tanganmu itu? jangan sentuh aku, jangan sentuh itu!
Jin Soo : Aku tidak menyentuh apapun.
Eun Young : Jangan lakukan itu!
Jin Soo : Apa ini?
Eun Young : Aku bilang jangan sentuh aku!
Jin Soo : Apa yang kulakukan? Geser pantatmu ke bawah
hahahaha...begitulah kalau Jin Soo membantu Eun Young pakai bajunya, memalukan memang.

Jin Soo menyindir Eun Young, sekarang mirip dengan gambaranmu tentang wanita yang tadi, apa yang berusan kau katakan tadi ya..jika dia mendaki gunung, dia pasti akan terkilir dan seorang pria menggendongnya turun. Jika dia berenang, dia akan jatuh ke air dan seorang pria akan menggendongnya keluar. Apa lagi yang kau katakan ya, untuk menggoda pria, gadis2 itu akan menunjukkan semuanya untuk dilihat, bukankah itu menggambarkan kau dengan tepat, Seo Eun Young?

Jin Soo memanggil 119 dan setelah ambulan datang, mereka memasukkan Eun Young ke dalam-nya. Jin Soo melihat semuanya dan ikut di dalam ambulan, sesaat pandangan Jin Soo silau karena lampu ambulan dan sebuah ingatan buruk melintas. Wajah Jin Soo muram.

Eun Young : hei kenapa dengan ekspresimu itu? oh "emas tanpa cacatku" masih mengganggu pikiranmu kan?

Jin Soo : Sudah kubilang kau salah persepsi, aku punya kenangan buruk dengan ambulan.
Eun Young terdiam, tampaknya memang ada kenangan buruk yang melibatkan keduanya.

Ambulan sampai ke lokasi RS yang merupakan RS tempat upacara kematian tadi. Jin Soo melihat sesosok gadis dengan baju pink yang familiar disana. Astaga..kemana sopirnya Eun Young?

Kang Seung Yeon masih berdiri di dekat RS. Jin Soo melihat jam, sudah jam 5.30 pagi!

Seung Yeon marah, kesal, dan teriak ketika Jin Soo datang, jam berapa ini sekarang?

Jin Soo : 5.30 pagi

Seung Yeon : Bukankah kau bilang cukup 30 menit saja? kau sudah terlambat lama sekali. Aku menunggumu selama 6 jam.

Jin Soo sebenarnya marah pada dirinya sendiri tapi dia mengeluarkannya dalam bentuk kemarahan pada Seung Yeon : Tidak-kah kau memikirkan hal yang lain selain menunggu? karena aku tidak datang, kau seharusnya berpikir hal yang lain.

Seung yeon : tentu saja aku berpikir tentang itu, aku sudah memikirkannya baik2. Kau membuatku menunggu. Bagaimana jika kalau saat aku tidak ada dan kau datang? Jika kau tidak bisa menemukanku, maka kau akan memarahiku lagi. (aku sudah ketakutan dimarahi olehmu) Aku bahkan tidak berani pergi ke toilet dan terus saja menunggu.

Jin Soo dengan suara pelan : maaf

Seung Yeon : Apa?

Jin Soo : Aku bilang aku minta maaf karena keras padamu.

Jin Soo : Aku sudah bilang minta maaf kenapa kau melihat seperti itu? Jangan bilang ini kali pertama ada yang minta maaf padamu.

Seung yeon terpana dan ia langsung senang lagi, karena ini pertama kalinya Jin Soo minta maaf padanya. Karena aku tidak pernah berpikir kau akan minta maaf.

Jin Soo menghela nafas, ia sudah minta maaf. sekarang giliranmu. Ayo minta maaf, tidak membawa ponsel, berpakaian aneh bahkan melupakan jam tanganmu.

Seung yeon : Aku juga minta maaf.

Jin Soo : Tidak ada artinya, aku tidak akan menerima permintaan maaf.

Seung Yeon : Apa? tidak ada yang seperti itu.

Keduanya sudah lebih akur dan Jin soo menyuruh Seung yeon ke toilet dulu dan ia menunggu. Ketika menunggu, Jin Soo melihat ada ambulan lewat.

Ada flashback, seorang wanita dalam kondisi luka parah, darah dimana-mana, dengan tabung oksigen didalam ambulan, Jin Soo dan Eun Young duduk di samping wanita itu menangis sedih.

Eun Young di kamar RS, tertidur dan tiba2 menangis, ia mendapat mimpi yang sama.
Jin Soo tanya, mengapa kau menangis? kau mimpi buruk? Kau mengagetkan aku, kau menangis karena kesakitan? Kau mimpi apa?

Eun Young bingung dan menghapus air matanya...

Coffee House (Episode 4)


Han Ji Won membaca dan mempelajari buku tentang UFO, hmm teleport (bisa berpindah), mungkin ini benar2. Tiba-tiba stafnya masuk memberikan paket. Ji Won heran siapa yang mengirimnya? Tapi tidak ada nama pengirim. Isi paketnya : dompet dan ponsel milik Ji Won.

Ji Won awalnya lega, tapi ia lantas curiga, apalagi uangnya masih utuh. Siapa yang mengirim, bagaimana orang itu tahu alamatku? Ini tidak benar, alien tidak akan mengirim ini dengan paket. Ji Won kelihatan bingung, ada apa? stafnya heran.

Ji Won : Kunci mobil. Mengapa mereka tidak mengembalikan kunci mobilku?

Kuncinya ada di tangan Lee Jin Soo. Jin Soo tanya apa Seung Yeon bisa menyetir mobil. Seung Yeon mengiyakan, apa Bapak beli mobil? Tidak jawab Jin Soo.

Jin Soo : Pergilah ke parkir di basement, tekan saja tombolnya, kau akan tahu kunci ini milik mobil yang mana.
Seung Yeon : Apa?

Akhirnya Seung Yeon pergi juga dan membawa mobil itu ke lokasi tertentu. Jin soo : Keluarkan mobil itu dan parkir di sana. Seung Yeon tidak mengerti tapi ia menurut ketika diminta parkir di lokasi pembangunan.

Ji Won pergi ke apartemen Jin Soo dan berkata apa alien bisa seperti itu? Mereka bahkan mengirim paket, itu pasti perbuatan manusia.

Seung Yeon pulang dan berkata, Oh, esnya, aku..tapi Jin Soo memberi isyarat untuk diam.
Ji Won mengeluh, ah semua ini sudah menyiksaku. Jin Soo : Argh..orang itu, apa mungkin adalah penguntit yang menyukai Presiden Seo?

Ji Won tidak mengerti, penguntit? Jin soo berkata orang itu sudah menyukai Presiden secara diam2 dalam beberapa tahun dan melihatmu tiba2 muncul pasti membuatnya gila, jadi untuk memberimu peringatan, dia bahkan mengirim-mu ke tempat terasing itu.
Ji Won parahnya, percaya. Ya itu mungkin. Jin soo : Tentu saja..hati2 jika kau terlibat dengan orang seperti itu, itu berarti masalah.

Jin Soo : Aku pernah pergi ke RSJ untuk melakukan interview. Ada banyak orang yang jadi gila karena masalah cinta.

Ji won masih bingung tiba2 ponselnya bunyi. Jin Soo : Tunggu dulu. Itu bisa saja orang itu, mungkin ia ingin bicara denganmu, itulah mengapa ia mengirimkan ponselmu kembali. Jangan gugup. Angkat saja.

Ternyata dari pekerja bangunan, Apa kau pemilik mobil dengan nomor 6338? Ji Won membenarkan, kau siapa? Pekerja itu berkata, cepat datang dan pindahkan mobilmu, kau memarkir mobil di lokasi konstruksi dan langsung pergi begitu saja?

Ji Won bingung sekali, bagaimana mobilnya bisa disini? Pekerja itu berkata dalam lima menit, kau harus segera memindahkannya atau aku akan menghancurkannya.
Ji Won kesal, hei, apa kau tahu mobil ini mahal sekali? Aku akan segera memindahkannya...

Setelah Ji Won pergi. Jin soo ketawa geli. Seung Yeon tidak senang dan Jin soo justru tanya apa kau yakin kau parkir di pintu masuknya? Hei ada apa dengan ekspresimu? Baik aku tebak ya :
"Orang ini akhirnya gila dan melewati batas. Menyiksaku masih belum cukup dan sekarang dia memanfaatkan-ku untuk menyiksa orang lain. Mengapa aku memutuskan untuk menjadi sekretarisnya? Ketika ayah minta aku mengundurkan diri Seharusnya aku mendengarnya,"

Seung Yeon melongo dan berpikir bagaimana ia bisa tahu, Terus Jin soo berkata : "Tapi apa kau pernah berpikir? Untuk benar2 menyiksa seseorang, kau perlu waktu, uang, dan usaha. Tidak ada yang gratis di dunia ini. Apa kau tidak pernah berpikir itu? Kepada orang yang kau benci, mudah untuk marah padanya. Seperti kali pertama aku melihatmu, dan kau marah pada pacarmu. Tapi kau menggunakan otakmu dan membuatnya mundur otomatis. Itu tidak mudah, aku mengajarkanmu itu".

Kasihan Ji Won, di lokasi konstruksi, dia harus menghadapi sekelompok pekerja yang kesal dan menyuruhnya cepat2 membawa mobilnya pergi, sayangnya Ji Won tidak punya kuncinya. Maaf aku kehilangan kunciku, untuk buat kunci baru butuh waktu.
Pekerja itu tambah marah, kau main2 ya denganku?

Ji Won berusaha menenangkan mereka dan minta Jin Soo datang membantunya. Kemudian ada kurir datang, apa anda Tuan Han Ji Won? Ini ada paket untuk anda. Ji Won heran, bagaimana orang itu tahu aku di sini?

Ternyata itu paket es balok plus kunci mobil Ji Won di dalamnya. Beku. (benar2 otak kreatif yang gila.)

Semua bingung, apa-apaan ini, para pekerja akhirnya membantu Ji Won, mereka memukul es balok itu, mencungkil2nya, bahkan membakarnya. Akhirnya Ji Won berhasil mengeluarkan kunci mobilnya, ah berhasil! Ini benar2 berhasil ahahaha. Pekerja itu minta Ji Won segera pergi.
Ji Won pergi dengan malu, maafkan saya.

Di dalam mobil, Ji Won menemukan surat peringatan, Jika kau terus mendekati Seo Eun Young. Aku akan membuatmu seperti kunci mobil itu.

Ji Won menelepon Jin Soo, ini benar2 membuatku ketakutan. Aku tidak tahu orang gila mana yang melakukannya.

Jin soo : Aku sarankan kau jangan mencarinya (Eun Young) dulu beberapa hari ini.

Ji won : Mengapa? Apa aku harus memanggil polisi?

Jin Soo : Tentu saja tidak, orang gila seperti itu jika kau membuat mereka marah, maka sesuatu yang besar mungkin akan terjadi.

Ji Won : Eun Young..aku harus memperingatkannya.

Jin Soo : Jangan, kau hanya membuatnya takut. Katakan kalau kau sudah yakin situasinya.

Ji Won : Benar, kalau begitu ini rahasia kita.

Jin Soo : Beberapa hari ini, kau jangan menelepon Presiden Seo, jangan datang ke coffee shop-nya juga, orang itu mungkin akan mencuri dengar atau bisa saja ia adalah pelanggan di cafe. Jadi lebih baik tidak membuatnya kesal.

Seung Yeon mengamati Jin soo dan berpikir, ya untuk mengerjai seseorang kau harus melakukannya seperti ini agar terlihat benar2.

Jin soo : hei! apa?

Seung Yeon berkata ia senang, karena pada akhirnya bukan hanya dia yang bodoh, ada orang lain yang juga bodoh. Dia (Ji Won) itu awalnya waras, tapi kau mengerjai-nya seperti ini yang cukup membuatnya seperti itu (jadi gila). Jadi kau tidak mengerjai aku karena aku bodoh, tapi karen kau sangat bagus dalam mengerjai orang. Jika kau ini penipu kau sudah menghianati negaramu paling tidak dua kali.

Jin soo : Apa kau memujiku?

Eun Young di kantornya, dan ia menyadari sesuatu, tunggu..dia tidak menelepon-ku sekalipun hari ini, dia tidak mengirim sms, atau juga datang ke cafe. Apa benar2 sudah beres?

Eun Young tersenyum senang, Pengarang Lee. Kau sudah patuh akhir2 ini, Eun Young menempelkan stiker bunga ke poster Jin soo, oh tampannya dan menepuk2 kepalanya.

Seung Yeon pulang dengan bis, dia melihat Manager Dong Wook duduk di depannya. Seung Yeon mendatanginya, maaf manager. Tapi Dong Wook menjawab. Seung Yeon minta maaf karena sudah mengiranya bisu, aku tidak tahu kalau kau itu memang pria pendiam. Aku minta maaf.

Dong Wook berkata tidak apa-apa. Seung Yeon lega. Tapi justru keduanya jadi kikuk. Seung Yeon tanya dimana asalmu? Daegu, kata Dong Wook. Ah aku belum pernah ke sana, apa bagus tempatnya?
Dong Wook : Iya.
Seung Yeon : Ah kau benar2 tidak banyak omong, ya sudah dengar musik saja.

Tapi Dong Wook justru melepas earbud-nya. Tidak apa2 kata Seung Yeon, aku juga mau mendengar musik dan mau mengambil mp3-nya sendiri. Tapi Dong Wook justru mengambil earbud-nya lalu menempelkan ke telinga Seung Yeon. Wow romantis ..kelihatannya.

Dengar kata mereka dalam hati :
Seung Yeon : Apa ini? Aku tidak bilang mau mendengar musik sama-sama. Tapi jika aku bilang aku tidak mau mendengarnya sekarang, pasti akan sangat memalukan.
Dong Wook : Gadis2 sekarang sangat terus terang. Kita bahkan belum begitu kenal, tapi dia mau dengar musik bersama. Padahal aku mau mendengarnya sendirian.
Seung Yeon : Aneh sekali...benar2 aneh
Dong Wook : Sangat aneh...benar2 aneh

Paginya, Seung Yeon mampir ke cafe dan karyawan cafe mengatakan kalau Seung Yeon bisa mendapatkan kopi gratis, karena ia kerja di sini. Staf cafe juga heran, beberapa hari ini jarang melihat Seung Yeon. Seung Yeon berkata : Dia (Jin Soo) berkata tidak membutuhkanku dan aku bisa istirahat beberapa hari.

Karyawan di cafe kagum, wah andai aku juga bisa libur, enak ya jadi sekretaris penulis. Seung Yeon berkata kalau kau tahu apa yang harus kulakukan sebulan ini, kau tidak akan kagum lagi.

Seung Yeon mengunjungi Jin soo dan heran mengapa apartemen-nya gelap sekali? Pintunya tidak terkunci, dan Seung Yeon tidak sengaja menyenggol barisan kartu domino dan jatuh kemudian melihat Jin soo dalam ekspresi tidak karuan.

Seung Yeon : Mengapa kau?
Jin Soo : Itu belum selesai...pulang saja
Seung Yeon : Apa? Aku baru saja datang untuk kerja..

Jin soo : Aku sedang mengalami kebuntuan jadi tidak ada yang bisa kau lakukan. Pulang saja. Libur sehari lagi.

Paginya, Seung Yeon datang lagi. Jin Soo : Aku lupa menelepon, kau tidak perlu datang hari ini.
Seung Yeon : Apa? Tapi aku sudah datang.

Jin soo berkata kau pasti lelah juga, apa kau sudah melakukan sesuatu yang aku setujui? Seung Yeon mengaku belum ada. Jin soo : 10 pensil ditolak 5 kali sehari, itu berarti kau menghabiskan paling tidak 50 pensil per hari.

Kalau sebulan, berarti kau sudah meraut 1500 pensil! Kopi ditolak 10 kali sehari. Itu artinya kau sudah membuat 300 cangkir. jadi, kau seharusnya tahu sekarang, iya kan? apa kau bisa membantuku atau tidak? Jadi pulanglah.

Seung Yeon : Pak.

Jin soo : Aku belum tidur, otakku ingin mogok. Aku tidak bisa menulis jadi aku tidak bisa menyuruhmu melakukan apapun. Sekarang, yang bisa kau lakukan bagiku hanya meraut pinsil dan membuat kopi tapi kau tidak bisa melakukannya juga.

Seung Yeon : Aku sudah meraut pinsil dan membuat kopi.

Jin Soo: Jadi kau tidak perlu disini, pulanglah.

Seung Yeon : Pak aku bisa membantumu menghilangkan stressmu.

Jin Soo : Apa kau tidak ingat, untuk mengerjai seseorang kau perlu waktu, uang dan usaha, dan aku tidak punya itu sekarang.

Seo Eun Young berusaha menghubungi Jin soo. Eun Young kesal sekali, dia masih tidak mengangkat telpnya, pasti dilemparkan ke tong sampah lagi, apa kau tahu no. telp sekretarisnya?

Eun Young heran, kau dirumah? Kau diliburkan selama seminggu? Seung Yeon berkata dia bilang jangan masuk. EUn Young bingung, apa yang terjadi? Apa mungkin, ia main dengan domino-nya ?

Seung Yeon membenarkan, bagaimana kau bisa tahu? Eun Young mengeluh, ah dia mulai lagi, dia main domino, berarti skripnya akan molor. Aku harus menemuinya sekarang ah tapi aku ada di Busan.

Eun Young minta Seung Yeon pergi ke apartemen Jin soo, kalau ia tidak ada, masuk dan periksalah, pasti ada obat tidur. Seung Yeon kaget, obat tidur? Presiden sebenarnya apa yang terjadi?

Eun Young kesal, mengapa ini harus terjadi ketika ia di Busan. Tapi astaga, siapa itu..? Eun young melihat Ji Won, dan ia bergegas menghindar. Stafnya heran, presiden ada apa? Eun Young panik.

Ji Won melihatnya dan dia menahan lift Eun Young! Seo Eun Young! Eun Young : Direktur? mengapa kau disini? Ternyata Ji Won juga ada pertemuan di Busan. Ji Won senang sekali bertemu Eun Young karena dia dengan sengaja menghindari Eun Young karena takut dengan penguntit itu.

Ji won dengan menggelikan terus mengamati orang2 disekitar mereka yang mencurigakan. Dia mencurigai orang dengan tutup hidung karena flu :)

Ji Won mengetuk pintu kamar Eun Young, Eun Young ada yang harus kukatakan. Ini sangat penting yang bisa mempengaruhimu. Siapa lagi yang mencemaskanmu kalau bukan aku? Buka pintu!

Eun Young akhirnya mengundang Ji Won masuk dan menawarkan anggur. Eun Yong berkata tapi tidak ada makanan untuk mendampingi anggur ini. Ji Won : Lalu? Eun Young : Kau suka keju? Ayo pesan keju. Eun young baru akan menelepon room service ketika tiba2 ada ketukan di pintunya.

Siapa? Room Service. Eun Young heran (atau pura-pura), bagaimana bisa? aku baru saja berpikir untuk memanggil room service. Eun Young heran dan melihat yoghurt yang dikirim. Apa ini? kita tidak memesan ini.

Ji Won kaget, kau tidak pesan yoghurt? Eun Young : Tidak. Siapa yang memesan-nya?
Ji Won : Jangan memakan-nya!(Ji Won pikir dari si penguntit itu) Jangan menyentuh benda itu! Ji won keluar.

Eun Young : Hei kau mau kemana?

Ji Won : Tinggal di sini saja dan jangan bergerak! Jangan menyentuhnya, Itu sangat berbahaya. Aku yakin itu kiriman orang dengan tutup muka itu!

Ji won keluar dan mengejar bayangan seseorang. Eun Young mendesah, dia memang bodoh. Ji Won akhirnya menuju ruang room service dan mendengar pelayan hotel sedang bicara di telp. Ji Won langsung tanya, makanan itu sudah dipesan sebelumnya oleh pria yang kau telepon itu kan?

Pelayan itu menjawab : iya.
Ji Won : Kau harus jujur, seperti apa pria itu?
Sekarang pelayan itu bingung, dia bukan pria tapi seorang wanita. Wanita yang ada di kamar itu yang memesan yoghurt-nya.

Ji Won : Apa? itu tidak mungkin. Ji Won mulai bingung dan menyadari sesuatu.

Seung Yeon gelisah, dia berkata dalam hati, semuanya akan baik2 saja kalau aku tidur. Seung Yeon benar2 gelisah dan mencemaskan Jin Soo. Siapa lagi yang akan menjaga-nya? Lagipula aku ini sekretarisnya.

Seung Yeon bahkan membayangkan Jin soo over dosis obat tidur.

Seung Yeon tidak tahan dan pergi ke apartemen Jin Soo, tapi dia takut membangunkan Jin Soo. Justru saat itu, Jin Soo menelepon-nya, Jin Soo minta maaf dan minta Seung yeon datang. Jin Soo kaget saat Seung Yeon sudah langsung sampai, Kau cepat sekali. Apa kau naik taksi?

Maaf membuatmu datang malam-malam. Seung Yeon berkata tidak apa-apa, aku juga tidak bisa tidur. Jin Soo heran mengapa?

Seung Yeon tidak mengaku kalau ia cemas, ia hanya berkata hanya banyak pikiran. Pak, apa kau memanggilku karena kau tidak tahu bagaimana menulis cerita? Aku tidak bisa membantumu kalau itu. Tapi kalau kau mengatakan isi ceritanya sedikit saja maka aku bisa...

Jin Soo : Kesini dan berbaring di sini. Jin Soo menunjuk sebelah tempat tidurnya.
Seung Yeon ; Apa?
Jin Soo : Aku biasanya tidur sekitar jam segini, tapi aku tidak bisa tidur beberapa hari ini karena suara berisik. Aku harus tidur hari ini.

Seung Yeon : Jadi, mengapa kau memanggilku?
Jin Soo : Apa kau benar2 berpikir aku menginginkan inspirasimu?

Seung Yeon merasa kikuk dan ia langsung bangun.

Jin Soo : Berbaringlah di sini.
Seung Yeon : Tidak. Aku bisa mendengarnya meskipun aku duduk.
Jin Soo : Suara itu yang kumaksud hanya bisa didengar kalau kau berbaring dengan tenang.

Jadi mau tidak mau Seung Yeon tidur di samping Jin Soo kembali. Kau harus mendengarnya.
Seung Yeon berkata dia tidak mendengar apa-apa. Belum waktunya kata Jin Soo. Kau mendengar suara gitar? Seung Yeon mengaku tapi suaranya kecil sekali.

Jin Soo : Orang itu latihan gitar setiap dini hari dan akhir2 ini ia memainkan Romance. Kau dengar kan?

Jin Soo : Suara lainnya bisa kau dengar kalau kau menempelkan telingamu seperti ini di tempat tidur.

Seung yeon mengikutinya tapi justru kaget karena wajahnya dekat sekali dengan wajah Jin Soo. seung Yeon buru2 berbalik, untungnya Jin Soo menutup matanya. Suara kedua : Sepertinya seseorang sedang berlatih lompat tali.

Jin Soo : Ada satu suara lagi, suara yang sangat menjengkelkan. Seung Yeon tidak mendengar apapun. Jin Soo menyuruhnya konsentrasi.

Seung yeon tertawa geli, itu orang lagi nonton film porno. Jin Soo ngomel, si brengsek itu menonton film porno setiap hari selama 365 hari. Selalu di jam segini. Seung Yeon berkata ia bisa mendengarnya.

Jin Soo : Ok, jadi pergi dan temukan mereka.
Seung yeon : Apa?
Jin Soo : Pergi dan temukan orang2 itu dan selesaikan masalah untuk-ku.
Seung Yeon : Sekarang?
Jin Soo : Kapan lagi? Jika tidak sekarang, bagaimana aku akan tidur??
Seung yeon : sendirian?
Jin Soo : Aku ini lelaki, jadi aku tidak bisa pergi, apa kau ingin aku berkelahi dengan orang lain? Mengapa aku menggaji sekretaris kalau begitu?

So, Seung yeon langsung menjalankan tugasnya. Satu per satu ia mengetuk pintu apartemen tetangganya, maaf apa anda bisa...
Maaf, anak kami selalu terbangun, apa kau bisa mengecilkan volumenya? Dan Seung Yeon sukses. Jin Soo akhirnya tertidur dengan senyuman.

Seung yeon kembali ke apartemen, ia senang karena berhasil dan melihat Jin Soo sudah tidur. Seung Yeon tidak mau membangunkan Jin Soo dan tersenyum memandang bossnya yang tidur pulas. Seung Yeon membuka kacamata Jin Soo, mematikan lampu dan berjingkat keluar.

Ini memberi kesempatan Seung Yeon mencari obat tidur sesuai perintah Eun Young. Dan Seung yeon menemukan obat itu di laci.

Seung Yeon juga sempat membaca skrip Novel Jin Soo.

Ternyata novelnya dibuka dengan adegan seorang wanita yang sedang hula hop di malam hari. Ini menyadarkan Seung Yeon ternyata selama ini Jin Soo menyuruhnya aneh2 memang karena ada alasannya. Ternyata memang jerih payahnya tidak sia-sia.

Seung Yeon mengganti obat tidur Jin Soo dengan vitamin dan membuang isinya ke tong sampah. Seung Yeon juga mencabut kabel telp agar Jin Soo bisa istirahat dengan baik. Seung Yeon pergi diam2 dan puas dengan dirinya sendiri.

Lalu diluar dia terpeleset dan jatuh di tangga. Ibu cleaning service kaget, oh Tuhan, siapa itu? Apa kau tergelincir? hati2 kau mau kemana malam2 begini?
Seung yeon : Bibi, tolong tenang, semua sedang tidur sekarang.
Bibi : Oh lihat darahmu.
Seung yeon berusaha agar Jin Soo tidak terbangun dan ia pulang.

Tapi Bibi itu justru membangunkan Jin Soo. Ehm..ada gadis yang sering keluar masuk ke tempat ini. Dia sekretaris atau semacamnya. Gadis itu jatuh di tangga dan lukanya serius sekali.
Jin Soo kaget sekali : Apa?
Bibi : Apa aku harus mengejarnya? sangat menakutkan. Aku dengar ia bilang akan ke UGD tapi aku tidak tahu telp-nya.
Jin Soo : Kemana dia pergi?
Bibi : Dia bilang dia akan ke RS dan pergi dengan taksi.

Kemudian Jin Soo mencari ponselnya, ia benar2 terbangun dan sudah segar. Jin Soo tidak bisa menemukan ponselnya karena kali ini justru Seung Yeon yang menyembunyikannya. Lalu Jin Soo keluar dan cari telp umum.

Jin Soo mulai menelp setiap RS dan mencari Seung yeon. Halo? apa aku bisa tanya, ada seorang gadis bernama Kang seung yeon disitu? eh..usianya baru 20 th dan rambutnya pendek. Tidak ada? Apa ada UGD yang lain? dan terus seperti itu.

Jin Soo sangat gelisah dan ia tidak sadar sudah pagi. Eun Young menuju apartemen Jin Soo, benar, aku tidak bisa meninggalkannya biarpun hanya beberapa hari, pasti selalu ada yang terjadi kalau aku tidak ada. Eun Young tiba di apartemen Jin Soo dan heran, apa yang kau lakukan?

Jin Soo bingung mencari telp-nya. Aku tidak tahu dimana ponselku. aku tidak bisa menemukannya. Wow pertama kali dalam sejarah, Lee Jin Soo mencari ponselnya! Akhirnya Jin Soo menemukan ponselnya, ternyata disembunyikan di mesin cuci bwa hahaha..

Eun Young melihat Jin Soo yang gelisah dan menyalakan telpnya, tapi tidak menelepon, justru menunggu telp masuk. Jin Soo duduk dengan tegang, menunggu telp dari Seung Yeon wow...(Soalnya Jin Soo tidak punya telp Seung Yeon)

Ternyata telp Seung Yeon rusak ketika ia jatuh. Ia minta Kang seung Chul mengirimnya ke reparasi. Kemana kau kirim telp ku? Seung Chul berkata aku sudah mengambilnya kembali dan aku meletakkan disana.

Seung Yeon : Kapan?
Seung Yeon mengecek ponselnya ternyata ada banyak pesan, ia heran no siapa ini?
Pesan 1 : Ke RS mana kau pergi? Cepat telp kantor begitu kau dengar pesan ini!

Seung Yeon : Jam 5 pagi? oh tidak...ini sudah jam 5 sore!

Sementara itu Jin Soo dan Eun Young menunggu telp Seung Yeon. Eun Young tanya dia belum juga menelpon? Apa lukanya serius? Akhirnya keduanya naik mobil mencari Seung Yeon.
Seung Yeon yang melihat pesan Jin Soo bergegas ke apartemen Jin Soo dan berusaha mencari taksi.

Mereka bertiga bertemu di jalan. Seung yeon : Pak? Presiden?
Jin Soo : Bagaimana kau ini sebagai sekretaris, tidak menghiraukan pesanku?
Seung Yeon : Ponselku rusak, aku baru saja mendengar pesanmu.

Jin Soo : Hidungmu bagaimana? Apa serius?
Seung Yeon : Tidak apa-apa, hanya bengkak, mereka bilang bengkaknya akan hilang setelah beberapa hari.

Seung yeon berkata dia hanya tidak ingin membangunkan Jin Soo. Aku minta maaf. Jin soo tanya mengapa kau membuang ponselku ke mesin cuci?
Seung Yeon beralasan dia hanya ingin Jin Soo tidur tanpa gangguan.

Setelah Jin Soo tenang karena sekretarisnya baik2 saja, dia minta Eun Young menepi dan minta Seung Yeon turun agar bisa pulang. Seung Yeon berkata dia siap kerja, tapi Jin Soo berkata dia ingin tidur.
Jin Soo masuk mobil lagi dan kemudian keluar dan memberikan buku catatan : berikan no telpmu. Jika aku tidak bisa mengontak ponselmu, aku tidak akan bisa mengontakmu. Oya, seperti apa orang yang nonton film porno itu?

Seung Yeon : Aku kira usianya sekitar 45-an tahun, dan dia kelihatan baik dan juga merasa malu.
Jin Soo tersenyum ya aku pikir juga begitu.
Seung Yeon : Jadi mulai Senin aku bisa kerja lagi?
Jin Soo : Datanglah besok pagi.
Seung Yeon : Besok pagi?
Jin Soo : Jika tidak ada orang jadi ...sedikit tidak enak.

Jin Soo kembali ke dalam mobil. Eun Young heran, hidungnya terluka tapi ia kelihatan senang sekali, bukankah kau bilang ia itu bodoh? Eun Young mengusulkan apa Jin Soo mau ganti asisten saja?

Jin Soo : Untuk pertama kalinya dalam sebulan, aku akhirnya bisa sekali hari ini, untuk sekitar 30 menit....Aku belum bisa tidur selama ini.

Eun Young tahu maksudnya tapi dari cara Jin Soo mengatakannya, dan juga senyum aneh-nya membuat Eun Young merasa aneh.

Sementara itu, Han ji Won mulai berpikir...jadi ini bukan dilakukan oleh Eun Young sendiri, ini semua sudah direncanakan. Lalu siapa? Siapa yang membantu Eun Young? dan ..ah benar..
Ji Won berpikir : mengapa aku harus memikirkan penguntit? Masih ada orang yang tahu aku dengan baik. No telp-ku...Alamatku...Mobilku dan Eun Young..orang yang mengerti aku dengan baik..Ada orang seperti itu, iya kan? LEE JIN SOO!! si brengsek itu..!

Malam itu, Seung Yeon memutuskan untuk berlatih meraut pinsil, dan sangat bahagia dengan perkataan terakhir Jin Soo.
"Jika tidak ada orang jadi ...sedikit tidak enak."
Seung Yeon mengganti kata-katanya :
"Jika tidak ada orang, tidak enak"
Kemudian mengganti kata orang dengan namanya..
"Jika tidak ada Kang Seung Yeon, tidak enak."

Seung Yeon bersorak. Kang Seung Yeon harus disini!

Lalu dia mulai menyelidiki cara meraut pinsil itu dengan lebih seksama...

Di apartemen-nya, Jin Soo juga melakukan hal yang sama.......

Coffee House (Episode 3)


Jin Soo panik dan tiba2 bel berbunyi. Suara Eun young : Ini aku, apa kau bisa membuka pintunya?

Jin Soo berkata pada Seung Yeon, katakan aku tidak disini dan langsung sembunyi ke kamarnya. Seung Yeon bingung tapi ia buka pintu juga..
Eun Young : Halo, ada apa mengapa memutar musik keras sekali? Mana penulis Lee?

Seung Yeon berkata Jin Soo pergi dan belum kembali. Eun Young : lalu kau memutar musik keras2 saat kau sendirian? Seung yeon beralasan dia sering latihan aerobic.
Eun Young : Kau latihan aerobic di tempat kerja penulis? Seung Yeon mengaku tidak seharusnya ia melakukan ini, tapi ia hanya merasa sangat tertekan hari ini jadi...

Eun Young minta Seung yeon membuat kopi. Eun Young bertekad akan membuat penyelesaian dengan penghianat itu hari ini. Eun Young minta Seung yeon membuat kopi, ayo..coba buat, panaskan airnya. Mulai.

Ternyata Seung Yeon memang kacau kalau membuat kopi. Eun Young : Itu benar2 kacau, ayo ikut aku. Eun Young mengajak Seung yeon turun ke cafenya.

Eun Young : Apa kau tahu bagaimana aku menjalankan cafe ini? Padahal aku sibuk dengan penerbitan? Ini Eun Young memberikan buku2, baca tentang pengalaman kakekku mengenalkan kopi dalam budaya kita.

Seung Yeon : Oh kakekmu adalah ahli kopi.

Eun Young : Waktu aku melihat orang sepertimu yang memperlakukan kopi tanpa berpikir, aku merasa mereka menghina dan mengejek kakekku.

Eun Young : Bacalah ini secepatnya dan tulis pendapatmu mengenai itu. Oh, dalam format review buku, ok?

Seung Yeon pusing, review buku? Eun Young berkata, jangan hanya mendengar Penulis Lee karena dia membayarmu. Penulis Lee kerja di perusahaanku, jadi karyawannya otomatis juga karyawanku.

Oya, laporannya harus dalam format : paling sedikit 10 lembar, A4, font 11, hari Jum'at diserahkan. Dan jangan menyisipkan gambar atau jarak di reviewmu untuk memenuhi halaman. Selamat bekerja!

Seung yeon hanya melongo dan berkata tidak heran mereka berteman, mereka sama saja...

Seung Yeon akan naik ke atas tapi bertemu dengan Dong Wook, manager cafe yang tidak bisa bicara. Seung Yeon menyapanya dengan bahasa isyarat, halo apa kabar, selamat bekerja dan Seung Yeon bangga dengan dirinya sendiri yang bisa mempelajari bahasa isyarat dengan cepat.

Ji Won ikut bersama Seung Yeon ke kantor Jin Soo : Lee Jin Soo! Jin Soo bisa ditebak tidak terlalu suka melihat Ji won, ada apa kesini pagi2?

Ji Won : Apa maksudmu? Aku datang karena aku merindukanmu. Terima kasih kemarin kau keluar dari taksi, kami jadi sangat akrab, bagaimana kau bisa membaca situasi dengan cepat, kau ini sangat menggemaskan...

Ji won mencubit Jin soo dan Seung yeon memberikan telepati pada Ji Won: Kau hebat! aku tidak kenal siapa kau tapi tolong cubit dia lagi....

Ji won berkata, apa kau tahu hari Rabu nanti Eun Young ulang tahun. Jin Soo : Benarkah? Ji Won berkata aku punya rencana, dengarkan..dan ia berbisik ke telinga Jin Soo. Jin soo merasa geli, katakan saja..tapi Ji Won berkeras mau berbisik ini rahasia.

Setelah itu Ji won tanya, apa pendapat Jin Soo? Apa kau pikir ia akan menangis karena senang?

Jin Soo : Aku pikir ia akan menangis darah. Ji won menunjukkan sebuah kalung yang mencolok dan tanya apa kira2 Eun Young akan berteriak kegirangan?
Jin Soo membenarkan, iya Eun Young akan teriak kesal.

Jin soo sebal dan menggunakan semua kesempatan untuk melarikan diri dari situasi itu. Jin Soo langsung bangkit ketika mendengar bunyi ponsel, padahal itu ponsel Seung Yeon! Jin Soo dengan cuek mengangkatnya di ruangan lain, maaf Kang Seung Yeon tidak ada sekarang, tolong telp 10 menit lagi.

Ji Won memandang Seung yeon dengan bingung, kau siapa? Mengapa kau masih disini?
Seung Yeon : Aku sekretarisnya. Ji Won heran : Sekretaris? wow..dia bahkan punya sekretaris! Dia pasti sangat terkenal sekarang.

Ji won bertanya berapa usia Seung Yeon, kau kelihatan masih muda. Seung yeon berkata ia 25 th. Ji Won tidak percaya, 25? aku kira dia mulai suka gadis2 muda. Hei Jika Jin soo menyusahkanmu, datanglah padaku. Aku punya banyak tips tentang dia, aku adalah kakak kelas Jin soo di SMU dan Universitas.

Seung Yeon : Ya, pasti

Ji Won : Kami suka jalan bersama selama kuliah..bersama Seo Eun Young dan istri Jin soo.

Seung Yeon : Istri-nya? Apa penulis Lee sudah menikah?

Ji Won : Bukan hanya menikah tapi juga bercerai. Apa kau tidak tahu?

Seung yeon tidak tahu, tidak ada berita yang seperti itu di internet. Ji Won berkata itu terjadi jauh sebelum ia terkenal.

Seung Yeon ingin tahu lalu sekarang apa yang dilakukan istrinya? Ji Won mau menjawab hanya tiba2 ponselnya berdering dan ia langsung pergi.

Di ruangan sebelah, Jin Soo mendengar semuanya dan wajahnya muram
Setelah Ji Won pergi ia berkata pada Seung Yeon, sekarang kau tahu wajahnya kan? Mulai sekarang, kau tidak boleh mengijinkan ia masuk tanpa ijinku.

Seung Yeon : Tapi bukankah ia sunbae-mu?

Jin Soo : Siapa? aku tidak pernah dekat dengannya.

Seung Yeon mengetik key word : perceraian penulis Lee Jin Soo di search engine. Tapi tidak ada hasilnya. Seung yeon sembunyi2 dan mengeluh mengapa Jin Soo terus saja melihat ke arahnya.

Tiba2 telp berdering, Seung yeon sibuk mencarinya, apa di keranjang sampah? Jin Soo menggeleng bukan keranjang sampah, aku membuangnya di satu tempat pagi tadi. Carilah.

Setelah Jin Soo selesai menelepon, ia mengajak Seung Yeon pergi, beres2 nanti saja, ayo kita pergi sekarang.

Seung Yeon : Pergi? kemana?

Jin Soo : Ke mall.

Jin soo membawa Seung Yeon ke counter baju dan minta gaun untuk Seung Yeon. Apa bisa mencarikan gaun untuk-nya?

Seung yeon bingung tapi ia mencoba gaun juga. Setelah keluar, pramuniaga memujinya tapi Jin soo tidak puas, itu terlalu besar untuknya. Pramuniaga berkata bagus kok, tapi Jin Soo berkata ia cocok pakai baju yang pas.

Jin soo minta agar Seung yeon diukur badannya. Dan Jin soo mengambil hasil ukuran badan Seung yeon (hm..dada kecil, pinggang besar, tidak ada lekukan sama sekali..)
Lalu Jin Soo menuju bagian tas dan koper, ia minta Seung yeon membungkuk sedikit. Seung Yeon tidak mengerti. Jin soo : Tubuh atasmu benar2 panjang..kalau dibandingkan dengan bahumu yang sempit. Badanmu ini aneh sekali.

Jin soo minta koper yang lebih besar. Setelah itu keduanya pulang. Masih belum mengerti apa tujuan Jin Soo. Seung Yeon berjuang membawa koper besarnya dan Dong Wook, manager cafe yang bisu itu membantunya. Seung Yeon senang dan mengatakan terima kasih.

Sekarang Jin soo minta Seung Yeon melepas sepatunya. Apa? Jin Soo : Sepertinya kau perlu masuk ke dalam koper ini.

Seung yeon: Apa??

Jin Soo : Aku beli koper sesuai ukuranmu, jadi kau harus bisa masuk ke dalamnya meskipun sedikit sempit. hahahaha freak!

Seung Yeon : Mengapa aku harus masuk ke dalam koper? Seung yeon mulai ketakutan, apa gaun itu adalah gaun terakhirku? Apa dia membeli semua itu agar aku melakukan sesuatu yang gila?

Jin Soo : mengapa? Kau tidak mau? Bukankah kau yang ingin jadi profesional? Kau tidak pernah menurutiku.

Seung yeon : Iya..iya aku masuk, lihat..aku masuk.

Jin Soo : Kau tidak bisa asal masuk, kau harus pintar. Ayo masukkan kepalamu.

Seung Yeon : Ahhh..ah.aduh..!!

Jin Soo : Kau harus melipat dirimu dengan baik agar pas.

Seung yeon dalam hati : mengapa aku mau jadi sekretarisnya...apa aku kerasukan atau apa...aku bahkan tidak mabuk saat itu...

Jin Soo : Sialan..aku harus memasukkan kakimu. Lalu ia mengambil foto. Seung yeon teriak, apa?

Jin Soo : lihat kesini, kau perlu menelepon untuk memanggil bantuan (oh kayanya Jin Soo ingin mereka adegan buat novelnya,

Jin Soo terus saja bicara sendiri dan menyuruh Seung Yeon menekan ponselnya, hei lihat ini, ini tombol speaker, ingat letak-nya ya. Ayo coba menelepon. Ini. Aku tutup ya...

Seung yeon : tunggu..tunggu..Pak!! Aaahh..

Jin soo : Apa susah untuk bernafas?

Seung yeon sudah stress : LAKUKAN apa maumu! Aku saaaangat berterima kasih. Jadikan lakukan apapun yang kau inginkan...Ya, terima kasih banyak!!

Jin soo benar2 menutupnya dan berkata wow..ternyata benar2 cukup untuk satu orang!
Seung Yeon mau menelepon dan tiba2 keluarganya menelepon. Keluarga Kang sedang menghadiri resepsi di sekitar itu dan mereka ingin mengunjungi Seung yeon.

Nenek Kang berkeras mau berkunjung, Ayah Seung Yeon berkata ia tidak enak, takutnya Penulis Lee tidak akan suka. Mereka akhirnya masuk ke apartemen Jin soo.
Mereka sudah sampai pintu. Jin soo mencoba menarik keluar SeunG yeon, mengapa keluargamu kesini? Ayo keluar..Jin Soo menariknya. Seung Yeon teriak, sakit, aku tidak bercanda! sakit. Jin soo gagal mengeluarkan SeunG yeon dari koper.

Keluarga Kang gelisah mengapa dia tidak segera membuka pintunya? Penulis Lee..
Jin Soo : Sebentar! sialan aku tidak bisa membiarkan mereka melihat ini semua.

Seung Yeon : mengapa?

Jin Soo : Apa kau tahu bagaimana jika mereka melihat ini? Mereka tidak akan berpikir ini adalah adegan yang bagus kan?

Jin soo menarik Seung Yeon ke kamarnya, diam jangan bersuara, aku hanya akan mencoba membuat mereka segera pergi.

Seung yeon : pak..pak kau tidak tahu seperti apa nenek-ku...Tapi Jin soo sudah membuka pintunya, Seung Yeon melanjutkan, nenek akan tetap tinggal selamanya...

Dan benar saja, nenek Kang memaksa masuk dan bahkan memberikan hadiah buat Jin soo, sebuah cardigan! Jin soo menerimanya tapi tidak terlalu menyukainya.

Jin Soo berkata kalau Seung Yeon sedang tugas keluar dan tidak akan kembali sampai sore.

Keluarga Kang heran, tapi laptopnya ada disini dan bahkan organizer-nya, kemana dia pergi tanpa barang2nya?

Jin soo mengalihkan perhatian dengan meraih cardigan itu : wow..sepertinya ini akan pas untukku.

Seung Cheul menelepon Seung Yeon dan telp Seung Yeon berbunyi dari ruangan sebelah. Sepertinya ponsel kakak juga ada disini.

Seung Yeon berusaha meraih ponselnya, tapi ia kram jadi tidak bisa. Dan justru jatuh.

Keluarga Kang langsung bangkit, aku mendengar ada yang jatuh. Jin Soo berkata ia tidak mendengar apa-apa. Keluarga Kang mendesaknya untuk melihat, Jin soo akhirnya ke kamar tapi terhenti karena bunyi bel.

Jin Soo terpaksa membuka pintu dan Kang Seung Cheul menuju kamar karena bunyi ponsel yang terus berdering!

Seung cheul : Ayah, nenek, kakak disini.

Seung yeon : diam!, diam, diam..

Seung Cheul : kesini..kakak ada dalam koper.
Jin Soo hanya bisa membenturkan kepalanya berkali-kali ke pintu dengan semua itu.

Ternyata yang membunyikan bel itu Eun Young. Ayah Kang tanya, apa? dia ada dimana? Eun Young melotot ke arah Jin soo (mengapa kau seperti itu)

Jin soo mencoba meluruskan situasi, ah..jangan salah paham, kami sedang melakukan percobaan, seseorang diculik dan dimasukkan dalam koper dan kemudian dibantai.

Ayah Kang : Di..dibantai? Apa kau tadi bilang dibantai? Nenek : Apa maksudmu dibantai?

Seung chul sama sekali tidak membantu, ia menjawab, ah seperti memotong ikan, nek. Artinya memotong orang seperti itu. Tambah rame kan?

Eun Young langsung mengambil alih kendali, perhatian!! Semuanya harap tenang dan tolong dengarkan perkataan-ku.

Nona Kang Seung Yeon, tolong keluar dari koper, keluargamu akan cemas, pasti akan lebih baik kalau adikmu membantu.

Eun Young melanjutkan, halo, aku presiden perusahaan penerbitan, Seo Eun Young. Aku penerbit dimana Penulis Lee bekerja. Agar semua bisa mengerti apa yang terjadi, aku harus meringkas isi novel baru yang sedang dikerjakan penulis Lee.

Novel penulis Lee akan dirilis musim gugur ini, ceritanya mengenai drama pembunuhan di Ulleungdo.

Eun Young mengarang cerita, ceritanya seperti ini, ada kasus pembunuhan berantai yang mengambil target turis wanita yang mengunjungi Ulleungdo untuk melihat keindahan musim gugur. Wanita2 ini diculik dan dimasukkan ke dalam koper mereka. Seorang mantan jaksa tinggal di pulau itu dan memiliki sebuah coffee shop.

Dsb...dll, akhirnya Eun Young berhasil meredakan suasana dan mengusulkan untuk minum kopi. Ayah Kang berkata, penulis itu..dia tidak normal

Eun Young bengong, dan ayah Kang melanjutkan, aku pikir memang aneh ketika ia minta kucing liar, tapi aku tidak menyangka akan sejauh ini, apakah ia ..(gila?) Ayah Kang memberi tanda dengan tangannya.

Eun Young menjawab, tidak sejauh itu..hanya sedikit...unik.

Ayah Kang tetap kesal, bagaimana ia bisa memperlakukan putri kesayanganku seperti itu? (oh I love you Chil Suk haha) Si brengsek itu...

Eun Young : Dia hanya lebih eksentrik hari ini, biasanya ia tidak separah itu.
Ayah Kang minta no, telp Lee Jin Soo.

Eun Young akhirnya duduk di apartemen Jin soo dan berkata : Ayo..katakan terima kasih padaku. Jika bukan karena aku, dia (ayah Kang) pasti sudah memanggil polisi untuk menangkapmu.

Eun Young : Pers akan tahu, "Penulis Lee Jin Soo berubah menjadi psycho." itu akan jadi keyword paling panas di internet. (wah harus cepat2 buat artikel nih dg kata kunci itu haha..)

Eun Young masih ada di apartemen Jin Soo saat tiba2 telp berdering. Eun Young yang mengangkatnya, lalu menyerahkan ke Jin Soo : Ayah sekretaris-mu. Mungkin kau benar2 akan dituntut..oh tidak.

Ayah Kang : Penulis Lee ini ayah Seung Yeon, aku tidak mengerti seni dan sastra jadi aku mungkin tidak akan mengerti tapi..maaf, aku tidak akan mengijinkan Seung Yeon kerja besok pagi.

Seung Yeon kaget dan mencoba merebut telp ayahnya, apa yang kau lakukan? Aku akan kerja..

Ayah Kang : Jadi penulis lee.

Seung Yeon : Ayah, oh ya ampun! Keduanya rebutan telp. Seung Yeon berhasil mendapatkannya dan menyerahkan pada Nenek Kang : nek, matikan telp.

Nenek bingung, Ayah Kang teriak, Ibu berikan telp-nya! Dan nenek tidak melakukan apa-apa.

Seung Yeon : Mengapa kau seperti ini ayah? Apa kau kira mudah mendapatkan pekerjaan? Mengapa kau melakukan ini jika kau tahu itu susah?

Dan semua percakapan itu di dengar oleh Seo Eun Young dan Lee Jin soo, mereka siaran langsung...

Inilah yang di dengar, Ayah Kang tanya apa penulis itu gila? Seung yeon menjawab tidak gila sepenuhnya, hanya sedikit gila. Ayahnya berkata banyak atau sedikit, gila ya gila.

Seung yeon berkata bukan seperti itu, aku sudah kerja beberapa hari dan dia..(hampir gila..) jadi, dia hampir gila, tapi belum sampai ke batas kegilaan itu.

Neneknya berkomentar, Lupakan semua itu. Apa kalian tidak bisa melihat dengan memandangnya? Bagaimana orang seganteng dia bisa gila?
Ayah Kang : Apa hubungan wajah ganteng dan gila? Ibu...

Eun Young geli mendengar percakapan mereka dan Jin soo berkata, ya seperti itulah keluarga itu, heboh.

Eun Young lalu tanya, apa besok Seung Yeon akan masuk kerja ya? Jin soo yakin pasti dia datang. Ada yang bagus tentang dia, dia itu bodoh.

Eun Young : Kebodohan itu bagus?

Jin Soo : tentu saja, kalau dia harus kerja denganku.

Paginya, Seung yeon datang. Jin Soo : kau benar2 datang? Bukankah ayahmu melarangmu pergi kerja?

Seung yeon berkata ia masih ingin melakukan pekerjaan yang baik.

Seung Yeon memberikan kopi, dan Jin Soo berpikir, kopi ini jadi semakin dekat dengan racun, benar2 bakat.

Jin Soo tidak tahan dan tanya, apa kau pikir aku ini gila atau tidak? Seung yeon kaget, maaf? Jin Soo : garis batas gila?

Seung Yeon heran, bagaimana kau bisa?

Jin soo memujinya, pemilihan kata2 yang hebat. Garis batas gila. Seung yeon berkata dalam hati, keluarkan saja amarahmu bukannya tersenyum seperti itu, kau penulis setan.

Sore itu, staf Eun Young mengajak Eun Young menghadiri pesta kejutan, President, ini hari ulang tahunmu, jadi semuanya berkumpul untuk merayakannya.

Staf Eun Young menutup mata Eun Young dan menuntun-nya ke tempat pesta.

Eun Young dengan keadaan tertutup matanya duduk di tempat terhormat, Jin Soo juga hadir hanya ia berkata akan terlambat. Dan tiba2 terdengar denting piano.
Senyum Eun Young langsung menghilang ketika mendengar suara penyanyinya, itu Ji won !

Ji won : aku akan membuka pesta ini. Setelah 3 tahun, lagu ini didedikasikan untuk gadis yang berpesta di sini, Seo Eun Young, happy birthday!

Ji Won menyanyikan lagu Kim Dong Ryul, judulnya, "Apa aku harus mengatakan "aku cinta padamu" lagi"

Eun Young sebenarnya mengalami mimpi buruk tapi ia maju dan memaksakan tersenyum, mengambil mic Ji Woo sehingga Ji won tidak bisa menyanyi lagi dan menyapa semua teman2 dan koleganya dengan ramah. (ya, tetap profesional..)

Eun Young berkata : Maaf mengganggu di tengah lagumu, Direktur Han. Eun Young minta foto2 masa lalunya tidak ditayangkan, melihat foto2 lama, membuatku merasa tua. eun young mengambil alih pesta dan membuat Ji Won sedikit terlupakan.

Setelah ada kesempatan, Eun Young melotot pada Ji Won : Kau tidak berhak menyanyikan lagu itu. Jangan pernah menyanyikan-nya lagi!

Ji Won : Apa kau tidak punya sopan santun, untuk mendengar lagunya sampai habis?

Eun Young menarik teman-nya, Byung Hee! Apa aku bisa bicara denganmu sebentar? Eun Young pergi ke rest room dan teriak2 benar2 kalap.

Byung Hee : tenang, tenang, ..tenang..

Eun Young : Apa ini? Apa yang terjadi? Mengapa si brengsek itu menyanyi disini? Dan mengapa kalian disini?? Siapa yang memanggil kalian?

Byung Hee : Han Ji Won.

Eun Young : Apa?

Byung Hee heran, jadi Eun Young dan Ji Won belum berbaikan? Eun Young murka, mengapa aku harus baikan dengan-nya!!

Byung Hee membela diri, tapi dia bilang kalian sudah baikan dan kami harus datang untuk menghidupkan suasana.

Eun Young : Hei, kau percaya apa katanya meskipun kalian tahu orang macam apa aku ??

Byung Hee : Aku kira itu benar, kalian sudah baikan lagi. Dia bilang kalian makan bersama dan kau sudah memaafkan-nya.

Ji Won yang merasa rencana-nya gagal total jadi tertekan dan mabuk, ia menelepon Jin soo, hei..kenapa kau tidak datang juga. Kau seharusnya membantuku, Eun young benar2 marah. Jin Soo menyanggupinya, iya aku akan datang sebentar lagi.

Ji Won mendatangi meja Eun Young dan membawa kalung untuk Eun Young. Teman Eun Young memuji kalung itu dan berkata sepertinya kau mabuk. Ji Won : Ya, karena Eun Young menembakkan laser dari matanya agar aku tidak mendekatinya.

Ji Won berkata wah kau dapat banyak hadiah, tunggu..aku juga sudah menyiapkan hadiahku. Kau tidak akan bisa memuaskannya apalagi karena kau sudah bersalah padanya. Jadi aku menyiapkan sesuatu yang benar2 bagus.

Eun Young ingin menghindari percakapan ini dan berkata : Ah, aku harus menelepon ke Amerika untuk masalah kontrak. Eun Young meninggalkan meja dan kembali ke kantornya.

Ji Won menyusulnya dan komen, kantormu belum berubah, kau perlu mendisain ulang kantormu ini sedikit, apa kau tidak bisa mengatakan terima kasih sekali saja?

Ji Won : seorang pria tidak bisa merayumu dengan uangnya.

Eun Young : Merayu? kau itu direktur elit, demi Tuhan.

Ji Won : Aku tidak bisa membuatmu terkesan dengan barang2 mahal, karena kau bisa membelinya sendiri. Bahkan bahasa Inggrismu juga bagus sekali, sampai rasanya sangat menjengkelkan.

Ji Won : Kau perlu mengalah sedikit agar seorang pria bisa merasa lebih baik.

Eun Young : Hei!

Ji Won : Aku ini direktur, kau tahu. Direktur. Apa kau tahu penghasilanku setahun? Mengapa kau tidak kencan dengan pria lain selama ini. Aku kira kau akan kencan dengan pria hebat setelah putus denganku.

Jin soo tiba di cafe dan tidak menemukan EUn Young. Teman2 Eun Young menyapanya dan berkata kalau Eun Young kembali ke kantornya.

Ji Won masih menyalahkan Eun Young, tidak ada pria yang berani mendekatimu kan? Alasan aku tidak bisa minta maaf karena kau. Kau membuatku kesepian.

Ji Won berkata Eun Young tidak mengerti bagaimana menjadi seorang gadis itu, pura2 lebih sibuk dan dingin.

Eun Young : Jadi? Semua ini salahku? Itulah mengapa kau selingkuh?
Ji Won berkata apa kau tahu berapa harganya ini? seraya menunjukkan kalungnya, aku beli ini karena kau! Lihatlah paling tidak kau bisa terlihat tergetar.

Ji Won : hei, Young Mi bahkan berterima kasih padaku ketika aku melakukan hal2 kecil.
Eun Young terluka mendengarnya, sangat, sampai ia menangis. Ji Won menyadari kalau ia sudah terlampau batas, menyebut nama Young Mi, dan ia minta maaf, aku sudah banyak minum, aku akan membeli obat untuk menyadarkan diriku.

Ji Won jalan ke pintu dan tepat saat itu Jin soo masuk. Otomatis pintunya kena langsung ke muka Ji Won dan Ji won knock out! KO! pingsan! dengan sukses.
Jin Soo panik, sunbae, kau tidak apa-apa? Sunbae? Ternyata Ji Won tidur.

Eun Young kesal, kau datang terlambat karena kau tahu dia menyiapkan semua ini kan? Brengsek, kalian pria sama saja.

Jin Soo : Oh ya? dia bilang kau akan teriak kegirangan karena mendapatkan ini.

Eun Young : Aku benci sekali, mengapa dia harus ada di gedung sebelahku? Aku ingin mengirimnya jauh ke tempat dimana aku tidak bisa melihatnya.

Jin soo : Apakah kau akan menghitungnya sebagai hadiah ulang tahun kalau aku mengirimnya ke tempat jauh?

Jin soo berkata tidak susah mengirimnya pergi. Jin Soo cari taksi dan memasukkan Ji Won kedalamnya. Membayar sopir taksi dan pesan untuk membawanya ke tempat jauh.

Sementara itu, Seung Yeon yang tadi ada di pesta terlalu banyak minum dan ia naik bis pulang. Manager Dong Wook duduk di belakang menjagai Seung Yeon. Seung Yeon tertidur sepanjang jalan dan turun dari bis setengah tidur.

Dong Wook jalan di belakang Seung Yeon dan menahan lengannya saat Seung Yeon hampir jatuh dan berkata, hati2. Lalu Dong Wook pergi.

Seung Yeon langsung sadar, dia bicara! Seung Yeon heran tapi ia pikir, ah ini pasti halusinasi, ia psti mimpi.

Paginya, Ji Won terbangun dan kaget karena beberapa ekor domba menjilati mukanya! hahahaha ternyata Ji Won ada di tengah padang rumput penuh domba gembalaan. Well, bagus lo scenerynya dan jangan pikirkan penderitaan Ji Won, dia perlu udara segar anyway.

Ji Won bingung (astaga dimana ini, ), tidak ada dompet, tidak ada ponsel, dan tidak ingat bagaimana ia bisa sampai ke sini. Ji Won jalan menyusuri jalan yang lengang dan melihat seorang nenek duduk di bangku. Nenek, apa kau tahu dimana ini? Nenek..

Nenek tua : Apa maksudmu dimana ini, ini Ui Ya Ji.

Ji Won tambah pusing, Ui Ya Ji dimana itu, apa itu Ui Ya Ji?
Nenek itu marah, Ui Ya Ji ya Ui Ya Ji, apa kau tuli atau apa?

Ji Won minta maaf, baiklah Nek, apa aku bisa pinjam telp? Nenek itu heran, apa kau tidak punya telepon yang dibawa-bawa itu? hahaha..Ji Won akhirnya dikasih koin oleh Nenek itu untuk telp di telepon umum.

Sayangnya, Ji Won menjatuhkan koin itu dan menggelinding ke bawah bukit dan plung..masuk kolam. Ji Won : Ohhh..oh..

Ji Won harus jalan balik untuk pinjam uang lagi ke nenek...

Seung Yeon datang ke cafe pagi2 dan siap menyapa Dong Wook dengan bahasa isyaratnya, Jin Soo muncul dan tanya, buku ini ada berapa seri ya? Dong Wook menjawab semua pertanyaan Jin soo dengan lancar (baca : pakai bahasa biasa means Dong Wook tidak bisu)

Seung Yeon bingung dan mengejar Jin soo, um..Pak? bukankah orang itu bisu?

Jin soo yang heran, bisu? Seung Yeon berkata pekerja cafe berkata dia tidak bicara.
Jin Soo geli, kau pasti dikerjai mereka, karena Dong Wook itu pendiam.

Ji Won berhasil menelepon, dan ia telp Jin Soo. Jin soo : Sunbae? kau dimana?
Jin Soo bergegas turun ke bawah, Eun Young ada di halaman cafe, dan Jin Soo berkata, aku punya sesuatu yang lucu, tunggu sebentar lagi.

Eun Young tidak mengerti maksud Jin Soo, tapi kemudian ada taksi mendekat, dan ..Ji Won keluar dari taksi dengan amburadul, Jin soo langsung berkata sunbae! Apa yang terjadi?

Ji Won minta Jin Soo membayar taksinya. Jin soo melakukannya dan berkata aku cemas sekali karena kau menghilang.

Ji Won : Oh Tuhan, hal yang terjadi, ini adalah sesuatu yang hanya bisa terjadi di novel-novel. Aku bersumpah, aku ada di tengah pesta kemarin malam. Aku membuka mataku dan aku berbaring di tengah padang.

Ji Won : Oh tidak, aku tidak mengerti, apa yang terjadi?

Jin Soo : Hmm, aku tidak tahu. Mungkin kau diculik oleh UFO.

Ji Won : UFO?

Jin Soo : Apa ada penjelasan masuk akal yang lainnya?

Ji Won bingung tapi ia permisi pergi dan saat ia berbalik ia melihat Eun Young dengan wajah geli. Ji Won malu juga tapi ia memaksakan berkedip dan menjentikkan jari yang dibalas oleh Eun Young.

Setelah Ji Won pergi, Jin soo berkata dia kembali lebih cepat dari yang kuperkirakan, aku kira ia akan kembali sekitar nanti sore.

Eun Young : Kemana kau mengirimnya?

Jin soo : Dae Gwan Ryung?

Eun Young : Kau gila. Terima kasih, Aku tidak mengira akan datang hari aku mengucapkan terima kasih pada Penulis Lee. Aku suka hadiah ulang tahunku.

Jin soo : Ini baru yang pertama.

Eun Young : Apa ada yang kedua?

Jin Soo : Kau suka serial. Jadi tunggu saja.....