Silahkan Mencari !!!

Info!!!

kelanjutan fan fiction & recap drama semua ada di blog q yang baru
fanfic : www.ff-lovers86.blogspot.com
recap : www.korea-recaps86.blogspot.com
terima kasih...
Tampilkan postingan dengan label Romance in the White House. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Romance in the White House. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 September 2010

Romance In The White House (Episode 24-Tamat)


Saat berperahu menuju rumah putih, akhirnya ketahuan siapa pria yang selama ini ditaksir Yang Xin. Ia tidak lain adalah Dong Jun Xiang, yang langsung melongo seolah tidak percaya kalau gadis itu memilihnya.

Hari yang ditunggu-tunggu Yin Tong akhirnya tiba, diapit oleh ayahnya Zhi Cheng adiknya yang bernama Yan Tong alias Xiao Yin muncul. Bisa dibayangkan bagaimana gembiranya Jamii ketika melihat gadis kecil yang pernah menolongnya itu.

Di penjara Hu Kai mendapat kunjungan tak terduga dari Pony. Meski tahu kalau jebakan sudah disiapkan gadis itu sejak awal, Hu Kai juga sadar semua itu adalah akibat keserakahannya sendiri. Dalam kondisi terjepit, Hu Kai akhirnya mengerti bahwa jauh didalam lubuk hatinya, ia juga mencintai Pony.

Seperti yang sudah diduga, akhirnya perusahaan Dong Jun Xiang-lah yang memenangkan tender Paru-paru Kota. Namun pria yang kini berstatus sebagai pacar Yang Xin tersebut menjalankan rencana semula yaitu menyerahkan proyek prestisius itu pada perusahaan Kai Hua, sekaligus menunjukkan niat baiknya untuk membalas budi.

Saat mendatangi rumah Zhi Cheng, Yin Tong terkejut melihat sejumlah pria yang tak lain kenalan lama sang ayah berkumpul termasuk Dokter Jin. Rupanya mereka bertekad membujuk Yin Tong supaya mau melepaskan Yang Lan berobat, yang langsung ditolaknya. Namun mendengar ucapan Zhi Cheng yang memintanya percaya akan keajaiban, Yin Tong akhirnya tergugah juga.

Ketika sampai dirumah, Yin Tong dengan sigap langsung membopong Yang Lan yang ambruk ke atas ranjang. Dari situ Yang Lan sadar kalau pria itu sudah tahu akan penyakitnya, dan akhirnya menurut saat diminta untuk pergi berobat.

Sebelum pergi, pasangan Yin Tong-Yang Lan melangsungkan pesta pernikahan sederhana yang diselenggarakan di rumah putih dan dihadiri oleh semua orang. Bisa dibayangkan bagaimana bahagianya Yang Lan melihat orang yang dicintainya termasuk sang ibu datang, malamnya kejutan semakin lengkap dengan kembang api yang telah disiapkan Yin Tong.

Seiring dengan tubuhnya yang semakin lemah, Yang Lan harus dibopong Yin Tong untuk kembali ke rumah lamanya dan diserahkan pada Shi Rong. Meski hatinya pedih, Yin Tong berusaha percaya bahwa pengobatan kali ini bakal berhasil. Dan hingga akhir cerita, Yin Tong masih tetap setia menunggu kembalinya Yang Lan ke rumah putih.

TAMAT

Romance In The White House (Episode 23)


Namun siapa sangka saat bertemu, reaksi Yin Tong tidak seperti yang diharapkannya. Terus meminta maaf karena telah bersikap buruk, Yin Tong mengatakan bahwa satu-satunya pria yang dianggapnya sebagai ayah adalah Zhi Cheng, sehingga pria itu sangat terharu dan menangis.

Setelah tangisnya reda, Zhi Cheng menjelaskan kalau selama ini semua orang sudah salah paham dengan Tong Lei : alasan wanita itu pergi adalah untuk mengejar mimpinya dan bukan menelantarkan keluarga. Reaksi Yin Tong langsung berubah saat tahu dirinya punya seorang adik yang tak lain adalah gadis kecil yang selama ini dicari-cari Jamii.

Perkembangan keadaan membuat semuanya gembira, namun ada satu hal yang mengganjal : penyakit Yang Lan. Shi Rong mendatangi Yin Tong dan meminta pemuda itu membujuk Yang Lan untuk menjalani operasi, namun ia bingung karena itu berarti kalau Yang Lan bakal berpisah dengannya dalam waktu lama ditambah lagi kemungkinan berhasil yang hanya 10 persen.

Ketika mendengar nama Yan Qing sebagai ketua Dewan Perencanaan, Zhi Cheng sempat terkejut. Siapa sangka, pria yang dimaksud adalah sahabat lamanya yang keesokan harinya muncul di kebun pir. Perkembangan yang terjadi mengenai proposal Paru-paru Kota ternyata di luar perkiraan, sogokan yang diberikan Hu Kai dilaporkan ke pihak berwajib.

Begitu mendengar polisi datang untuk menangkapnya, Hu Kai kaget dan memohon supaya Pei Shan membantunya. Dari ucapan sang direktur, ia baru sadar kalau Pony telah menjebaknya karena ternyata Yan Qing adalah pribadi yang bersih. Dalam pelariannya, Hu Kai terus teringat dengan dosa-dosa masa lalunya dan nasehat sang ibu kalau kesuksesan tidak bisa diraih dalam sekejap.

Satu-satunya yang terbersit untuk dimintai tolong adalah Yin Tong, namun ia sempat mengurungkan niatnya saat melihat pria itu sedang bersama Yang Lan. Beruntung Yin Tong berlari menyusul, dan dengan sabar mendengar semua cerita Hu Kai.

Dengan mata berkaca-kaca, Hu Kai meminta Yin Tong untuk berbohong kalau dirinya bertugas di luar negeri didepan ibunya dan meminta mantan sahabat baiknya itu untuk merawat sang ibu. Sebelum berpisah, ia meminta waktu bertemu dengan Yang Lan dan didepan gadis itu, kesombongan Hu Kai runtuh dan ia meminta maaf.

Semua urusan yang harus diselesaikan akhirnya beres, Hu Kai dengan tenang menyerahkan diri ke kantor polisi. Sebelum berpisah, Yin Tong memeluknya sambil menyebut bahwa apapun yang terjadi, pria itu masih tetap sebagai sahabat dan saudaranya.

Romance In The White House (Episode 22)


Ketika berduaan, Yin Tong memohon supaya Yang Lan mau menikah dengannya sebelum musim semi, gadis itu tidak sadar kalau ucapan itu didasarkan karena Yin Tong ingin hidup tenang dengannya sebelum Yang Lan menghembuskan napas terakhir.

Melihat gadis yang dicintainya itu ragu-ragu, Yin Tong menggunakan cara lain yaitu mengundang musisi Jamii untuk bermain biola saat mengajukan lamaran kedua. Kali ini Yang Lan hanya bisa terdiam tanpa jawaban.

Dalam pengembaraannya, Zhi Cheng mendengar lagu yang sudah tidak asing lagi, yang menyanyikan ternyata gadis bernama Wawa alias Xiao Yin yang pernah ditemuinya. Bisa dibayangkan bagaimana terkejutnya pria itu mendengar gadis itu adalah anak Tong Lei. Dengan penuh haru, ia menatap dinding rumah gadis cilik itu yang berisi foto-foto wanita yang dicintainya Tong Lei.

Di kantor, Shi Rong memerintahkan Hu Kai untuk menyampaikan perubahan proposal ke Dewan Perencanaan namun ditolak, bahkan pemuda itu terang-terangan menantang Shi Rong yang hendak memecatnya. Saat rapat dewan direksi, pria itu kalah populer dari Hu Kai dan akhirnya memutuskan untuk mundur dari jabatannya.

Dari seorang pria yang telah merawat Wawa sejak berumur 3 tahun, Zhi Cheng mendapat sebuah diari yang isinya tulisan Tong Lei yang telah meninggal akibat kecelakaan. Dari situ ia tahu kalau wanita itu telah bertemu dengan pria bernama Yan yang dicintainya, menikah dan melahirkan Wawa dan menyebut panggilan Xiao Yin adalah untuk mengenang nama Zhi Cheng.

Dengan cara menyogok anggota Dewan Perencanaan, Hu Kai yakin kalau proposal perusahaan Kai Hua bakal menang. Namun ketika dilaporkan ke Pei Shan, yang ada di kepala wanita itu adalah menemui Yang Lan dan berusaha menebus kesalahannya.

Ia berhasil menemui anak gadisnya itu, bersama Yang Xin, di pinggir danau dan memohon supaya Yang Lan mau menjalani operasi transplantasi sumsum dan mengaku setelah itu bakal merestui pernikahannya. Namun dengan air mata terurai Yang Lan menolak dan memilih menghabiskan sisa hidupnya disekeliling orang yang dicintainya, ketiganya langsung berpelukan sambil menangis.

Zhi Cheng akhirnya memutuskan kembali pulang setelah menemukan apa yang dicarinya, ia langsung menemui Profesor Yin yang memberitahu perkembangan terakhir mengenai masalah Yin Tong-Yang Lan.

Romance In The White House (Episode 21)


Di hadapan Dewan Perencanaan Kota, Yin Tong dan Hu Kai sebagai wakil perusahaan Kai Hua dipanggil untuk diwawancara. Sepanjang sesi tersebut, ketua dewan terus mencecar Yin Tong dengan pernyataan-pertanyaan sulit seputar proyek Paru-paru Kota.

Melihat perkembangan tersebut, Hu Kai tersenyum penuh kemenangan dan memberitahu Pei Shan bahwa peluang mereka untuk menang sangat besar. Siapa sangka dari sang sekretaris ia mendapat berita lain : mayoritas Dewan Perencanaan lebih memilih presentasi Yin Tong.

Ia langsung teringat dengan nama salah seorang anggota yang diajukan Pony, dan mendatangi gadis itu dirumah sakit untuk mengkonfirmasi apakah orang itu bisa dipercaya. Saat berjalan pulang ia berpapasan dengan dokter Jin, yang memberitahu keadaan Yang Lan yang sebenarnya.

Begitu diberitahu, Shi Rong dan Pei Shan terpukul dan menelepon Yang Lan untuk pulang. Ditemani Yin Tong yang menunggu di luar, Yang Lan dimarahi oleh Pei Shan karena menyembunyikan masalah penyakitnya dan menuduh seolah Yin Tong-lah yang menyebabkan gadis itu bertingkah aneh.

Yang Xin yang tidak tahan lagi akhirnya angkat bicara : Pei Shan dan Hu Kai-lah yang menjadi penyebab penyakit Yang Lan memburuk, semua itu diawali oleh siasat keduanya yang memfitnah Yin Tong sehingga gadis itu kehilangan semangat hidup dan tidak mau makan obat sama sekali.

Ucapan itu seperti petir di siang bolong bagi Pei Shan, yang langsung berlari ke kamar. Langkahnya diikuti Hu Kai, yang diusir oleh Shi Rong dan diminta tidak menginjakkan kakinya di rumah itu lagi. Saat berjalan keluar ia berpapasan dengan Yin Tong, dan dengan senyum licik penuh kesedihan membeberkan penyakit Yang Lan yang bertambah parah.

Tentu saja Yin Tong tidak percaya dengan ucapan pemuda yang sering berbohong tersebut dan nyaris memukulnya, namun Hu Kai sendiri sudah pasrah dan dengan langkah gontai berjalan keluar sambil terus memikirkan ucapan Yang Xin yang menyebut dirinya sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas penyakit Yang Lan.

Didalam rumah, Yang Lan mengobrol banyak dengan Shi Rong dan berterima kasih atas segala kebebasan yang diberikan sang ayah selama ini mulai dari bunga melati hingga bisa menyelinap keluar. Memohon supaya tidak dibawa ke rumah sakit, Yang Lan meminta Yang Xin menemani Yin Tong di luar dan mengajukan permintaan supaya Shi Rong menyelamatkan kebun pir dan rumah putih.

Ketika bertemu Yin Tong, mata Yang Xin terlihat merah seperti habis menangis. Dari situ Yin Tong sadar kalau apa yang diucapkan Hu Kai benar : umur Yang Lan hanya tinggal menunggu waktu. Ia juga mengerti kenapa gadis itu menyebut kalau lebih baik menikah setelah musim semi, karena ia tidak ingin Yin Tong menjadi duda.

Romance In The White House (Episode 20)


Mendengar kalau dirinya dan Yang Lan tidak bersaudara, Yin Tong memacu langkahnya menuju rumah putih dimana gadis yang dicintainya menanti. Dengan penuh suka cita ia menyampaikan niat melamar Yang Lan dan memperbaiki keadaan, tanpa sadar kalau gadis itu menyimpan kesedihan dimatanya.

Setelah sekian lama menyimpan rahasia seputar dirinya dan Tong Lei, Shi Rong memutuskan untuk membeberkan semuanya pada Pei Shan dengan harapan sang istri mau mengerti dan percaya padanya. Yang terjadi justru sebaliknya, Pei Shan marah dan semakin bertekad menghancurkan kebun pir supaya kenangan masa pahit masa lalunya tidak tersisa lagi.

Ketika berjalan keluar gedung, ia dicegat oleh Yin Tong dan setelah sempat mengacuhkan, mengajak pemuda itu untuk berbicara di sebuah bar prestisius. Usaha Yin Tong membujuk Pei Shan untuk merestui pernikahannya kelak dan menyelamatkan kebun pir sia-sia, ia tidak tahu kalau semua itu dilakukan atas kecemburuan terhadap Tong Lei.

Di rumah putih, Yang Lan menghabiskan waktunya mengobrol dengan Yang Xin dan menceritakan niat Yin Tong menikahinya. Dengan wajah sedih, gadis itu berkata kalau dirinya tidak pernah setakut itu menghadapi kematian karena tahu hal itu akan menghancurkan perasaan Yin Tong.

Perusahaan Kai Hua mendapat pemberitahuan dari Dewan Perencanaan kalau proyek Paru-paru Kota besar kemungkinan harus ditarik karena adanya dua pihak yang mengajukan proposal sama. Ketika rapat internal, Shi Rong meminta supaya mereka berunding dengan pihak Dong Jun Xiang dan mengambil jalan tengah. Selain itu, ia juga mengambil-alih proyek itu dari Hu Kai.

Lewat jasa pengacara (dan tampilnya Shi Rong sebagai juru negosiasi) membuat perjanjian, yang berisi siapapun pihak yang menang berwenang menentukan semuanya, dengan kantor Dong Jun Xiang berjalan mulus. Hu Kai yang datang sebagai bawahan meradang, ia masih berusaha mengintimidasi Yin Tong dkk dengan menyebut Kai Hua-lah yang bakal tampil sebagai pemenang,

Rupanya diam-diam pihak Dong Jun Xiang punya rencana sendiri, mereka punya keyakinan bakal mampu memenangkan tender proyek Paru-paru Kota. Kelak, proyek tersebut rencananya bakal diserahkan ke Kai Hua. Ucapan itu sudah tentu membuat Yang Xin, yang kini bekerja di kantor Dong Jun Xiang, senang bukan-kepalang.

Romance In The White House (Episode 19)


Sebelum perang dimulai, Yin Tong meminta Yang Lan untuk menemuinya dan mengatakan bahwa meski status mereka adalah kakak-adik, namun gadis itu tetap nomor satu dihatinya. Tidak hanya itu, ia juga berharap Yang Lan mau kembali ke rumah putih.

Tekad Dong Jun Xiang untuk menarik proyek Paru-paru Kota rupanya tidak main-main, Hu Kai yang tidak mampu membujuk menemui Pei Shan untuk mendiskusikan kemungkinan melakukan tuntutan. Di saat yang bersamaan muncul Shi Rong dan Pony yang baru pulang dari luar negeri,

Sudah tentu Pony sangat bahagia karena bisa bersama Hu Kai lagi, namun belakangan dari pembicaraan Shi Rong dan Pei Shan ia tahu kenapa pemuda yang dicintainya itu belakangan bersikap acuh : Hu Kai berniat memacari Yang Lan. Hati gadis itu langsung hancur, apalagi Hu Kai dengan dingin terang-terangan menyebut tidak bisa mencintai gadis itu lagi.

Di rumah, Yang Xin terkejut melihat mimisan Yang Lan kambuh, saat mencari obat ia menemukan sebuah kotak berisi beberapa butir tablet. Akhirnya ketahuan bahwa sejak kembali dari Amerika Yang Lan tidak pernah memakan obatnya, ia didesak untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit.

Dalam keadaan kalut, Pony tertabrak mobil dan harus dilarikan ke rumah sakit. Ketika dijenguk Hu Kai, ia menyebut telah memberi hadiah terakhir pada pria itu berupa daftar nama dewan kota yang bisa didekati untuk memuluskan langkah proyek. Dasar masih cinta, Pony kembali mengatakan bahwa ia bakal setia menunggu Hu Kai sampai kapanpun.

Hasil pemeriksaan laboratorium akhirnya keluar : penyakit Yang Lan telah memasuki stadium akhir dan kalau tidak diobati, gadis itu tidak akan bertahan sampai musim semi. Meminta dokter merahasiakan hal tersebut dari siapapun, Yang Lan meneruskan rencananya bersama Yang Xin yaitu mengajak ayahnya menemui Profesor Li untuk menjernihkan soal ayah Yin Tong yang sebenarnya.

Ketika dikonfrontir, Shi Rong membantah Yin Tong adalah anaknya karena di masa lalu ia tidak pernah sekalipun melakukan hubungan intim dengan Tong Lei ibu pria itu. Setelah dirunut, Profesor Li dan dirinya curiga bahwa seorang pria lain bermarga Yan-lah yang merupakan ayah kandung Yin Tong sebenarnya.

Setelah semua kebenaran terungkap, Yang Lan merasa sangat sedih karena penyakitnya yang bertambah parah membuat kemungkinannya menghabiskan banyak waktu bersama Yin Tong makin kecil. Dengan cepat ia membuka kotak tempat menyimpan butiran tablet obat dan berusaha memakan semuanya, berharap dengan melakukan itu penyakitnya bisa sembuh.

Romance In The White House (Episode 18)


Malamnya saat bersama Yin Tong, dengan wajah sedih Yang Lan menyebut mungkin keduanya ditakdirkan untuk menjadi keluarga dekat. Tentu saja Yin Tong tidak tahu apa yang dimaksud, dan memeluk gadis itu dengan erat.

Keesokan harinya saat pemuda itu bekerja, diam-diam Yang Lan menyelinap pergi dengan satu tujuan : rumah tempat tinggalnya. Kehadirannya langsung disambut gembira Pei Shan, yang tidak bosan-bosannya menyebutkan kekurangan Yin Tong. Bisa ditebak bagaimana perasaan Yin Tong demi mendapati Yang Lan menghilang dan hanya meninggalkan surat.

Ia langsung menuju ke rumah Pei Shan namun malah diusir, dengan kesal Yin Tong meneruskan langkahnya ke kebun pir. Dengan penuh kemarahan, ia memaki Zhi Cheng dan menyebut tidak bakal memaafkan sang ayah, tanpa tahu kalau di balik semua itu perasaan Zhi Cheng sangat menderita.

Masih belum cukup, pria setengah baya itu diminta menemui Pei Shan. Tidak lagi memperdulikan persahabatan di masa lalu, Pei Shan dengan angkuh meminta Zhi Cheng menjual kebun pir dengan alasan semua itu demi keberhasilan proyek Paru-paru Kota karya Yin Tong. Begitu nama anaknya dibawa-bawa, Zhi Cheng yang sempat ragu akhirnya memutuskan untuk melepas kebun pirnya.

Padahal pada saat itu, Dong Jun Xiang yang sudah muak dengan tingkah Hu Kai memutuskan untuk menarik proyek Paru-paru Kota dari perusahaan Kai Hua meski hal itu bisa membuatnya rugi dengan jumlah sangat besar. Niat tersebut didukung Yin Tong, keduanya langsung menghadap Pei Shan.

Ditemani oleh asistennya yang licik Hu Kai, Pei Shan menyebut bahwa proyek itu sudah tidak bisa ditarik lagi karena selain Zhi Cheng sudah setuju menjual, penarikan bakal membuat Dong Jun Xiang membayar ganti rugi dengan jumlah wah. Namun, dengan mengeraskan hati Dong Jun Xiang menyebut bakal tetap menjalankan niatnya.

Tidak tahan melihat Zhi Cheng terus menderita, Profesor Li menemui Yin Tong dan membeberkan semuanya mulai dari kuliahnya yang selama ini dibiayai sang ayah sampai fakta kalau pemuda itu bukanlah anak kandung Zhi Cheng melainkan Shi Rong.

Romance In The White House (Episode 17)


Secara kebetulan, Pei Shan sedang mengobrol dengan Shi Rong yang baru saja pulang dari luar negeri. Jengkel dengan sikap putrinya yang lagi-lagi menentang, kesabaran Pei Shan habis dan Yang Xin langsung ditampar.

Sambil berjalan meninjau rumah putih dan kebun pir bersama Yin Tong, Yang Lan memutuskan untuk meninggalkan rumahnya. Saat pulang hendak mengambil koper, keduanya dicegat oleh Pei Shan (yang ditemani Shi Rong). Dengan penuh amarah Pei Shan mengancam tidak bakal lagi menganggap Yang Lan sebagai anaknya, namun gadis itu sudah tidak perduli lagi.

Setelah beberapa saat hidup tenang disamping Yin Tong, cobaan baru kembali datang. Dewan direksi perusahaan Kai Hua (atas desakan Hu Kai) berniat menyita kebun pir Zhi Cheng yang dianggap sebagai bagian dari desain Paru-paru Kota untuk dijadikan apartemen. Shi Rong yang tidak enak hati akhirnya menemui Zhi Cheng untuk menjelaskan permasalahan yang terjadi.

Obrolan keduanya mencuatkan fakta mengejutkan : Zhi Cheng akhirnya tahu kalau Yang Lan adalah putri Shi Rong. Hal ini sudah tentu menjadi dilema tersendiri baginya, karena itu berarti Yang Lan dan Yin Tong bersaudara.

Di rumahnya, tekanan terhadap Shi Rong semakin besar karena Pei Shan benar-benar bernafsu menghancurkan kebun pir Zhi Cheng demi membalaskan sakit hatinya pada Yin Tong. Zhi Cheng sendiri tidak kalah kalut, belakangan ia memutuskan untuk menemui Yang Lan dan memintanya untuk tidak bersama Yin Tong lagi.

Perubahan sikap itu sudah tentu membuat Yang Lan bingung, ia menceritakannya pada Yin Tong sambil berpesan supaya pemuda itu tidak bertengkar dengan sang ayah saat bertemu. Sayang, kesabaran Yin Tong habis karena Zhi Cheng hanya terus melarang tanpa menyebutkan alasannya. Pemuda itu mengira sang ayah melakukannya demi menjaga persahabatan dengan Pei Shan dan Shi Rong.

Kemarahan Yin Tong membuat Profesor Li yang melihatnya terkejut, tanpa mendengarkan larangan Zhi Cheng ia akhirnya membuka fakta yang sebenarnya : Yin Tong adalah putra Shi Rong dan itu berarti dirinya bersaudara dengan Yang Lan.

Romance In The White House (Episode 16)


Dengan wajah sumrigah, Yang Lan dengan sepedanya langsung menuju ke tempat Yin Tong. Tapi Hu Kai benar-benar licik dan telah menyebar mata-mata, begitu melihat Yang Lan keluar salah seorang diantaranya langsung melapor.

Baru saja hendak menuju rumah putih buatan Yin Tong, Yang Lan berpapasan dengan Li Ping yang terkesan baru dari rumah tersebut. Sambil tersenyum, gadis itu menyebut Yin Tong sering mengundangnya bermalam disana dan mengaku bahwa rumah tersebut adalah rumah panggung biasa.

Keruan saja Yang Lan kembali bersedih, ia berjalan gontai ke mercusuar dan sambil bergumam menyebut telah merelakan Yin Tong ke pelukan Yi Ping. Gadis itu tidak sadar kalau Yin Tong terus menunggunya di rumah putih dan bergeming meski Dong Jun Xiang sudah berusaha membujuknya.

Beruntung bagi Yang Lan, malaikat penolong alias adiknya Yang Xin pulang lebih cepat. Begitu mendengar cerita sang kakak, Yang Xin langsung melabrak Dong Jun Xiang untuk mencari kebenaran soal Yin Tong yang diduga telah memiliki pacar lain. Keruan saja, Dong Jun Xiang bingung setengah mati dan sempat berdebat dengan Yang Xin.

Belakangan keduanya sadar kalau semua itu hanyalah strategi dari pihak ketiga, mereka langsung melabrak Li Ping dan berusaha mencari tahu siapa dalang dari semua itu. Li Ping yang ketakutan langsung melapor pada Hu Kai, yang meminta gadis itu untuk menghilang selama beberapa hari.

Namun berkat kengototan Dong Jun Xiang dan Yang Xin, Li Ping akhirnya menyerah dan membeberkan bahwa semua yang dilakukannya adalah atas perintah Hu Kai yang bekerja sama dengan Pei Shan. Begitu diberitahu, Yin Tong langsung bergegas menuju ke hotel dimana Yang Lan, yang dibujuk oleh Pei Shan dan Hu Kai, menginap.

Menemukan gadis itu termenung di pinggir sebuah kolam renang, Yin Tong berhasil meyakinkan Yang Lan kalau cintanya tidak pernah beralih ke orang lain. Sambil terisak, Yang Lan berjanji akan selalu mempercayai ucapan Yin Tong, dan menyebut ingin membongkar kedok Hu Kai terlebih dahulu sebelum pergi mengikuti pemuda itu.

Keesokan harinya, Yang Lan berpura-pura menerima lamaran Hu Kai. Saat keduanya kembali ke rumah, mereka telah ditunggu oleh Yang Xin dan Dong Jun Xiang serta seorang saksi kunci : Li Ping. Hebatnya, wajah Hu Kai tetap tenang meski sudah terpojok dan menyebut semua itu adalah ide Pei Shan.

Romance In The White House (Episode 15)


Ketika bertemu Yin Tong, Dong Jun Xiang menceritakan bahwa ia mendapat kabar kalau Yang Lan sudah pulang dari Yang Xin saat keduanya saling menelepon. Hal ini sudah tentu membuat Yin Tong bingung, ia menyusul ke rumah Yang Lan namun diberitahu Bibi Zeng kalau gadis itu tidak ada.

Setiap kali hendak bertemu Yang Lan, selalu saja ada penghalang bagi Yin Tong dan semua itu (seperti yang bisa diduga) adalah berkat siasat Hu Kai. Yin Tong sendiri pada akhirnya berhasil bertemu dengan gadis yang dicintainya, namun saat itu Yang Lan diapit oleh Pei Shan dan Hu Kai.

Saat melihat sosok pemuda tersebut, Pei Shan langsung memarahinya namun kali ini Yin Tong tidak tinggal diam, ia meminta wanita setengah baya itu untuk tidak ikut campur. Sayang, Yang Lan yang sudah terlanjur termakan hasutan kalau Yin Tong telah memiliki kekasih lagi mengaku kalau dirinya telah bertunangan dengan Hu Kai.

Begitu berpisah, didalam rumah Yang Lan mendadak ambruk. Ketika sadar, ia mengaku pada sang ibu dan Hu Kai kalau semua itu akibat kelelahan belaka, mereka tidak tahu kalau Yang Lan sudah tidak pernah memakan obatnya. Keesokan harinya, A Fei yang panas mendengar cerita Yin Tong mendatangi Hu Kai dan memukul pria itu.

Dengan wajah babak-belur, Hu Kai menggunakan kesempatan itu untuk semakin memojokkan citra Yin Tong didepan Pei Shan. Yin Tong sendiri tidak menyerah, ia kembali berusaha menemui Yang Lan dan menyebut kepada Bibi Zeng kalau itu adalah untuk yang terakhir kalinya. Dengan enggan, gadis itu akhirnya mengiyakan.

Yin Tong terus mengingatkan Yang Lan akan pentingnya rasa saling percaya, dan menyebut kalau rumah putih yang mereka idamkan sudah hampir selesai dan hanya tinggal menunggu kehadiran gadis itu. Sampai malam tiba, ucapan pemuda itu terus terngiang di benak Yang Lan. Siapa yang harus ia percayai sekarang?

Romance In The White House (Episode 14)


Dengan senyum liciknya, Hu Kai memberitahu keduanya bahwa Yin Tong telah memiliki pacar baru bernama Yi Ping yang tidak lain adalah sekretaris Dong Jun Xiang. Tentu saja, ucapan itu langsung ditertawakan oleh Yang Lan dan Yang Xin.

Seolah tidak mau kalah, Pei Shan ikut menambahi bahwa sikap Yin Tong memang demikian sehingga kedua putrinya ragu. Mereka langsung menuju ke kantor Dong Jun Xiang yang kosong, dan di meja Yin Tong terdapat foto pria itu yang sedang berdampingan mesra dengan Yi Ping (belakangan muncul menegur Yang Lan dan Yang Xin serta mengaku dirinya adalah kekasih Yin Tong).

Hati Yang Lan langsung hancur, ia tidak tahu kalau semua itu adalah siasat Hu Kai yang sengaja memancing Yin Tong dan Dong Jun Xiang keluar dengan alasan rapat. Rencananya semakin mulus berkat bantuan Pei Shan, yang sejak semula tidak menyukai Yin Tong, dan berusaha membujuk Yang Lan bertamasya bersama.

Sebelum pergi, ia berpesan pada Bibi Zeng untuk tidak memberitahu Yin Tong kalau Yang Lan sudah pulang. Saat mau pergi Yang Lan sangat terkejut, karena sang ibu ternyata mengajak Hu Kai untuk menemani.

Di perjalanan berbagai strategi dikeluarkan Hu Kai untuk berusaha tampil sebagai orang baik didepan Pei Shan dan Yang Lan, ia langsung meraih simpati sang bos ketika terluka saat menyelamatkan Yang Lan dari gangguan beberapa berandalan.

Melihat pemuda itu tulus, Pei Shan berusaha mendesak Yang Lan untuk menerima cinta Hu Kai dan melupakan Yin Tong yang telah berkhianat. Namun, Yang Lan tetap bergeming pada keputusannya. Begitu kembali ke kantor, Hu Kai melampiaskan kekesalannya pada Yin Tong dengan memberi waktu mantan sahabatnya tersebut dua hari untuk menuntaskan revisi proyek Paru-paru Kota.

Dong Jun Xiang yang jengkel langsung mengajak Yin Tong untuk mundur dari proyek tidak masuk akal yang disampaikan Hu Kai, namun pemuda itu berhasil membujuk bosnya tersebut untuk berusaha lagi. Ia memutuskan untuk menemui Pei Shan, namun wanita itu malah bekerja sama dengan Hu Kai dan menyebut kalau di Amerika Yang Lan telah mempunyai kekasih baru.

Sempat goyah, Yang Lan akhirnya sadar bahwa hal terbaik yang harus dilakukannya adalah langsung menemui Yin Tong untuk menanyakan kebenaran semuanya. Sayang Hu Kai lebih cerdik, ia meminta Yi Ping untuk bertindak mesra pada Yin Tong sehingga berkesan keduanya telah berpacaran.

Begitu melihat adegan itu, Yang Lan yang semula berniat menemui Yin Tong mengurungkan niatnya. Tidak ada yang tahu kalau sejak hari tersebut, gadis itu diam-diam tidak memakan obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi penyakitnya.

Romance In The White House (Episode 13)


Menjelang keberangkatan, Yang Lan dijamu dalam sebuah makan malam yang romantis. Sambil menunduk, gadis itu mengatakan tidak ingin ke Amerika, namun Yin Tong menenangkan hatinya dan menyebut akan mencari cara supaya Yang Lan tahu betapa besar cinta pemuda itu padanya.

Karena tidak ingin merasa sedih, Yang Lan meminta Yin Tong untuk tidak mengantarnya ke bandara. Janji itu dipenuhi keesokan harinya, pria itu hanya menitipkan sebuah cd rekaman lewat A Fei untuk diberikan pada Yang Lan. Begitu mendengar suara dan lagu yang dilantunkan Yin Tong, Yang Lan mulai merasa menyesal telah mengucapkan permintaan yang justru malah disesalinya.

Namun Yin Tong sendiri merasakan hal yang sama, ia meminta A Fei menyusul mobil yang berisi Yang Lan dan Yang Xin kemudian membuka kaca sambil berteriak memanggil nama gadis yang dicintainya. Yang Lan yang melihat terkejut campur terharu, keduanya tidak lupa saling mengucapkan sampai jumpa.

Tak berapa waktu cepat berlalu, posisi Hu Kai di perusahaan Kai Hua makin mantap. Ketika rapat, Zhi Rong mengkritik dan menyebut supaya proyek mereka diberikan sebagian ke Dong Jun Xiang. Rupanya, pria itu sudah tahu kalau Hu Kai pendendam dan berusaha menegurnya. Hal serupa juga dirasakan oleh Pei Shan, namun wanita ini lebih diplomatis.

Karena siasat liciknya untuk mengucilkan Yin Tong ketahuan, Hu Kai menjadi sangat geram. Apalagi saat rapat bersama pihak Dong Jun Xiang (yang juga dihadiri oleh Yin Tong), atasannya Shi Rong malah berbalik menyudutkannya.

Karena proyek Paru-paru Kota harus direvisi, mau tidak mau Dong Jun Xiang membuka lamaran untuk posisi sekretaris. Yang terpilih adalah You Li Ping yang ternyata adalah adik kelas Yin Tong. Dari awal, gadis itu dengan terang-terangan mengaku sangat mengagumi karya seniornya tersebut.

Panas karena terus-terusan dikritik, Hu Kai mengadu pada Pei Shan dan membeberkan kalau Shi Rong melakukannya karena kenal baik dengan ayah Yin Tong. Keruan saja, Pei Shan yang sejak awal cemburu pada sang suami yang diduga masih menyimpan perasaan pada Tong Lei panas. Malamnya keduanya bertengkar, dan tekadnya untuk memisahkan Yin Tong dan Yang Lan semakin bulat.

Akibat kejadian itu, Pei Shan menugaskan Hu Kai sebagai penanggung jawab penuh proyek kerja sama dengan Dong Jun Xiang. Kesempatan itu diguanakan oleh pemuda itu untuk menekan Yin Tong, dan belakangan baru ketahuan kalau Yi Ping sekretaris Dong Jun Xiang adalah suruhannya.

Romance In The White House (Episode 12)


Dengan tenang, Yin Tong menggandeng tangan Yang Lan dan mengajaknya pergi. Adegan itu terlihat oleh Pei Shan yang langsung memerintahkan anak buahnya untuk menahan pemuda yang dianggap lancang itu. Belum sempat terjadi apa-apa, mendadak Shi Rong muncul.

Bersama Profesor Xia dan Li, ia memberitahu sang istri soal kebohongan Hu Kai. Kabar itu sudah tentu mengguncang Pei Shan yang sudah kadung percaya penuh pada pemuda itu, namun wanita itu masih keras kepala dan balik menuduh Yin Tong yang dianggap memancing di air keruh.

Tidak hanya itu, dengan sinis ia bahkan mengatakan kalau kejadian itu bakal dimanfaatkan Yin Tong supaya diijinkan membawa pergi Yang Lan. Diminta menunggu di kamar sang kekasih, pemuda itu menegaskan pada Yang Lan supaya mereka tidak membiarkan orang lain atau masalah apapun untuk memisahkan keduanya.

Setelah semua tamu pulang, Pei Shan meminta waktu bicara dengan Shi Rong dan pasangan Yin Tong-Yang Lan. Sama-sama gugup menjelang detik menentukan, Yin Tong meminta Yang Lan untuk tidak melepaskan genggaman tangannya. Didepan Pei Shan, ia kembali menegaskan tidak berniat menggunakan terbongkarnya kebohongan Hu Kai untuk menekan perusahaan Kai Hua.

Namun ia juga menegaskan bahwa biar bagaimanapun, Yang Lan akan dibawanya pergi karena Yin Tong sadar hanya hal itu yang bisa membahagiakan kekasihnya. Pei Shan yang sudah terlanjur tidak menyukai pria itu tidak kurang akal, ia langsung membongkar soal rencana kepergian Yang Lan ke Amerika untuk mengobati penyakitnya yang tidak kunjung sembuh.

Ucapan itu langsung membuat Yin Tong bergetar, tekadnya membawa pergi Yang Lan langsung luntur meski gadis itu menangis sambil memohon Yin Tong untuk tidak melupakan janjinya. Dengan mata berkaca-kaca, pemuda itu akhirnya mengaku kalau harapan terbesarnya adalah melihat Yang Lan hidup selama mungkin disisinya.

Berkat bujukan Yin Tong, Yang Lan setuju untuk tinggal dirumahnya dengan syarat kedua orangtuanya tidak melarang berhubungan dengan Yin Tong. Saat pagi tiba, gadis itu dibawa ke pinggir sebuah danau tempat Yin Tong berencana membangun rumah putih. Sambil tersenyum, ia berjanji akan mengecat rumah idaman tersebut bersama Yang Lan sekembalinya gadis itu dari Amerika.

Di perusahaan Kai Hua, Hu Kai berhasil mempengaruhi Pei Shan dengan berpura-pura mengajukan surat pengunduran diri dengan alasan malu dengan kelakuan tercelanya. Strategi itu berhasil, sang atasan menolak bahkan menyebut suatu hari masa depan Kai Hua bakal tergantung padanya.

Romance In The White House (Episode 11)


Dasar apes, ternyata Pei Shan mengutus Hu Kai untuk mengawal Yang Lan ke rumah sakit. Keruan saja semua rencana gagal total, Yin Tong yang sudah tahu semuanya berusaha mencegat di tengah jalan namun ia justru malah dihajar hingga babak-belur oleh Hu Kai.

Sejak saat itu, praktis Yang Lan bagai hidup di penjara karena ibunya Pei Shan memberi kuasa penuh pada Hu Kai untuk menjaga ketat gadis itu. Beruntung ada Yang Xin, yang meminjamkan ponselnya pada sang kakak untuk berkomunikasi dengan Yin Tong. Sebelum berpisah, pemuda itu berjanji bakal menjemput sang kekasih beberapa hari lagi.

Di perusahaan Kai Hua, Hu Kai, yang sempat berusaha merebut simpati Yang Lan dengan memberikan ponsel baru namun malah dibuang, terpilih sebagai pimpinan proyek yang baru. Tahu semua itu bakal terjadi, Yang Xin melalui telepon memberitahu Yin Tong dan menyebut itulah saat untuk menjalankan rencana mereka.

Rupanya, Yin Tong berniat membongkar kebohongan Hu Kai dengan bantuan gurunya Profesor Li, yang tidak habis pikir kalau Hu Kai bakal melakukan tindakan tidak terpuji seperti itu. Sayang, salah seorang mentornya yang lain Profesor Xia menolak membantu karena sadar apa yang dilakukan Yin Tong bakal menghancurkan perusahaan Kai Hua.

Menegaskan kalau dirinya tidak punya keinginan seperti itu, Yin Tong dimarahi Profesor Xia yang secara tidak langsung dituding berkompromi dengan perusahaan Kai Hua untuk memenangkan karya jiplakan Hu Kai. Namun, sikap Hu Kai yang mendadak meminta dikembalikannya semua data yang berkaitan dengan Jejak Langkah dan Waktu menyadarkan Profesor Xia.

Kondisi Yang Lan membuat orangtuanya memerintahkan supaya gadis itu dibawa ke Amerika untuk pengobatan, namun ia menolak dan meminta Yang Xin tidak memberitahu Yin Tong. Ketika keduanya berbicara di telepon, Yin Tong menyebut bakal membawa Yang Lan pergi saat digelar pesta dirumahnya, dan meminta gadis itu kelak untuk menggenggam erat tangannya apapun yang terjadi.

Bersama Profesor Li, Profesor Xia akhirnya mendatangi Shi Rong dan membongkar kecurangan Hu Kai. Ketika dikonfrontir Hu Kai masih berusaha berkelit, namun kemudian terdiam ketika Profesor Xia menunjukkan bukti-bukti otentik kalau karya Jejak Ruang dan Waktu adalah milik Yin Tong. Sia-sia usahanya berlutut didepan ketiga pria tersebut.

Tidak tahu akan apa yang terjadi, Pei Shan mengadakan pesta meriah di rumahnya untuk menyambut keberhasilan proyek Jejak Ruang dan Waktu. Ia tidak sadar bahwa dalam waktu dekat bakal ada dua kejadian hebat yang berkaitan dengan proyek perusahaannya tersebut dan masa depan Yang Lan.

Romance In The White House (Episode 10)


Mengira dirinya bakal mendapat restu berhubungan dengan Yang Lan, Hu Kai harus menahan sesak didadanya setelah melihat gadis yang disukainya itu justru berbalik menuduhnya memanfaatkan kondisi perusahaan untuk memberi tekanan pada kedua orang tuanya.

Selain menyebut kalau trofi juara yang diraih Hu Kai hanya sementara, dengan berani Yang Lan menyatakan cintanya pada Yin Tong, yang belakangan muncul, dan mengaku hanya pria yang mau membangun sebuah rumah putih untuknya itulah yang menjadi pilihan. Kemudian, keduanya berpelukan dan Hu Kai yang panas langsung pergi.

Meski nampak bahagia, diam-diam hati Yang Xin terasa sakit namun ia sudah merelakan Yin Tong yang disukainya bersanding dengan sang kakak. Berjalan-jalan berdua menyusuri perkebunan, pemuda itu menyebut kalau ia tidak keberatan cintanya bersama Yang Lan tidak abadi. Gadis itu tersenyum bahagia mendengarnya, tanpa sadar kalau Yin Tong menutupi kesedihannya.

Sebelum berpisah, keduanya saling mengucapkan sampai jumpa, yang menurut Yin Tong merupakan tanda bahwa keduanya akan bertemu lagi. Meski sudah dipermalukan, Hu Kai tidak menyerah bahkan ia dengan berani menghadap Pei Shan-Shi Rong dan menyebut Yin Tong bukan manusia karena telah memfitnahnya didepan Yang Lan.

Yang Xin yang sudah tidak bisa mentolerir perlakuan kedua orang tuanya memutuskan mundur dari perusahaan. Keruan saja, Pei Shan yang sejak semula sudah tidak menyukai Yin Tong semakin antipati terhadap pemuda itu.

Keadaan semakin kacau setelah Yin Tong mendatangi Shi Rong dan menyebut dirinya tidak mau bergabung dengan perusahaan Kai Hua. Sebelum pergi, ia juga mengaku telah menjalin hubungan kasih dengan Yang Lan. Pei Shan yang diberitahu langsung menyebutnya sebagai pemuda sombong, dan mencela sang suami yang disebutnya terlalu lemah menyelesaikan masalah.

Tahu kalau kedua putrinya bakal menentang, Pei Shan langsung menyiapkan sejumlah langkah pencegahan mulai dari memberitahu tentang keadaan perusahaan yang sebenarnya hingga melarang Yang Lan berhubungan dengan Yin Tong. Supaya gadis itu tunduk, ia mengancam bakal memberhentikan Bibi Zeng yang telah mengasuh Yang Lan sejak kecil.

Karena merasa diatas angin, Hu Kai mendatangi Yin Tong dan memberitahukan kabar tersebut. Siapa sangka, Yin Tong bergeming dan balik menelepon Yang Lan. Tujuannya hanya satu : meyakinkan gadis itu kalau ia bakal menemukan cara untuk membawa Yang Lan pergi.

Romance In The White House (Episode 9)


Penyelidikan yang dilakukan Yang Xin berakibat fatal, ia mengalami kecelakaan. Di rumah, Yang Lan yang sedang termenung sendiri diberitahu sang ayah Shi Rong kalau Hu Kai ingin memacarinya. Belum sempat berdebat, keduanya mendapat kabar perihal kecelakaan yang dialami Yang Xin dan langsung bergegas ke rumah sakit.

Merasa bersalah atas apa yang menimpa sang adik, Yang Lan meminta Yin Tong menjenguk sang adik dan ketika bertemu, menyebut kalau ia tidak bisa menerima cinta pemuda itu. Saat sadar, orang pertama yang dilihat Yang Xin adalah Yin Tong. Setelah sempat merajuk, gadis itu mengaku kalau dirinya telah ikhlas pemuda itu berpacaran dengan kakaknya.

Yang Lan menemui Hu Kai untuk memberi jawaban soal tawaran pacaran. Rupanya gadis itu mampu menduga ada niat busuk dibalik semuanya itu : Hu Kai hanya ingin bersamanya demi bisa menguasai Kai Hua karena tahu umur Yang Lan tidak akan lama, dan dengan menolak dengan mentah-mentah tawaran pemuda yang dianggapnya sangat rendah itu.

Namun Hu Kai benar-benar tidak tahu malu, didepan Shi Rong ia mengaku kalau Yang Lan telah menerima tawarannya untuk menjadi kekasih. Di tempat lain, Yin Tong mulai berencana membongkar kebohongan Hu Kai dengan bantuan Profesor Li, yang sempat menuturkan fakta mengejutkan pada ayahnya Zhi Cheng : Yin Tong ternyata bukan anak kandung sang ayah.

Meski sadar kalau dirinya bukan ayah kandung Yin Tong, Zhi Cheng menyebut kalau ia bakal menunggu kembalinya sang istri Tong Lei sehingga Profesor Li hanya bisa geleng-geleng kepala melihat betapa keras hatinya sang sahabat.

Di perusahaan Kai Hua, Fang Pei Shan yang sudah kembali langsung menegur sang suami Shi Rong yang dianggap gagal mempengaruhi juri untuk menjatuhkan karya Yin Tong dan menyebutnya sebagai pria lemah.

Tidak hanya itu, direktur perusahaan Kai Hua itu mengingatkan putrinya Yang Xin untuk bisa belajar menerima kehadiran Hu Kai yang besar kemungkinan bakal menjadi kakak iparnya. Bisa ditebak apa yang terjadi kemudian, Jejak Ruang dan Waktu yang disebut sebagai karya Hu Kai jadi juara pertama berkat campur tangan Pei Shan.

Romance In The White House (Episode 8)


Hati Yang Lan sangat sakit melihat Yang Xin kelihatan begitu terluka, ia semakin merasa bersalah dan tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dirumahnya, Yin Tong mendengar dari A Fei kalau Yang Xin telah melihat lukisannya, dan tahu kalau gadis itu bakal berubah sikap.

Penderitaan Yang Xin makin lengkap ketika ia dimarahi sang ayah gara-gara berita di koran yang menyebut gadis itu berpacaran dengan salah seorang peserta. Beruntung, hubungannya dengan Yang Lan bisa diperbaiki, bahkan ucapan sang kakak yang mengatakan ingin menikmati hidup seperti orang lain lewat diri sang adik membuatnya sangat terharu.

Sadar kalau Yang Lan begitu mencintai Yin Tong, Yang Xin memutuskan untuk menjaga jarak dengan pria itu namun ketika bertemu, menegaskan kalau dirinya bakal konsekuen dengan janjinya. Lega karena gadis itu sudah bersikap biasa, Yin Tong berusaha mengorek apa penyakit Yang Lan sebenarnya namun tidak berhasil.

Saat presentasi, Hu Kai kelabakan ketika dewan panelis menanyakan alasannya menggunakan bunga melati dalam desain Jejak Ruang dan Waktu, jawabannya yang sangat tidak memuaskan membuat nilai pria itu otomatis berkurang.

Hal berbeda terjadi pada Yin Tong, yang mampu menjelaskan dengan rinci desain Paru-paru Kota hingga sampai ke detilnya seperti kenapa ia menggunakan kebun pir dan muara di maketnya. Sadar kalau karirnya terancam, Hu Kai berusaha mempengaruhi Shi Rong dan saat tidak berhasil, langsung menelepon Pony untuk membujuk pemilik Kai Hua.

Persahabatan Yang Xin dan Yin Tong akhirnya kembali seperti semula, meski gadis itu masih belum bisa melupakan kebodohannya jatuh cinta dengan pria yang disukai kakaknya. Kembali ditanya soal penyakit Yang Lan, Yang Xin terdiam ketika Yin Tong menyebut leukemia.

Ketika berjalan di taman, Yang Lan bertemu dengan Yin Tong yang sedang keasyikan menggambar. Ia kaget begitu mendengar pria itu berencana membuat sebuah rumah putih supaya Yang Lan bisa melihat bunga selalu mekar seperti impiannya. Tidak hanya itu, ia juga meminta Yang Lan tinggal bersamanya.

Lebih lanjut, Ying Tong mengaku kalau dirinya-lah yang sebenarnya egois karena tidak mampu menemani Yang Lan bila kelak gadis itu meninggal. Ucapan tersebut kontan membuat air mata Yang Lan berderai, apalagi setelah Ying Tong mengatakan bahwa menjauh dari cinta bukanlah cara untuk menyelesaikan masalah.

Romance In The White House (Episode 7)


Dengan nada tinggi, Hu Kai membela diri dan mengatakan perbuatan yang dilakukan adalah untuk mempertahankan diri dari 'serangan' Yin Tong. Sikap pria itu sempat membuat Pony cemas kalau dirinya bakal diperlakukan sama di kemudian hari, namun Hu Kai menenangkan sambil memeluknya.

Setelah berpikir cukup lama, Yin Tong akhirnya mendatangi kebun pir Zhi Cheng dan memutuskan berdamai dengan sang ayah alias kembali tinggal di tempat itu. Melihat Zhi Cheng begitu senang sampai matanya berkaca-kaca, Yin Tong memberanikan diri menanyakan kenapa ayahnya tidak pernah mencari sang ibu.

Tahu kalau Zhi Cheng punya alasan sendiri kenapa tidak menceritakan semuanya, Yin Tong mengatakan bakal melakukan hal yang sama dengan sang ayah yaitu percaya kalau ibunya bakal kembali suatu saat nanti. Belakangan, Yin Tong mengaku kalau semua yang dilakukannya itu adalah berkat gadis yang ditemuinya di mercusuar.

Bisa ditebak, belakangan ia juga tahu kalau sang ayah mengenal Yang Lan dan mendapat dorongan dari gadis itu untuk hadir ke pameran. Yin Tong memutuskan untuk menelepon Yang Xin, tepat pada saat gadis manja itu sedang menangis setelah dimarahi kedua orang tuanya akibat membela Yin Tong.

Mendengar keramahan Yin Tong yang terus berusaha menghibur sambil menggodanya, Yang Xin malah kelepasan bicara dan mengaku dirinya menyukai pemuda itu. Akibatnya, keduanya sempat canggung saat bertemu namun untungnya ada A Fei si sopir taksi sekaligus sahabat Yin Tong yang hadir dan mencairkan suasana.

Keduanya bergerak menuju kediaman Yang, rupanya Yang Xin bertekad memperkenalkan pria itu pada kakaknya. Begitu mendengar Yin Tong ada dirumahnya, Yang Lan terkejut setengah mati namun kali ini ia tidak bisa menghindar lagi.

Yin Tong akhirnya membeberkan semua yang diketahuinya tentang Yang Lan didepan gadis itu, dan mengaku bingung kenapa Yang Lan seolah menjauhinya dan berusaha menjodohkannya dengan Yang Xin. Obrolan mereka terputus ketika Yang Lan mendadak mimisan dan membuat panik Yang Xin, Yin Tong yang kebingungan mulai curiga ada sesuatu dibalik semua itu.

Yang Lan yang meneteskan air mata beralasan pada Yang Xin kalau istirahat akan membuatnya pulih, namun ucapan Yin Tong terus terngiang di benaknya. Di rumahnya, Pony bahagia setengah mati ketika Hu Kai memberinya sebuah cincin, tanpa tahu kalau hal itu dimaksudkan supaya Pony menemukan pria lain yang lebih baik dari Hu Kai.

Keesokan harinya ketika berjalan menuju kebun pir, Yang Lan bertemu Yin Tong dan mengaku kalau dirinya sebenarnya sangat menyukai pemuda itu. Namun, ia tidak bisa menerima cinta Yin Tong karena sadar hidupnya tidak lama lagi. Ucapan itu keruan saja membuat Yin Tong sedih, dan menyatakan kalau ia ingin menghabiskan waktu bersama Yang Lan meski hanya dalam waktu singkat.

Dengan lembut, Yin Tong menarik wajah gadis itu dan menciumnya. Di tempat lain tepatnya rumah pemuda itu, Yang Xin yang masuk berkat bantuan A Fei terkejut melihat lukisan Yin Tong. Sadar siapa gadis yang ada didalam gambar, ia langsung berlari keluar sambil menangis tersedu-sedu.

Romance In The White House (Episode 6)


Keputusan kedua orangtuanya tersebut kontan membuat Yang Lan semakin muak dengan kepura-puraan Hu Kai, namun ketika bertemu, pemuda itu dengan cuek mengatakan ingin berdamai dan berteman dengan gadis itu dan adiknya Yang Xin.

Malamnya, Yang Xin dengan penuh antusias menceritakan hasil pertemuannya dengan Yin Tong. Tahu kalau sang kakak mengidolai Jamii, Yang Xin mengajak Yang Lan untuk bertemu musisi itu. Namun diam-diam ia punya rencana lain : mempertemukan kakak yang disayanginya dengan Yin Tong.

Belakangan, Yang Lan akhirnya tahu rencana sang adik dan memutuskan untuk menghindar. Apes baginya, ia malah masuk ke ruangan Hu Kai, yang seolah melupakan jasa Pony langsung menyebut kalau dirinya berniat mengejar Yang Lan untuk dijadikan kekasih. Respons yang didapat cukup pantas bagi pemuda itu : Yang Lan menamparnya dengan keras sebelum pergi.

Pembicaraan Yin Tong dengan Jamii tidak memberi jawaban memuaskan darimana asal lagu misterius yang dicari musisi itu berasal, namun dari situ Yin Tong akhirnya tahu kalau Yang Lan yang selama ini dirindukannya adalah kakak Yang Xin.

Gadis yang dicari sendiri 'mengungsikan diri' ke kebun pir milik Yin Zhi Cheng, tujuannya adalah memberitahu pria itu kalau beberapa saat sebelumnya ia sempat melihat Yin Tong menjenguk sang ayah saat pameran. Dengan wajah memelas, Yang Lan meminta Zhi Cheng untuk datang melihat hasil karya Yin Tong.

Sudah tentu, permintaan itu ditolak karena Zhi Cheng yakin Yin Tong masih membencinya atas kejadian silam. Ucapan Yang Lan yang menyebut Yin Tong memasukkan kebun pir dalam desain membuat pria itu berubah pikiran, ia langsung menyusul ke ruang pameran dan bertemu dengan sang putra.

Namun belum sempat berkata apa-apa, sejumlah petugas telah menarik Yin Tong untuk dihadapkan ke ruang pemilik Kai Hua. Disana, ia dituding sebagai penyebab gosip munculnya wartawan yang telah mengetahui kalau ada kasus penjiplakan dalam rancangan Jejak Ruang dan Waktu.

Usahanya untuk menjelaskan sia-sia karena selain Yang Zhi Rong sudah terlanjur membencinya, Hu Kai yang juga berada disana semakin memperparah keadaan dengan berpura-pura menunjukkan simpati. Begitu disodorkan surat pernyataan pengunduran diri dari pameran, dengan tenang Yin Tong merobeknya dan balik menantang pihak Kai Hua untuk mengeluarkannya dengan cara tidak sportif.

Yin Zhi Cheng yang tidak terima dengan perlakuan yang didapat meminta petugas keamanan untuk memanggil Yang Zhi Rong. Begitu mendengar nama pria itu, Zhi Rong langsung bergegas menemui Zhi Cheng yang ternyata adalah sahabat lamanya tersebut.

Belum sempat bernostalgia, Zhi Rong telah dikejutkan oleh berita kalau Yin Tong adalah putra Tong Lei, wanita yang dulu dicintainya. Ada misteri apa dibalik cinta segitiga kedua pria setengah baya itu dengan ibu Yin Tong?

Romance In The White House (Episode 5)


Teringat dengan kejadian dimana ia mendengar seorang pemuda melantunkan lagu yang dicari komposer terkenal Jami dengan bersiul, Yang Xin langsung mencari tahu siapa orang itu di perusahaan pengantar barang. Wajahnya langsung berseri saat tahu pria yang dimaksud adalah Yin Tong.

Di rumahnya, Yin Tong mendapat kunjungan dari Yang Shi Rong yang tak lain adalah ayah Yang Lan-Yang Xin. Tujuannya cuma satu : meminta Yin Tong mundur dari pameran karena pria itu dituding sebagai orang jahat yang berusaha menjatuhkan Hu Kai. Dengan tersenyum pahit (karena sadar Hu Kai lagi-lagi memfitnahnya), pemuda itu langsung menolak.

Begitu mendengar kabar penolakan Yin Tong, Hu Kai menggunakan sang ibu untuk bisa membujuk mantan sahabatnya itu. Kembali dituduh sebagai pengkhianat, Yin Tong dengan tenang mengatakan kalau dirinya tidak pernah membocorkan rahasia seputar Jejak Ruang dan Waktu.

Bahkan dengan senyum tipis, Yin Tong menyebut kalau ia sudah memberi tanda khusus di rancangan Jejak Ruang dan Waktu yang bisa membuktikan kalau Hu Kai-lah yang telah berbohong. Ucapan itu kontan membuat Hu Kai pucat, apalagi ia mendapati kalau apa yang diucapkan Yin Tong benar adanya.

Ketika sampai dirumah, Yin Tong telah ditunggu oleh Yang Xin, yang wajahnya langsung berseri-seri mendengar pemuda itu masih menganggapnya sebagai teman. Yang Lan yang dikabari tidak kalah gembira, ia senang sang adik bisa kembali berdekatan dengan Yin Tong.

Takut kedoknya terbongkar, Hu Kai menghadap pemilik perusahaan Kai Hua yang juga orang tua Yang Lan-Yang Xin dan meminta supaya Yin Tong tetap diijinkan ikut pameran. Saat acara digelar, karya terbaru Yin Tong yang diberi nama Paru-paru Kota mampu menduduki peringkat kedua setelah Jejak Ruang dan Waktu dengan selisih satu angka.

Saking gembiranya, Yang Xin langsung mencari Yin Tong yang sedang mengantar barang untuk menyampaikan kabar gembira itu. Hal sebaliknya justru dialami Hu Kai, ia makin kuatir kalau kehadiran Yin Tong bakal menjadi duri dan meminta Pony supaya mau membujuk perusahaan Kai Hua supaya menerimanya sebagai pegawai.