Silahkan Mencari !!!

Info!!!

kelanjutan fan fiction & recap drama semua ada di blog q yang baru
fanfic : www.ff-lovers86.blogspot.com
recap : www.korea-recaps86.blogspot.com
terima kasih...
Tampilkan postingan dengan label Triple. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Triple. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 September 2010

Triple (Episode 3)

Episode 3 dibuka oleh karakter dalam drama kita ini yang sudah mengambil keputusan masing2. Hwal dan Hyun-tae yang keluar dari perusahaan tempat mereka bekerja jadi mereka bisa membentuk perusahaan sendiri. Mereka berdua dan Hae-yoon juga harus terbiasa dengan kehadiran seorang gadis di rumah mereka: Haru. Contohnya, Hae-yoon kaget bukan main waktu Haru masuk begitu saja ketika dia sedang di dalam toilet. Hyun-tae berpura-pura tertawa waktu dia tertangkap basah Haru sedang menonton film porno di komputernya.

Haru bukan penggemar film porno tapi dia telah menyesuaikan diri bagaimana hidup di rumah itu. Tapi tetap saja semuanya aneh. Haru tidak merasa terganggu ketika masuk kedalam kamar mandi waktu Hae-yoon sedang disana. Untung saja, Hae-yoon punya koran untuk menutupi dirinya. Haru akhirnya disuruh untuk bersih2 di luar. Haru mulai menggambar wajah Hwal di jendela. Dia mengintip ke dalam dan melihat anak anjing yang membuatnya sangat gembira dan bahkan menamainya ‘Wal’.

Hae-yoon adalah satu2nya yang berpikir kalau meninggalkan perusahaan adalah ide buruk dan menyuruh teman2nya untuk memohon agar diijinkan kembali bekerja. Dia sendiri tidak keluar dari perusahaan. Hwal telah menghilangkan semua harga dirinya dan dia berkeinginan untuk hidup mandiri. Sedangkan Hyun-tae yang kurang ambisius mengikuti Hwal dengan setia. Hyun-tae juga mengatakan kalau akan menyenangkan bila bekerja sendiri tanpa jadwal dari kantor.

Ada kejadian lucu saat seorang pelanggan di bar minta dilayani dan Sang-hee yang menjawabnya. Mereka melongo menyadari bahwa sekarang Sang-hee adalah manajer bar itu. Mood Hae-yoon yang sudah masam menjadi tambah jelek saat seorang pria tiba dan jelas pria ini akrab dengan Sang-hee. Pria ini adalah kenalan Sang-hee dan Hae-yoon memandang mereka dengan tatapan masam. Pria itu adalah Manajer Park, yang memimpin tim promosi sebuah perusahaan bir. Dia juga kenal dengan pegawai di tempat Hae-yoon bekerja karena dia banyak bekerja sama dengan perusahaan itu dalam membuat iklan.

Di tempat latihan, sekelompok skater menyejek Haru di belakangnya. Haru adalah target yang mudah sebab dia lebih tua dan kemampuan skatingnya masih jelek. Tapi Haru tidak peduli dan hanya mengabaikan para gadis itu. Tapi dia tidak bisa mengabaikan Ji Poong-ho. Pemuda ini mencoba mendapatkan perhatian Haru dengan sengaja menabraknya. Poong-ho ini adalah pemuda yang digemari gadis2 jadi ada semacam ego dalam dirinya. Jadi dia berharap Haru juga bersikap seperti gadis2 itu. Tapi Haru sama sekali tidak peduli dan Poong-ho harus mengaku kalah.

Poong-ho itu rada2 sombong dan mengatakan kalau dia pernah menang di Olimpiade dengan mendapatkan emas. Haru menghancurkan ego Poong-ho dengan mengatakan kalau dia tidak menonton kemenangan Poong-ho. Poong-ho menyerahkan hp-nya pada Haru dan menyuruh Haru untuk memberikan nomer hp-nya. Tapi Haru malah mengatakan kalau dia tidak punya handphone. Dia menghina Poong-ho dan berlalu dari pemudan itu begitu saja. Dia sama sekali tidak tersanjung atas perhatian yang diberikan pria itu padanya.

Haru menunggu jemputan di luar saat selesai latihan. Seharusnya Hyun-tae yang menjemputnya tapi rupanya dia lupa. Ketika Su-in lewat, dia bertanya apakah Haru sedang menunggu kakaknya untuk menjemputnya. Su-in lalu menawarkan untuk mengantar Haru pulang. Di dalam mobi, Su-in bertanya informasi tentang Hwal – dia mencoba bersikap biasa tapi tidak berhasil – dan bertanya juga bagaimana Haru bisa bersaudara dengan Hwal.

Hyun-tae menelpon Su-in dan memastikan kalau Haru sudah mendapatkan tumpangan. Hyun-tae menunggu kedatangan Haru dan Su-in dengan penasaran. Waktu Su-in buru2 ingin pergi, Hyun-tae menolak dan malah mengundang Su-in masuk. Su-in protes sebab dia tahu kalau Hwal tidak akan suka. Tapi, karena tidak ada yang tahu hubungan diantara mereka, Su-in diminta untuk tinggal sebentar.

Di dalam rumah, Su-in tegang waktu bertemu dengan Hwal. Dia tahu Hwal pasti sangat marah. Tapi Hwal malah mengulurkan tangan dan memperkenalkan diri seolah-olah mereka baru pertama kali bertemu. Hanya Hwal tetap tidak bisa menghormati Su-in. Dia sempat2nye mengeluarkan kata2 tajam sebelum pergi. Haru memarahi kakaknya karena sudah bersikap kasar pada tamu.

Ketika Haru akan memberi makan anak anjingnya, dia mendapati kalau Wal, sang anak anjing sudah punya teman. Dia memberi mereka makan dan memandikan mereka. Tapi anak2 anjing ini terpeleset di kamar mandi. Lalu, mereka merusak perabotan rumah. Para pria yang tinggal di rumah jelas tidak senang bila barang2 mereka rusak, apalagi Hwal.

Hyun-tae muncul di rumah Su-in dan begitu saja masuk. Karena dia tidak pernah diundang, Su-in cukup kaget mendapati Hyun-tae di rumahnya. Su-in berusaha menghalangi Hyun-tae masuk. Su-in menganggap Hyun-tae sangat mengganggu. Tapi kemudian Hyun-tae mengeluarkan sebuah kotak peralatan dan mengatakan kalau dia ada di rumah Su-in untuk memperbaiki ketel Su-in yang rusak. Setelahnya, Su-in menawarkan Hyun-tae makanan sebagai ucapan terima kasih dan mengatakan kalau sikap Hyun-tae sangat lancang.

Setelah menemui Manajer Park di bar, Hwal mengejar manajer itu untuk diberikan kesempatan menggarap iklan perusahaan bir itu. Hwal menelpon Hae-yoon untuk membicarakan hal tersebut tapi Hae-yoon mengatakan kalau dia tidak ikut campur dalam pekerjaan baru Hwal itu. Makanya, Hwal akhirnya membuat presentasi untuk perusahaan bir itu bersama Hyun-tae meski mereka belum mendapatkan peluang itu. Karena melihat kedua orang itu bekerja keras maka Manajer Park setuju untuk memberikan mereka kesempatan menggarap iklan perusahaan bir-nya.

Di sisi lain, Hae-yoon merasa sangat bosan. Sang-hee mengatakan kalau itu karena tidak alami bila mereka bertiga tidak bekerja sama. Hae-yoon membicarakan hubungan mereka yang sudah sangat mengganggunya sejak kedatangan manajer Park. Kali ini, Hyun-tae bertanya apa pendapat Sang-hee tentang hubungan mereka. Sang-hee menjawab kalau mereka seharusnya tidak berkencan sebab mereka sama2 bersalah. Hae-yoon tidak suka mendengar ini tapi menerima keputusan Sang-hee dan mengatakan kalau ini juga berarti kalau mereka tidak akan tidur bersama lagi.

Haru pulang ke rumah dan mendapati anjing2nya sudah dipindahkan – mereka sudah dilaporkan. Haru tahu siapa yang melakukan ini dan langsung menemui Hwal serta menyebutnya dingin dan kejam. Haru berkata, “Apa salahnya memberi makan anjing yang kelaparan?!” Hwal punya alasan tersendiri kenapa dia membuang anjing liar itu tapi reaksinya menunjukkan kalau dia merasa bersalah setelah melihat Haru kecewa.

Karena jengkel, Haru menemui Hae-yoon yang merupakan pendengar yang baik dan mengatakan tentang kakaknya. Di lain pihak, Hwal menyebut temannya itu pengkhianat karena terus bekerja pada perusahaan lama dan tidak mau bergabung dengan perusahaan baru yang Hwal bentuk. Hwal tahu satu hal jadi dia menghubungi Sang-hee dan menyuruhnya untuk mempengaruhi Hae-yoon agar mau bergabung dengan perusahaan barunya sebab Sang-hee pasti punya pengaruh yang Hwal tidak punya.

Poong-ho terus mencari perhatian Haru meskipun dia sama sekali tidak berhasil. Tapi, dia berhasil mendapatkan perhatian Haru – Poong-ho menandai diagram latihan Haru – hanya saja dia tidak bisa membuat Haru kagum padanya. Poong-ho berskating dengan mengagumkan tapi Haru sama sekali tidak kagum. Haru malah mengejar Poong-ho dan membuatnya terjatuh di lapangan es.

Haru masih tetap menjadi bahan ejekan kawan2nya dan sepatu luncurnya malah hilang. Haru jelas merasa terganggu tapi dia hanya menganggapnya sebagai kejailan teman2nya ketimbang pencurian. Para skater yang lebih muda tertawa melihat keadaan Haru dan Haru terpaksa memakai sepatu luncur pinjaman untuk hari itu. Su-in meminta Haru untuk segera membeli sepatu yang baru karena benda itu adalah bagian terpenting dari skating.

Ketika Hwal tiba di lapangan es malam itu, dia bertemu dengan Su-in. Akan tetapi, Su-in hanya lewat begitu saja di depan Hwal. Hanya saja, Su-in berbalik untuk melihat Hwal sejenak dan mengharapkan reaksi yang lebih bagus. Su-in sedikit kaget waktu Hwal bertanya, “Apa kau benar2 tidak akan pulang?” Hwal berkata pada Su-in kalau dengan tinggal disini, Su-in hanya membuat hubungan mereka menjadi tambah buruk. Hwal ingin agar dia berhenti melatih Haru.

Su-in mengaku bahwa Hwal adalah alasan kenapa dia mau mengambil pekerjaan itu dan mengatakan kalau dia akan tetap tinggal sampai Hwal kembali padanya. Itu membuat Hwal marah, “Kau diharuskan melakukannya dengan caranya sendiri, tidak peduli apa yang aku rasakan.”

Di dalam gedung, Haru keluar dari kamar mandi menuju lokernya (yang dicoret) dan mendapati kalau pakaiannya sudah dicuri. Dia berkeliaran di dalam lorong yang gelap dan berteriak memanggil seseorang serta meminta teman2nya untuk mengembalikan bajunya. Haru menemui Hwal yang meminjamkan pakaiannya pada Haru. Hwal melihat Haru tidak memakai alas kaki jadi memutuskan untuk menggendong adiknya itu. Ketika menikmati gendongan Hwal, Haru merenung kalau ada kekuatan dalam kata ‘oppa’.

Berlawanan dengan tampilan luar Hwal yang galak, dia sebenarnya baik. Dia mencap kaki Haru untuk mendapatkan ukuran sepatu gadis itu. Keesokan harinya, Haru bangun dan melihat kakinya yang kotor – apakah dia tidur sambil berjalan? Hwal tersenyum dan berpura-pura marah kalau Haru sudah mengotori rumah dengan kakinya yang kotor. Hwal terhibur melihat betapa bingungnya Haru. Sesuai dengan permintaan Hwal, Sang-hee berusaha meyakinkan Hae-yoon untuk bergabung dengan perusahaan baru Hwal. Dia meletakkan papan bertuliskan ‘Bond Factory’ di depan rumah Hwal. Ini adalah nama baru untuk perusahaan itu. Para pria adalah Bond dan Sang-hee adalah Bond Girl.

Hae-yoon pergi kerja dengan marah2 dan membuat Sang-hee bertanya-tanya apakah taktiknya gagal. Tapi Hwal memberitahunya kalau cara itu berhasil. Taktik itu benar2 membuat Hae-yoon kacau. Hari itu di tempat kerja, Hae-yoon memperhatikan latihan presentasi teman2nya untuk perusahaan Bir Taeyang dan mendesah sangat kecewa. Dia mengatakan pada rekan2nya itu kalau perusahaan akan baik2 saja tanpa dirinya. Tapi Hae-yoon masih tetap tidak nyaman tentang bagaimana teman2nya akan berjalan sendirian.

Kekhawatiran ini beralasan sebab pada saat itu Hwal sedang menjelaskan pekerjaan mereka pada Manajer Park, yang menanyakan pertanyaan yang mencurigakan. Hwal mencoba untuk memikirkan jawaban yang meyakinkan dan saat itulah Hae-yoon tiba dan bergabung dengan perusahaan baru Hwal. Dia mengambil alih dan memberikan jawaban yang meyakinkan. Bond Factory sudah berdiri.

Haru berpendapat kalau sepatunya yang hilang adalah karena ulah Poong-ho maka dia menemui pemuda itu. Haru memukulnya dan berteriak agar Poong-ho mengembalikan sepatunya. Poong-ho tidak tahu apa yang terjadi dan terlihat benar2 bingung. Poong-ho sebenarnya memperhatikan kehadiran sekelompok gadis yang sangat menikmati kejengkelan Haru.

Jadi, Poong-ho melakukannya sendiri dan menghukum orang2 yang sebenarnya bersalah. Dia menyuruh para gadis itu untuk berjalan bebek keliling sebagai penebusan dosa mereka. Poong-ho juga memastikan kalau dia mendapatkan perhatian Haru ketika gadis itu keluar dari latihan hari itu. Su-in sebenarnya telah memberikan sepatu pengganti sebagai hadiah untuk Haru serta setuju untuk menaikkan Haru dari latihan wajib ke latihan melompat. Yang penting disini adalah Poong-ho bisa meyakinkan Haru kalau dia bukan orang jahat yang mengambil sepatunya. Para gadis itu akhirnya mengaku kalau mereka yang mengambil sepatu Haru.

Haru membuat gadis2 itu minta maaf dengan berteriak keras2, “Aku minta maaf, Unni!” Lalu, Haru membebaska mereka dari hukuman. Setelah mereka pergi, Poong-ho beralih ke Haru dan mengharapkan sesuatu. Dia ingin mendengar permintaan maaf dari Haru. Haru bergumam, “Aku minta maaf!” Tapi Poong-ho ingin mendengar permintaan maaf yang lebih memuaskan jadi Haru berteriak, “Aku minta maaf, Kak!”

Poong-ho terlihat sangat bangga mendengar ucapan itu dan meminta Haru untuk mengulanginya lagi. Poong-ho: “Apa yang kau katakan setelah aku minta maaf?” Haru menjawab, “Kakak?” Karena tidak mampu menahan kegirangannya, Poong-ho beraksi: dia mengganggu Haru untuk beberapa saat lalu menarik gadis itu dan menciumnya. Poong-ho berkata, “Kau sangat lucu!” Haru menjerit ketika Poong-ho menciumnya!

Haru pulang ke rumah dengan sedikit linglung. Dia menemukan Hwal sedang bicara pada mobilnya tapi ketika Hwal melihta kedatangan adiknya, dia menyuruh Haru untuk masuk. Saat Haru sudah di dalam rumah, Hwal mengintip dan melihat anak anjing Wal dalam kandangnya. Bond Factory memberikan presentasinya yang menurut mereka sangat bagus. Malam itu, mereka menunggu kabar di bar Sang-hee bersama-sama. Mereka mendapatkan telpon awal dari manajer Park kalau sementara mereka menunggu hasilnya, manajer Park bilang kalau pekerjaan mereka sangat bagus!

Hwal dan Hyun-tae kemudian meninggalkan bar dan Hyun-tae tiba di rumah Su-in untuk berbagi kegembiraan dengannya. Su-in masih merasa kalau Hun-tae itu sangat mengganggu. Ketika Hyun-tae berhadapan dengan Su-in, Su-in menepuk tangannya di depan mulut Hyun-tae seolah-olah dia ingin menangkis sebuah ciuman. Hyun-tae tertawa dan malah mencium kening Su-in.

Hyun-tae meyingkirkan tangan Su-in dan mencoba untuk mendapatkan ciuman yang lebih nyata. tapi Su-in malah menyundul Hyun-tae – dan tiba2 saja, Hwal muncul disana dan memukul Hyun-tae, membuatnya jatuh ke bawah. Hwal hanya melihat kalau ada seorang pria yang sedang memaksa seorang wanita dan berbuat secara refleks. Setelah Hun-tae jatuh barulah dia menyadari kalau pria itu adalah temannya sendiri. Hwal memandang Su-in, yang malah balik memandang Hwal dengan kaget.

Hwal bisa membaca keadaannya dan berbalik pergi tanpa mengatakan apapun serta membuat Hyun-tae memanggilnya dengan bingung. Su-in tidak tahu bagaimana cara menjawab pertanyaan Hyun-tae, “Apa kau tahu apa yang terjadi barusan?” Su-in mendorong Hyun-tae ke teras dan menutup pintu dihadapan pria itu. Dan Hyun-tae sangat bingung!

Narasi dari Haru mengatakan kalau seseorang bisa saja terjebak dalam keadaan yang sama sekali tidak bisa dikendalikan. Jika kau meletakkan nama dan reputasimu di tempat yang berbahaya, apakah keadaan akan membaik?

Haru menemukan anak anjingnya di dalam kamarnya yang dia kejar2 hingga ke kamar Hwal. Disana, dia melihat sebuah kotak di lantai. Di dalam kotak itu ada cap kaki Haru dan sebuah sepatu luncur yang baru. Menyadari kalau sepatu itu cocok dengannya, Haru mulai menyanyi, “Kakakku membelikan sepatu untukku!” Haru menari-nari ke sekeliling rumah menunjukkan kalau dia sangat bahagia!

Triple (Episode 2)

Hwal tiba di lapangan es tepat ketika Haru meluncur di es untuk melakukan aktivitas rutinnya. Yang lainnya juga sudah disana meski perlu beberapa waktu bagi Hae-yoon untuk mengenali Haru yang lebih langsung ketimbang sebelumnya. Baik Hae-yoon dan Hyun-tae (yang membawa teddy bear sebagai hadiah) setuju kalau Haru lucu dan memberinya semangat!

Haru melakukan gerakannya dengan anggun tapi dia jatuh pada lompatan pertama… begitu pula dengan yang kedua. Para penonton merasa bersedih untuknya. Tapi Haru bangkit lagi setiap kali dia jatuh (go girl!). Ketika Haru bersiap untuk melakukan lompatan yang terakhir, para penonton menahan nafas… dan dia berhasil! Haru mengakhiri latihannya dengan gembira tapi tidak lama setelahnya kegembiraan itu lenyap sebab dia tidak lolos tes. Pada kenyataannya, memang tidak ada yang lolos hari itu, yang juga membuat ibu2 yang menonton anaknya menjadi bersedih.

Hyun-tae melihat ke bawah dimana dia memperhatikan Su-in yang sedang mengobrol dengan seorang pelatih. Pertemuan mereka sebelumnya memang singkat tapi Hyun-tae yakin kalau dia tertarik pada Su-in dan sekarang bertekad untuk mendapatkan perhatian Su-in. Akan tetapi, Su-in melihat ke tempat lain di dekat Hyun-tae. Dia memandang seseorang yang berada tidak jauh dari Hyun-tae, seseorang yang terlihat familiar. Tapi Hwal yang telah melihat Su-in segera berbalik sebelum Su-in dapat melihatnya dengan jelas.

Hae-yoon dan Hyun-tae mengucapkan selamat pada Haru setelahnya. Mereka tahu kalau mantan kakak tiri Haru (Hwal) marah padanya karena tiba2 datang, jadi mereka menyingkir ketika Hwal muncul dengan wajah marah. Hwal menarik Haru. Dia ingin mengatarkan Haru ke stasiun agar bisa pulang ke rumah. Hae-yoon merasa sangat bersalah sebab dialah yang bercanda dengan mengatakan kalau Hwal sangat ingin Haru tinggal dengannya. Hae-yoon maju dan mencegah mereka (Haru dan Hwal) pergi. Dia juga meminta Hwal untuk mengendorkan pegangan tangannya. Hyun-tae setuju dan kedua pria ini mencoba meyakinkan Hwal agar Haru bisa tinggal.

Hwal mendapat telpon dari ayah Haru dan Hwal mengatakan pada pria itu kalau dia sama sekali tidak punya hubungan apa2 dengan Haru jadi dia sama sekali tidak punya keinginan untuk mengajak Haru tinggal di rumahnya. Haru menyadari ini tapi penolakan Hwal tidak cukup untuk membuatnya gentar. Dia benar2 menginginkan kesempatan ini agar bisa mengejar mimpinya. Jadi Haru berpura-pura sakit perut untuk memperdaya kakak tirinya. Hyun-tae dan Hae-yoon menyetujui taktik ini dan menyemangati Haru.

Ketika Hwal ditelpon untuk pertemuan yang lebih penting, Hyun-tae dan Hae-yoon berjanji akan membelikan Haru makan siang dan mau mengantarkannya pulang. Dengan enggan, Hwal meninggalkan Haru dalam penjagaan teman2nya itu sementara Hae-yoon berkali-kali menjamin kalau dia bisa dipercaya. Kemudian Hae-yoon memindahkan Haru ke dalam rumah. Dia dan Hyun-tae bahkan membantu memindahkan barang2 Haru ke dalam rumah. Mereka kemudian pergi dan Haru menikmati hari2nya di rumahnya yang baru.

Haru menghabiskan harinya untuk merapikan kamarnya lalu dia beralih ke pekerjaan rumah tanggan seperti mencuci dan memasak. Ketika yang lainnya pulang malam itu, Hwal masih belum tergerak dengan pertolongan Haru, padahal yang lainnya terkesan dan kagum. Karena mereka tidak mungkin mengusir Haru pada malam hari, Hae-yoon meminta agar membiarkan Haru menginap. Kelihatannya lucu sekali bagaimana Hyun-tae berbaring di samping Haru dan menyebutnya anak anjing. Haru bangun pagi2 sekali dan menyiapkan sarapan untuk para pria disana. Hyun-tae dan Hae-yoon sangat menyukai ini tapi Hwal tetap saja marah. Dia mengatakan pada teman2nya kalau ini tidak akan mengubah apa2 dan dia akan mengantar Haru ke stasiun nanti.

Hae-yoon dan Hyun-tae berpikir bagaimana caranya agar Hwal mengubah pikirannya. Tiba2 Hyun-tae – yang sangat ingin dekat dengan Su-in – mendapatkan ide. Bagaimana kalau mereka mencarikan Haru pelatih skating dimana hal itu akan membuat Hwal lebih sulit kalau ingin memulangkan Haru. Hyun-tae menawarkan diri untuk mengerjakan tugas itu. Karakter baru: Ji Poong-ho. Dia adalah skater yang sangat populer diantara pada siswi dan juga seorang skater yang hebat. Poong-ho langsung tertarik pada Haru. Sayangnya, Haru lebih tertarik dengan bagaimana caranya mendapatkan sarung tangannya yang jatuh dan sama sekali tidak memerhatikan kehadiran Poong-ho.

Haru mengabaikan Poong-ho karena dia lebih tertarik untuk masuk ke dalam dan menyapa pelatih yang dia temui sebelumnya, Pelatih Shin. Haru mengatakan kalau dia berada disini untuk berlatih dengan baik dan bertanya apakah dia bisa berlatih dengan Pelatih Shin. Haru bahkan dengan gembira menyapa Yoon Hye-jin. Hye-jin sama saja dengan sebelumnya: mengejek dan memandang rendah. Tapi haru yang baik hati sam sekali tidak peduli. Dia hanya ingin menwujudkan impiannya menjadi skater.

Karena ingin berhubungan dengan Su-in, Hyun-tae menelponnya dan menawarkan pada Su-in untuk melatih seorang skater muda. Su-in tidak punya keinginan untuk tinggal lama2 di Korea, jadi dia menolaknya. Dia hanya tinggal sebentar disini sebelum kembali ke Toronto. Hyun-tae sama sekali tidak kecewa pada penolakan ini dan mengikutinya ke lapangan es dimana Su-in mampir untuk bertemu dengan Pelatih Shin. Hyun-tae melihat Haru di dalam. Dia memanfaatkan kesempatan ini untuk mengenalkan Haru pada Su-in sebelum dia ditelpon untuk ke kantor.

Hae-yoon dan Hwal sedang berada di kantor. Tapi ketika Hae-yoon mendapat kabar kalau Sang-hee ditimpa masalah saat sedang minum dengan salah satu rekanan, dia menjadi sangat khawatir dan lebih terganggu dari biasanya. Setelah mereka melewati malam bersama waktu itu, Hae-yoon lebih bersikap seperti pacar ketimbang rekan kerja. Dan sikap yang sekarang ini adalah contoh kecemburuannya. Hwal mengatakan kalau Sang-hee akan baik2 saja tapi Hae-yoon bergegas keluar untuk menjemput Sang-hee.

Ketika Hae-yoon mejemput Sang-hee, kejengkelan itu mengambil alih dirinya. Sebenarnya, Hae-yoon tertarik pada Sang-hee karena alasan yang sama sekali tidak dia sukai. Dia menyukai Sang-hee karena wanita punya kesukaan pada kebebasan. Mungkin karena teori kalau pria percaya kalau wanita seharusnya bebas melakukan apapun yang dia inginkan tapi Hae-yoon tidak suka bila pacarnya bersikap terlalu bebas seperti itu. Pada kasus ini, sikap Sang-hee yang tidak tahu malu yang membuat Hae-yoon kesal.

Tapi ada juga penderitaan Hae-yoon yang lain yaitu dia tidak bahagia dengan penolakan Sang-hee padahal mereka bersama pada malam sebelumnya. Sang-hee hanya bermain-main dengan dirinya dan itu membuat Hae-yoon kesal. Hae-yoon menuntut, “Apa kau menggodaku?” Sang-hee menjadi heran, “Kenapa aku harus melakukan itu?” Jawaban ini membuat Hae-yoon menjadi lebih kesal lagi dan dia bergumam agar Sang-hee sebaiknya melupakan itu. Ketika Hae-yoon berbalik untuk pergi, Sang-hee memanggilnya dan bertanya, “Jika aku memintamu untuk bertanggung jawab karena tidur denganku, maukah kau melakukannya?” Hae-yoon tidak menjawab tapi jelas kelihatan kalau dia mau melakukan itu. Setelahnya, mood Hae-yoon langsung membaik.

Su-in meminta untuk bertemu dengan Hwal. Flashback: semuanya manjadi kacau bagi pernikahan mereka ketika mereka pergi makan malam bersama. Hwal kecewa pada Su-in karena mengabaikan dirinya agar bisa bertemu dengan mantan pacarnya tapi Hwal terlihat lebih sakit hati ketimbang marah. Su-in menundukkan kepalanya dan berulang kali minta maaf. Meski Hwal sangat terganggu pada istrinya, level rasa bersalah Su-in tidak seimbang dengan perbuatan salahnya. Hwal berkata, “Apa, ini tidak seperti kau tidur dengannya?!”

Su-in tidak menjawab dan Hwal memandangnya lebih tajam serta membaca kebenaran di wajah Su-in. Itulah yang menandakan berakhirnya pernikahan mereka meskipun Su-in sudah memohon agar Hwal tidak pergi. Pada akhirnya, Hwal meninggalkan rumah mereka di Kanada dan kembali ke Korea dan setelah itu mereka kehilangan kontak. Di masa sekarang: Su-in bertemu dengan Hwal dan meminta maaf lagi. Dia berkata kalau dia sangat menyesali segalanya, “Aku minta maaf karena membuatmu marah.” Hwal menjawab dengan sederhana, “Kau melakukannya karena kau ingin!” Su-in mencoba untuk meyakinkan Hwal kalau keadaannya tidak begitu lalu bertanya, “Tidakkah kau bisa percaya kalau aku mencintaimu?”

Merasa bahwa dirinya belum siap berhadapan dengan Su-in, Hwal mengatakan kalau dia akan menelpon Su-in nanti ketika dia telah siap secara emisonal, yang mengindikasikan kalau ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan masa lalu mereka. Ketika Su-in bertanya, “Apa kau tidak merindukanku?” Hwal berhenti sejenak dan kemudian berjalan pergi. Hwal pulang ke rumah dengan bad mood. Dia masih ingin mengirim Haru pulang. Haru mengumpulkan keberanian dan meminta kopernya. Tapi bad mood-nya Hwal telah membuatnya bersikap lebih dingin. Haru akhirnya menyerah dan mulai menangis.

Haru: “Aku tahu segalanya. Kau berpikir bagaimana jadinya bila ibuku tidak menikah dengan ayahmu. Jika aku tidak bermain skating, jika aku tidak meminta mereka untuk mengajakku ke lapangan es waktu itu. Aku tahu mereka mungkin tidak meninggal kemudian. Karena itulah aku minta maaf padamu, tapi aku tidak punya tempat untuk pergi, dank au satu2nya orang yang aku punya. Hanya untuk satu tahun. Aku tidak ingin kembali tanpa pernah bermain skating dengan baik. Aku benar-benar ingin bermain skating. Tolong, Kakak.”

Haru berlari keluar ruangan sambil terisak dan pidato Haru barusan membuat Hwal sedikit menyesal. Keesokan harinya, Haru kembali ke keadaan normalnya. Dia berencana untuk membersihkan seluruh rumah. Api yang dia nyalakan ternyata mulai merambat seiring dengan angina yang datang dan naik ke atas rumah ketika Haru sedang mengelap jandela sambil berbalik. Sementara itu, Hwal sedang ada di dalam rumah. Dia sedang mengerjakan sebuah proyek baru hingga tidak sadar kalau tirainya terbakar.

Untungnya ada Hae-yoon yang muncul dengan mobilnya yang melihat nyala api jadi Haru dan Hwal akhirnya sadar apa yang terjadi. Haru berlari untuk memadamkan api itu dengan selang dari taman. Hae-yoon mencoba untuk menenangkan temannya tapi Hwal terlalu marah dan dia menarik tas Haru dan menyeret adik tirinya itu ke mobil. Dia akan segera mengirim Haru pulang. Ajaibnya, Hwal mendapat telpon darurat pada saat itu dan dia serta Hae-yoon harus segera ke kantor untuk menyelesaikan bencana itu.

Sebuah iklan telah keluar yang meniru iklan mereka yang baru2 ini disyuting, bahkan gambarnya sama. Ini masalah besar – mereka menghabiskan banyak waktu dan uang untuk membuat iklan ini – dan bos mereka, Pimpinan Kim, mencela mereka karena kesalahan itu. Karena merupakan orang yang bertanggung jawab pada masalah, Hwal menundukkan kepalanya penuh sesal dan menelan harga dirinya untuk minta maaf. Tapi Hae-yoon mempermasalahkan ketidakadilan Kim dan omelannya yang tidak sedap. Dia pergi dengan marah2. Di sisi lain, Hwal tetap lembut dan berlutut untuk meminta maaf dimana hal ini menyebabkan Kim tidak bisa berkata apa2.

Hwal sadar kalau ini bukan kebetulan dan dia pun langsung menemui mantan bos-nya. Pria itu sama sekali tidak menyesal dan malah mengatakan kalau inilah dunia periklanan. Bahkan dia sempat2nya menawari Hwal posisi di kantor barunya. Hwal memandangi pria ini dengan tidak percaya sebab dulu dia sangat menghormati pria itu sebagai orang yang baik. Hwal bertanya, “Kenapa kau berubah seperti ini?” Mantan bos-nya hanya berkata, “Kenapa, kau ingin memukulku?”

Hwal mengabaikan telpon dari Su-in ketika dia memikirkan hal iklan ini berulang-ulang. Jadi sedikit mengejutkan ketika Hwal tiba di depan rumah Su-in. Wanita ini bahkan tidak berani berharap Hwal akan datang menemuinya tapi Hwal ada disini. Hwal mengangkat tangan ke pipi Su-in dan Su-in memeluk Hwal. Akan tetapi Hwal kemudian mendorong Su-in menjauh dan harapannya pun hancur.

Hwal berkata, “Kembalilah ke Kanada. Aku sedang tidak baik2 saja. Aku mendapatkan masalah karena kau. Aku tidak bisa memutuskan apa-apa. Kita hidup terpisah saja.” Su-in meminta Hwal untuk tidak mengusirnya jauh. Su-in berkata, “Aku salah. Aku tahu aku salah. Tidak bisakah kau memberiku kesempatan kedua?” Hwal hanya menyerahkan paket obat pada Su-in dan berkata, “Jangan sampai sakit!” Hwal kemudian masuk ke mobilnya dan pergi.

Haru melihat mobil Hwal terparkir di luar jadi dia kesana dan mengetuk jendelanya. Haru meminta Hwal sekali lagi agar dia diijinkan tinggal. Kata2 Haru sama dengan Su-in di adegan sebelumnya dimana dia mengatakan kalau dia bersalah dan diminta diberikan satu kesempatan lagi. Karena tidak mendapatkan jawaban, Haru mengatakan kalau dia berharap kakak tirinya itu memberitahunya apa saja yang harus dilakukan jadi dia bisa melakukannya. Kemudian Haru kembali ke dalam.

Pada pagi harinya, Haru telah memutuskan untuk menyerah saja. Dia merasa sudah tidak ada cara buat merubah pikiran Hwal. Haru memberitahu Hae-yoon kalau dia akan pergi. Haru mengatakan kalau dia akan menyewa kamar meski dia tahu ayahnya tidak akan suka. Hae-yoon tidak suka ini dan mengatakan kalau itu solusi yang buruk. Akan tetapi, Haru mengatakan kalau dia tidak bisa menyerah bermain skating tanpa mencobanya dulu jadi dia harus tinggal di Korea.

Untuk itulah, ketika Hwal masuk Hae-yoon langsung memberitahukan rencana Haru dan meminta Hwal untuk merubah pikirannya. Saat Hwal muncul di sekolah Haru untuk menjemputnya, Haru memandang mobil Hwal dengan curiga jangan2 dia akan diantar ke stasiun. Haru masuk ke dalam mobil meski dia masih sedikit khawatir. Hwal menanyakan tentang rencana Haru untuk menyewa kamar dan menegaskan kalau itu hal buruk lagipula Haru tidak punya uang. Haru mengatakan kalau dia masih punya simpanan dan meminta Hwal untuk tidak khawatir sebab dia tidak akan meminta uang pada Hwal.

Hwal berkata, “Kau tidak perlu memasak atau mebersihkan rumah atau mencuci, jadi jangan melebih2kan itu. Kalau kau membuat satu kecelakaan lagi maka aku akan benar2 mengusirmu.” Perlu waktu lama bagi Haru untuk mencerna kata2 Hwal ini sampai dia akhirnya sadar dan mengucapkan terima kasih karena mengijinkannya tinggal. Tapi Hwal mengingatkan itu hanya satu tahun saja. Haru keluar dari mobil dengan gembira lalu maik ke tangga dimana dia menyapa Su-in. Tidak disangka, Su-in malah memperhatikan Hwal. Su-in pun bertanya siapa yang mengantar Haru. Dia pun tahu kalau Haru tinggal dengan kakaknya.

Ini memberikan Su-in ide cemerlang untuk memperbaiki jalannya yang buntu dengan Hwal. Su-in memanggil Haru ketika dia tiba di lapangan es. Sebenarnya Su-in ingin kembali ke Kanada segera, apalagi setelah perdamaiannya yang gagal. Makanya dia menolak untuk melatih skater muda bahkan dia menolak tawaran ibu Hye-jin. Sekarang Su-in bertanya pada Haru, “Apa kau benar2 ingin berlatih denganku?” Dengan antusias Haru mengangguk, “Ya!”

Su-in kemudian beralih ke ibu Hye-jin dan menawarkan diri untuk melatih Hye-jin tapi dengan syarat kalau dia akan melatih Hye-jin dan Haru bersama. Hye-jin menolak keras hal ini sementara Haru menerimanya. Tapi ini kesempatan besar yang sayang kalau dilewatkan jadi ibu Hye-jin menerimanya. Melihat Haru meluncur, Su-in berkata pada diri sendiri, “Kau akan menjadi orang yang menyelamatkanku!”

Beberapa hal terjadi di kantor. Yang pertama senior direktur mengajak Sang-hee ke sebuah tugas dan memarahi Sang-hee karena sikapnya yang kaku. Dia juga memarahi Sang-hee karena sikapnya itu memberikan nama yang buruk untuk wanita. Dia bahkan menyuruh Sang-hee untuk menemukan pekerjaan di tempat lain. Kritik ini sebenarnya dapat dimengerti tapi jelas melenceng jauh jadi Sang-hee hanya bisa menurut dan mempersiapkan surat pengunduran diri yang ditulis tangan.

Yang kedua, Pimpinan Kim menerima permintaan maaf Hwal dan malah mengambil kesempatan untuk meminta Hwal agar mencarikan model agar bisa menemani mereka minum. Hwal melakukan yang terbaik untuk mencari model yang tepat tapi tidak bisa datang tepat waktu ke pertemuan itu. Jadi dia mucul di bar malam itu sendirian. Pimpinan Kim sangat marah. Dia berharap akan diperlakukan dengan baik.

Hwal sudah cukup punya masalah di kantor dan malah mengkritik bosnya itu dengan mengatakan kalau dia tidak hanya akan diam dan menerima saja semuanya. Hwal mengatakan kalau Kim sudah punya istri dan memintanya untuk menjaga sikap. Hwal kemudian keluar dari bar itu dan tahu dia pasti kehilangan pekerjaannya tapi setidaknya dia sudah bebas dari satu beban. Dia menelpon Hae-yoon dan mengumumkan, “Ayo tinggalkan perusahaan dan mencipatkan perusahaan sendiri. Ayo bersikap mandiri!”

Sementara itu, Hae-yoon dan Sang-hee sedang menuju jalan selanjutnya untuk menjadi pasangan… ketika episode ini berakhir, kita disuguhkan narasi oleh Haru.

Haru: “Dari sini, kita menuju ke zona ‘ciuman dan tangis’. Seberapa jauhkan itu? Apa kita hanya memulai perjalanan ini seperti ini? Apa rasanya di dalam wilayah itu? Kau mungkin akan terbebas dengan ciuman karena mungkin kau takut mati, atau banjir air mata karena tangis.”

Haru dan Hye-jin mulai berlatih dan Hwal mengendarai mobilnya. Hwal terlihat tenang dan bersemangat…

Haru: “Tapi kau terus maju. Zona ‘ciuman dan tangis’ mungkin menakutkan, tapi pertama-tama kau harus masuk. Zona ‘ciuman atau tangis’, hajar!”

Triple (Episode 1)

Lee Haru punya semangat luar biasa. Dia suka sekali skating meski dia melupakan mimpinya untuk menjadi skater professional beberapa tahun yang lalu dan sekarang dia hanya melatih skating untuk anak2 di lapangan es lokal. Tapi keinginannya itu tidak mati, hanya tidur dan sekelompok murid dari Seoul menghidupkannya kembali. Haru juga kelebihan berat badan tapi itu tidak masalah buatnya. Dia tetap menjalani hidupnya dengan ceria.

Salah satu murid paling tua itu dulu sering berskating bersama Haru, dulu waktu dia adalah siswi terbaik. Tapi sekarang dia bahkan tidak mau mengenali Haru dan bersikap belagu. Sikap ini membuat Haru kesal dan mengumumkan kalau dia baru saja bisa melakukan lompatan triple. Dia menantang gadis itu untuk melompat.

Akan tetapi, Haru sudah lama tidak latihan serius dan dia tidak mampu melompat! Berkali-kali Haru jatuh di atas es. Tapi berkali-kali pula dia bangun dan mencoba lagi. Pelatih dari Seoul sangat terkesan dengan usaha Haru. Hanya saja, skater yang lain segera mengakhiri pertandingan yang tidak seimbang ini dengan melakukan lompatan triple dalam sekali coba!

Haru kecewa tapi juga terkesan dan dia tetap berada disana meski lapangan sudah kosong – dia hanya ingin melakukannya sekali saja, untuk membuktikan pada dirinya. Ketika pelatih dari Seoul kembali untuk mengambil hp-nya yang tertinggal, Haru bertanya kenapa dia tidak bisa melakukan triple. Pelatih mau membantu Haru berlatih. Dan meski dia tidak pernah bisa melakukan triple itu, dia cukup terkesan karena mampu melakukan putaran penuh.

Pelatih mengagumi kegigihan Haru dan berkata padanya, “Kalau saja kau lebih muda – betapa sayangnya!” Ketimbang menangisi hal ini, Haru malah merasa memiliki energi baru. Dia menjadikan hal itu sebagai semangat kalau dia punya bakat yang mumpuni. Masalahnya adalah, agar bisa berlatih dengan cukup, dia harus berlatih dan tinggal di Seoul. Untuk melakukan itu, dia perlu mengenal seseorang di kota itu.

Sementara itu, Hwal diberikan kesempatan besar untuk melakukan presentasi buat memenangkan klien dalam pengiklanan. Dia memusatkan seluruh perhatiannya untuk pekerjaan ini. Ini adalah masalah besar dia mendapatkan pekerjaan ini soalnya bos-nya merasa dia adalah saingan berat. Hubungannya dengan Hwal juga baik2 saja. Tapi, bos Hwal itu tetap merasakan ketidaknyamanan. Jadi dia mengatakan pada Hwal kalau dia akan menerima tawaran untuk pindah ke tempat lain.

Kantor Hwal adalah tempat yang dipenuhi dengan energi. Lebih normal bagi pegawai2 disana untuk menghabiskan malam di kantor saja. Hwal sendiri sudah tidak berada di rumah selama 2 bulan. Ketika Haru mengirimkan bekas kakak tirinya itu coklat valentine (yang selalu dia lakukan tiap tahun), Hyun Tae menangkapnya lalu memakannya. Kemudian, dia bertanya2 apakah dia dan Hae Yoon wajib mengirim balasan.

Ketika Haru menerima surat, dia sangat senang. Soalnya, Hwal tidak pernah repot2 untuk tetap berkomunikasi dengannya. Ini juga menimbulkan ide di kepala Haru. Sebab, Hwal adalah orang yang dia kenal dan dia tinggal di Seoul. Dia meminta ayahnya agar mengijinkannya pindah ke kota itu tapi ayah tetap keras pada masalah ini. Presentasi Hwal berjalan dengan baik dan bahkan rekan2 kerjanya sangat terkesan. Mereka memenangkan klien itu dan pergi untuk merayakannya.

Hwal, Hyun Tae dan Hae Yoon adalah sahabat kental. Mereka terlihat sangat gembira. Mereka saling bercanda. Dan kelihatannya, dalam adegan ini Hyun Tae dan Hwal bekerja sama untuk menggoda Hae Yoon.

Di sisi lain, Hae Yoon dan Hyun Tae membiacarakan Hwal dengan nada khawatir. Soalnya, Hwal tidak pernah pulang ke rumah dan dia bertingkah aneh sejak pulang dari sebuah liburan. Di adegan lain, Hwal dan Hae Yoon saling terikat untuk mendedikasikan diri untuk pekerjaan mereka. Mereka juga sadar kalau Hyun Tae belum berkembang.

Dengan berakhirnya presentasi, Hwal kembali ke rumah. Dia diam sambil minum bir saat melihat pesan yang dia terima. Dia membaca pesan itu yang merupakan salam dari Choi Su In. Ketika Hwal membuka inbox-nya, dia mendapat banyak sekali pesan dari Su In, dengan subject seperti, ‘Suami, apa kau masih hidup?’, ‘Aku ingat pertemuan pertama kita di Kanada.’, ‘Malam ini aku makan ramen untuk makan malam, aku bertanya2 apa yang kau makan?’ dan sebagainya. Mereka semua belum dibaca dan Hwal malah menghapusnya.

Sementara itu, Hae Yoon terjebak dan harus mau mengantar Sang Hee pulang ke rumah. Ini tentu hal yang sudah sering terjadi dan para pria selalu cekcok tentang siapa yang akan melakukannya hari ini. Hae Yoon kalah dalam permainan ‘batu gunting kertas’ jadi harus melakukan kewajibannya.

Hae Yoon melihat dengan jijik waktu melihat Sang Hee muntah di toilet. Dengan enggan, dia membantu Sang Hee bangun. Ketika Hae Yoon melakukan ini, Sang Hee memandangnya dengan tatapan baru. Dia condong ke depan untuk mencium hidung Hae Yoon. Dia cekikikan dan berkata kalau dia selalu ingin melakukan hal itu dan melakukannya lagi. Hae Yoon pada awalnya mengomel dengan marahnya tapi itu malah menuntun ke bagian berciuman. Kissy time!

Pada pagi harinya, Hae Yoon menyiapkan sarapan sedangkan Sang Hee bangun dengan grogi dan bertanya apa yang terjadi. Melihat Hae Yoon ada di dapur, Sang Hee jadi ketakutan mengingat kejadian tadi malam. Awalnya dia ingin menghindarinya… tapi kemudian memutuskan untuk melupakan ini saja. Kelihatannya Hae Yoon ingin menanyakan perubahan status hubungan mereka. Tapi Sang Hee menyarankan agar dia bisa bebas berbuat sesuai keinginannya dan Hae Yoon setuju. Mereka bisa melupakan hal itu. Saat sampai di kantor semua orang memperhatikan kalau baju yang mereka pakai adalah yang kemarin. Hae Yoonn berusaha mengganti topic tapi Sang Hee bercerita pada Hyun Tae yang langsung berteriak, “Kalian tidur bersama?!”

Ayah Haru melihat putrinya berlatih dengan giat dimana dia sering sekali jatuh. Ayah akhirnya memutuskan untuk membiarkan Haru pergi. Ayah mengeluh pada pelatih Haru kalau menjauhkan anaknya dari hal yang dia sukai hanya akan membuatnya sakit. Jadi ayah menemui Hwal. Ayah menerima penerimaan yang dingin dari Hwal. Dia mengatakan kalai dia tidak pernah memikirkan Haru sebagai adiknya dan dia tidak bisa membantu ayah. Dia tidak akan mau menampung Haru bahkan hanya untuk satu tahun. Tapi dia akan membantu ayah untuk mencarikan asrama untuk Haru.

Di sisi lain, Haru berlari ke Hae Yoon ketika dia sampai di rumah. Percakapan mereka sangat menyenangkan. Hae Yoon sangat bingung pada Haru yang langsung membuat dirinya nyaman dan berkata kalau dia dibesarkan di rumah ini. Hae Yoon mengerti ini dan menghubungi Hwal kalau saudara tirinya ingin tinggal dengannya. Ketika Hwal berteriak pada Hae Yoon untuk menyuruh Haru pulang tapi menolak, Hae Yoon malah mengatakan kalau kakak tiri Haru merasa sangat senang bila Haru tinggal bersamanya.

Haru sangat senang dan pulang ke rumah untuk memersiapkan segalanya. Dia berlatih untuk dapat melakukan lompatan triple. Dia sipa pindah dan mengirim barang2nya ke rumah Hwal. Hwal kesal karena semua barang2 Haru sudah sampai di halaman rumahnya dan malah menyuruh agar barang2 itu dikirim lagi ke pengirimnya. Kemudian dia mendapat telpon dari Haru yang mengumumkan kalau dia sudah tiba di Seoul.

Haru ada pertunjukkan di lapangan es dan harus menghadirinya. Setelah itu baru dia akan pulang. Hwal ingin bilang tidak tapi Haru menelpon dari telpon umum di stasiun dan dia kehabisan koin jadi telponnya putus.

Hae Yoon dan Hyun Tae memutuskan akan sangat baik bila mereka menonton acara Haru dan memutuskan untuk datang ke lapangan es. Di tempat itulah Hyun Tae berlari ke tempat Su In dan jatuh cinta padanya pada pandangan pertama.

Sementara itu, Hwal melihat foto Su In, yang dipajang di tembok, dengan rasa sakit. Dia memutuskan untuk datang ke acara itu untuk bicara dengan Haru. Hwal masuk tepat ketika Haru memulai pertunjukkannya.