Info!!!
kelanjutan fan fiction & recap drama semua ada di blog q yang baru
fanfic : www.ff-lovers86.blogspot.com
recap : www.korea-recaps86.blogspot.com
terima kasih...
Mae menerima surat dari Munich Philharmonic Orchaestra. Itu adalah orkestra dimana idola Kang Mae, Celbidache juga menjadi konduktornya. Gun Woo sadar, kali ini benar2 kesempatan yang bagus untuk gurunya itu.
Keduanya mulai saling menghargai jalan hidup masing-masing. Kang Mae setuju mengajar Gun Woo tapi ia punya syarat-syarat yang sangat ketat. Gun woo bercanda dan tanya berapa no. telp Jung ya..(saingan Kang Mae)
Di rumah. Toven mulai menggonggong dan Kang Mae melihat monitor, ternyata Ru Mi ada di luar pagar, dia ragu2 menekan bel. Ru Mi tidak jadi menekan bel dan pergi. Kang melotot pada Toven tapi dia tidak mengejar Ru Mi.
Malamnya, Hee Yun datang dengan membawa makanan Korea untuk Kang Mae. Kang Mae tetap pemilih seperti biasanya. Hee Yun berkata dia akan berhenti main cello. Kang Mae memberi nasihat dan bercerita mengenai Paul Potts yang adalah seorang juru tulis sederhana sebelum ia terkenal sebagai pemain cello. Hee Yun mengerti niat baik Kang Mae, hanya dia sadar tidak punya skill sebagus Paul Potts tapi Hee Yun berterima kasih pada Kang Mae.
Kang Mae datang mengunjungi Gun Woo untuk memberikan buku2, tapi Gun Woo sudah tidur, dan Kang Mae melihat jadwal pertunjukan orkestra Gun Woo yang dibatalkan. Kang Mae sepertinya memutuskan sesuatu.
Kang Mae mengumpulkan semua anggota orkestra dan memerintah mereka untuk menyiapkan konser dalam 2 jam! Dengan materi yang sama seperti yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Yang sudah dibatalkan.
Gun woo datang dan minta Kang Mae tidak perlu melakukan ini, dia sudah melakukan banyak untuk mereka. Kang Mae menjawab dengan : Ketika kau mengatakan sesuatu seperti, oh kami tidak cukup bagus, kami tidak berguna, maka kau memaksanya menjadi kenyataan. Aku dulu juga seperti dirimu, aku tidak punya apa-apa ketika aku mulai. Tapi, aku terkenal sekarang. Ini, aku, kau, dan kalian semua, semuanya bisa terkenal dan mendapat pengakuan.
Mereka akhirnya konser. Dan itu juga merupakan konser perpisahan dengan maestro yang menjadi guru mereka. Semua teringat banyak kenangan dalam orkestra ini.
Tiba hari perpisahan, Park menjual bass-nya, Ru Mi menyimpan biolanya, Eden menangis saat bersih-bersih gudang tempat mereka latihan dan Bae tidak mau pergi dari situ.
Paginya Kang mengunjungi kompleks musik (kompleks yang sama yang digunakan syuting Personal Taste) dan anggota orkestra mengucapkan selamat berpisah pada Kang Mae. Kang Mae melihat pada mereka dan juga gedung di belakangnya mungkin terakhir kalinya.
Kang Mae mengirim sms pada Ru Mi : Beethoven (anjingnya) ingin bertemu denganmu. Haha bisa aja si maestro.
Ru Mi diam-diam mengambil foto Kang Mae, hal yang paling dibenci sang maestro. Kang Mae marah pada Ru Mi. Ru Mi menunjukkan wajah memelasnya dan Kang Mae tidak jadi marah.
Kang Mae memberikan cincin yang selalu dipakai di kelingking-nya pada Ru Mi. Ru Mi menolak, ini cincin wanita lain kan.
Bukan, kata Kang Mae. Aku mendapatkannya dari kota kelahiran Beethoven, aku membelinya karena ingin melawan peraturan bahwa konduktor tidak boleh mengenakan cincin, tapi sekarang aku memberikannya padamu agar kau bisa membangun kekuatan-mu sendiri.
Kang mengaku dia menjauhi Ru Mi karena dia sadar sudah berubah karena Ru Mi. Dan Kang Mae mengaku kalau melarikan diri bukan jawaban.
Ru Mi puas dengan pengakuan itu. Jadi keduanya saling janji, yah suatu hari nanti siapa tahu...
Gun Woo berhasil membujuk anggota orkestra kota untuk bergabung dengan orkestranya dan mengadakan pertunjukkan. Kang Mae tidak setuju. Dia merasa Gun woo terlalu optimis.
Kang Mae bertemu Gun woo dalam perjalanan ke bandara. Gun woo yang menunggu Park dan Ru Mi terperanjat melihat Kang Mae. Kang Mae memarahi Gun Woo karena bodoh dan tidak bisa melihat situasi. Semuanya sudah selesai, baik symphony kota maupun orkestra Gun Woo sendiri.
Gun Woo yakin ini adalah awalnya dan menyerah bukanlah jawaban.Jika ia menyerah maka tidak akan ada harapan untuk kedua orkestra.
Kang Mae : Jangan berpikir kau bisa sukses semudah itu. Musik klasik ditulis untuk kaum bangsawan, kaum elit, bagaimana kau bisa meraih itu?
Gun Woo : Tapi seperti katamu, kami bisa terkenal. Kami melakukan seperti yang kau lakukan dan kami tidak akan menyerah.
Kang Mae : Jika kalian harus jalan di jalan yang paling berduri, maka aku akan memimpin-nya untukmu. Tapi kalian semua harus patuh tanpa kecuali.

Kang Mae berkata dia akan memimpin hanya untuk Symphony no. 9 Beethoven. Tapi semua anggota orkestra bersorak sorai kegirangan. Kang Mae tersenyum simpul.
Kang Mae jalan pergi dengan Beethoven dan dari jauh terdengar alunan musik orkestra.....
Mae dan orkestranya memutuskan untuk membuat upacara inagurasi untuk pemimpin orkestra. Pada hari yang ditetapkan, anggota orkestra tidak mendapatkan partitur. Mereka memainkan karya John Cage : 4'33.

Gun woo menuju ke konser di Art Center. Tapi Heeyon, Eden, dan Yeongi tidak muncul di waktu yang dijanjika. Gunwoo menunggu mereka. Tapi bis mereka terjebak macet. Semua anggota orkestra lari ke Art Center.

(kelamaan nonton Tae Kyung, ternyata Gun Woo jauh lebih cakep..kasep...)
Kang Gun Woo Junior beserta mouse orkestranya sudah siap tampil di atas panggung. Gun Woo memperkenalkan diri dan menghormat pada juri. Alangkah kagetnya karena satu dari ketiga juri adalah Maestro Kang. Maestro Kang dengan sinis pura-pura tak mengenal mereka dan mengejek nama orkestra mereka. Gun Woo berusaha sabar dan cuek, dia kemudian memimpin teman-temanya membawakan komposisi Pavane hasil aransemen mereka. Ha Yi Deun maju sebagai solo flute. Mereka berhasil membawakan komposisi iu dengan baik.
Namun juri maestro Kang rupanya sangat tidak puas. Dia juga melihat arranger nya ternyata Gun Woo dan Du Rumi "Kamu tahu apa artinya Pavane?
"Pavane itu artinya burung merak", jawab Gun Woo
Tapi kamu mempercepat temponya dan menjadikanny a seperti buruk pipit atau bahkan seperti kalkun!", kritik Maestro Kang pedas yang merasa komposisi itu harusnya dibuat elegan.
"Rupanya ini guru yang tengah mengajari muridnya ya", sahut kritikus juga merupakan juri.
"kata siapa aku pernah menerima murid?!", kata maestro kang sinis
Maestro Kang lalu maju ke panggung dan langung ingin memberi contoh (atau sok mengintervensi nih). Dia maju ke posium, dan juga melarang Du RUmi yang tidak bisa mendengar untuk ikut bermain (pacar ko jahat2 amat ya). Du Rumi dan terpaksa mundur bersama Gun Woo dan berdiri di pojok.
Maestro Kang berkata pada seluruh pemain "Kalian pasti punya partitur aslinya khan? keluarkan dan lupakan semua petunjuk dan interpretasinya (gun woo red) dan ikuti arahanku"
Maestro Kang memimpin komposisi itu dengan interpretasi berbeda dan lebih mirip asliny a, lebih lambat dan elegan. Menurut maestro Kang tidak ada masalah dengan komposisi itu sehingga tidak perlu diganti.
Gun Woo protes "Banyak juga arranger yang mengaransir lagu itu, jadi menurutku tak masalah jika kami juga merubahnya"
Maestro Kang tidak terima "Terus kamu juga nanti akan merubah musik klasik jadi berirama tarian rakyat atau lagu opera jadi rap gitu?"
Gun Woo membela diri "Anda terlalu ekstrim .Terus terang Anda juga memodifikasinya, Anda melambatkan tempo di beberapa bagian". Gun Woo merasa Maestro Kang juga subjektif.
Juri lainnya sebenarnya merasa tak masalah. Ini hanya masalah interpretasi musik. Namun menurut Maestro Kang orang sekapasitas Gun Woo belum layak mengubah ekstrem suatu komposisi (dendam banget ini maestro kang ma Gun Woo nyebelin ya).
Setelah proses audisi selesai Gun Woo mencoba mengalah dan menemui Maestro Kang
"Anda tahu khan kami sangat membutuhkan pekerjaan ini, mengapa Anda begitu menekan kami?"
Maestro berkilah karena memang interpretasi Gun Woo yang salah.
"Tapi mengapa Anda begitu menentang kami. pasti terjadi sesuatu", tebak GUn Woo
"Aku juga harus mempertahankan diriku. Dan orang seperti dirimu jangan coba-coba melawanku!"
Para peserta menunggu di gedung untuk menunggu pengumuman. Akhirnya penantian meraka pun membuahkan hasil. Mereka ternyata lolos audisi mereka lega dan gembira.
Rupanya walau maestro Kang menentang namun 2 juri lain meloloskan mereka.
Sebentar lagi masa pemilihan walikota tiba. Walikota datang ke tempat latihan menemui para pemain untuk mengiringi dia dalam acara kampanyanye. Maestro Kang langsung menolak ide ini.
Dia tidak mau orkestra jadi turun derajatnya dan dijadikan alat untuk mencari kemenangan.
Suatu hari Gun Woo dan teman-teman kembali latihan. Bae Yong Gi tanpak lelah dantertidur karean kebanyakan kerja paruh waktu untuk mencari penghasilan tambahan. Lalu datanglah kiriman paket makanan dari Senior Park yang telah jadi anggota orkestra kembali. Dia masih memikirkan kawan-kawannya. Dia juga mengirimkan uang 100.000 won dan memberikan informasi untuk mouse orkestra untuk mengiringi seorang penyanyi solo guna menambah penghasilan tim.

Bae Yong Gi dan Gun Wo senang mengetahui hal itu.
Berita buruk bagi para anggota tim datang. Walikota yang selama ini mendukung program orkestra dikalahkan oleh pesaingnya. Maestro Kang kebetulan berpapasan dengan rombongan walikota terpilih yang sedang dipandu Asisten Kim melihat lihat kompeks kesenian. Hubungan maestro Kang dari dulu memang tidak baik dengan walikota terpilih itu. Maestro Kang yang punya harga diri yang tinggi tidak mau menghormat sedikipun.
Asisten Kim menyarankan Maestro Kang supaya menghormati walikota terpilih
Namun Maestro Kang berkilah, "Dia belom dilantikkan?!"
ilih juga tersinggung dia menyuruh maestro Kang bersama orkestranya mengiringi pelantikannya untuk membawakan lagu wajib berserta lagu kesukaannya. Maestro Kang menolak mentah-mentah

"Ini perintah!"
"Memang kalau aku tidak mau aku akan ditembak atau leherku dipotong oleh guilotuin? Menyanyikan lagu kebangsaan pun aku tak sudi!"
Asisten Kim bingung, dia mencoba secara pribadi menemui Maestro Kang dan menasehatinya untuk mau bekerja sama karena sekarang era pemerintahannya sudah berganti. Namun Maestro Kang orangnya keras kepala.
Durumi menelepon Maestro Kang, dia kemudian membawakan lagu liberstratum dengan biolanya. Maestro Kang walau merasa permainannya kurang bagus tapi dia bahagia juga. Setelah itu dia menikmati lagu Liberstratum lewat CD seperti saran Durumi.

Maestro Kang mimpi buruk dia melihat orang-orang masih mendukung gun Woo walau musiknya hancur, maestro Kang frustrasi.
Masalah terjadi saat Maestro Kang melatih orkestranya. Para anggotanya bingung karena Maestro Kang memberi intruksi yang berbeda dari kemarinsebelumnya. Maestro Kang mencoba menganalisa kembali partiturnya. Namun dia tiba-tiba merasa kebingungan saat mengintrepretasinya. Maestro Kang mulai panik.
Maestro kang meminta pandangan pada Asisten Kim yang sering mendengarkan latihannya
"Bagaimana menurutmu lagu tadi?"

Maestro Kang kaget karena jawaban Asisten Kim. Komposisi yang seharusnya menuertunya kuat dan tegas menurut asisten Kim terdengar elegant dan indah. Maestro Kang merasa musiknya tiba-tiba berubah dan dia panik juga freustrasi.
"Kapan kau mengirim buket bunga itu?", tanya Maestro Kang.
Du Rumi menerima kiriman buket bunga yang indah. Ada beberapa bunga mawar dalam rangkaian bunga iu. Dia heran siapa pengirimnya. Dan yang lebih heran lagi karena Maestro Kang pengirimnya. DU RUmi bahagia dan mencium bunga itu. iba-tiba mestrok Kang datang dengan taksi. Dia buru-buru merenggut buket bunga itu itu dari Du Rumi dan menginjak-nginjak bunga iu sampai hancur.

"Musikku hancur!", kata Maestro Kang
"Jadi apakah Anda menyalahkanku karenanya?!", sahtu durumi masih menangis dan kecewa
"Bukan , akulah yang harus disalahkan!"
Maestro Kang pergi dan Durumi merasa bersedih.
Maestro Kang lalu pergi menemui Kakek Kim gab Young. Kakek Kim ternyata mulai kumat penyakitnya. Dia melamu seperti tidak sadar akan lingkungan sekitarnya.
"Kamu pasti sekarang sedang bahagia ya, pikiranmu bisa terbang kemanapun di mana saat bahagiamu dulu, aku iri padamu", celetuk Maestro Knag.
Maestro Kang lalu curhat mengenai kondisinya dengan cuek. Dia merasa tak sanggup lagi punya perasaan terhadap seseorang. Dia merasa tidak mampu mempunyai pasangan. Dia merasa tank sanggup untuk bertanggung jawab dan memikikan pasangannya di saat usianya 40 tahun ini. Dia merasa tidak siap untuk berubah dan merasa takut dengan perubahan pada dirinya.
Kakek Kim tiba-tiba sadar dan mendengarkan penjelasannya
"Ini tentang Du rumi ya?", celetuk Kakek Kim. Kakek Kim menyarankannya untuk tidak takut.
Durumi datang ke rumah Maestro Kang karena diminta datang. Maestro kang memberikan CD permainan musik biola solo disatu bagian oleh orang yang hampir tuli seperti durumi. Dia lalu berterus terang pada Durumi bahwa dia tidak sanggup untuk berubah di usia sekarang
"Aku tidak bisa keluar dari zona kenyamananku selama ini"
Durumi juga berkata bahwa dia merasa dirinya lemah setelah berhubungan dengan Maestro Kang.
AKhirnya mereka pun memutuskan untuk berpisah.

Di rumahnya Rumi melamun dan bersedih. Dia memainkan biola sesuai CD dari maestro Kang sambil menangis bersedih.
Gun Woo mendapatkan saran dari Durumi untuk mempelajari banyak intrepretasi musik orang lain agar bisa menjadi intrepeter yang hebat dalam musik. Gun Woo menghampiri mestro Kang untuk meminjam partitur maestro Kang yang berisi interpetasinya.
Maestro Kang menjawab ketus "Mengapa kamu masih saja ingin meminta tolong dariku!"
Maestro Kang lalu bicara terus terang kalao dia tidak menyukai Gun Woo lagi, dia juga menyebut saat preistiwa konser Gun Woo yang gagal
"Saya sebenarnya bsia saja menelepon walikota untuk menghentikan kegiatan konstruksi itu, tapi tidak saya lakukan. Kamu tahu kenapa?! Karena mereka mengatakan kau lebih baik dariku. Dan katanya aku hanya memelihara harimau di rumahku"

Gun Woo syok "AKu pikir selama ini Guru tidak akan pernah membenciku"
Gun Woo menangis kecewa dan pergi ke kamarnya termenung dengan sedih.
Maestro Kang juga sebenarnya hatinya bergejolak karena pertengkaran dengan GUn Woo itu, dia ke kamarnya dengan keadaan menggigil dan pucat.
Keesokan harinya para anggota City Orkestra menunggu maestro Kang, yang juga tidak terlihat muncul-muncul di tempat latihan. Park Hyuk Kwon akhirnya mewakili teman-temannya menengok maestro Kang ke rumahnya. Dia bertanya pada Bibi Jung Hee Yun pass word rumah maestro Kang.

Park Hyuk Kwon tak menyangka dia mendapati Maestro Kang yang terbaring sakit dan demam tinggi dan hanya ditemani oleh anjingya Thoven.
Bae Yong Gi mendapat telepon dari Park Hyuk Kwon bahwa maestro Kang terbaring lemah dan sakit. Bae Yong Gi bertemu Gun Woo yang baru datang ke tempat latihan mereka.
"Kamu tidak tahu keadaan maestro Kang?"
"Aku tadi baru dari toko terus langsung ke sini"
Bae Yong Gi bercerita bahwa Maestro Kang sakit.
"Bukankah kau sebaiknya kembali lagi ke rumah dan melihatnya?"
Gun Woo hanya dingin dan berkata "Bukankah sebentar lagi kita harus latihan?"
Bibi Jung Hee Yun tetangganya, ternyata datang merawat dan mengkompres maestro Kang. Bae Yong Gi kemudian datang untuk menggantikan bibi Jung menjaga Maestro Kang. Bae Yong Gi merawatnya dengan telaten dia memperhatikan wajah Maestro Kang yagn sedang tak sadarkan diri. Kali ini wajahnya tampak memelas dan terlihat tampan. (kali ini Du Rumi dan Gun Woo yang biasa ngurus dia, lagi pada marah, ayo)
Bae Yong Gi berceletuk"Andai saja wataknya tidak menakutkan, dia mungkin akan jadi orang baik"
Gun Woo malam itu menyibukkan diri sendiri di gudang tempat latihannya sambil menulis arransemen lagu. Malam itu ternyata dia tidak mau pulang dan tidur sendirian di gudang.
Keesokan paginya Maestro Kang sadar dan bangun. Dia melihat pesan untuknya untuk minum obat. Maestro Kang ternyat akali ini benar sudah sehat dia berganti pakaian dan pergi dari rumah dalam keadaan segar bugar.
Gun Woo dan teman-temannya kerja paruh waktu menjadi pengirin penyanyi solo baru untuk debutnya. Namun penyanyi solonya ini kurang bermutu dan suara terlalu kecil membuat stress para pemain yang harus bermain terlalu lembut agar suara sang penyanyi masih terdengar. Dan juga ibunya yang sok mengatur dan sok jadi konduktornya dan k mamenganggap Gun Woo yang bukan lulusan unversitas musik hanya dipajang untuk show saja. Gun Woo akhirnya mengambil keputusan tegas untuk berhenti bekerja di sana walau mereka butuh uang dan memilih bekonsentrasi pada konser. Dia juga tak lupa membalas sang ibu dan menyarankan anaknya agar berlatih berteriang di bawah arir terjun. Dia juga menganggap dirinya lebih bersih karena pasti ibu itu membayar sogokan agar anaknya bisa tampil debut solo.
Semua pemain bersorak dan mendukung Gun Woo.Bibinya berkomentar pada Gun Woo "Gun Woo..a , kamu terlihat menyeramkan hari ini" (iya juga nih jadi mirip maestro Kang)
Maestro Kang memulai lagi latihan dengan mantap. Dia kembali lagi ke performa aslinya yang tegas dan seleranya yang sangat klasik. Dia kembali membawakan lagu beethoven no 5 dengan penuh kekuatan.
Tiba-tiba asisten Kim datang terburu-buru dengan membawakan berita yang mencemaskan
"Guru, Gubernur menerima petisi dari dewan kota untuk memberhentikan Anda!"
Maestro Kang terkejut. 

Kang Gun Woo Junior kecewa terhadap Maestro Kang, Gun Woo mengembalikan tongkat konduktor pemberian maestro Kang
"Terimakasih karena mulai saat ini aku jadi ingin menang dari Anda", kata Gun Woo.

Gun Woo lalu pergi. maestro Kang termenung sendiri ditinggal Gun Woo, dia lalu terpaksa mengambil tongkat konduktornya kembali.
Gun Woo kembali ke lokasi untuk outdoor konser mereka. Mereka lalu bersiap-siap untuk konser.
ketua panitia dan kritikus juga datang dan sudah siap menilai. Maestro Kang juga datang menonton dari kejauhan.
Konser dimulai pianis kenamaann Guru Seo pun menempati tempatnya. Kritikus memuji kehadian pianis kenamaan ini di tim Gun Woo. Mereka pun mengira pasti ini karena rekomendasi dari Maestro Kang.
Gun Woo masuk podium, dan memperkenalkan pianis kenamaannya.
Gun Woo membuka konsernya dengan sambutan pendek bahwa dia akan membawakan Tchaikovsky's no.1 piano concerto. Gun Woo bercerita bahwa pada awalnya Tsaikovsky membawakan lagi ini untuk temannya. Namun temannya mengkrtik keras komposisi yang dia buat dan mengatakan bahwa jika dia tidak mengubahnya dia tidak akan sukses.
Mendengar sambutan GUn Woo, Maestro Kang meresa sambutan itu ditujukan untuk menyindirnya.
Gun Woo lalu bercerita lagi akhirnya Tchaikovsky tetap pada karyanya semula dan ternyata mendapatkan sukses yang tidak disangka-sangka
"Dan saya juga ingin dengan interpretasi saya sendiri, dengan tanganku sendiri, menunjukkan pada Anda semua di sini pertunjukkan yang benar-benar pertunjukkanku sendiri"
Konser dimulai, kritikus dan ketua panitia memuji penampilan orkestra Gun Woo.
"walau secara teknis dan skil masih harus ditingkatkan tapi teknik masih bisa diperbaiki dengan latihan"
"Bukankah dia murid Maestro Kang, tapi mengapa style begitu bertolak belakang ya?", kata mereka
Maestro Kang tak sengaja mendengar percakapan mereka.
Mereka memuji Gun Woo bahkan Gun Woo terasa lebih baik dari Maestro Kang.
"Kang Mae sagat baik dalam mengerti komposisi tapi dia seperti sulit mengeluarkan emosi dari lagu itu. Sedangkan anak muda ini bisa mengeluarkan ekspresinya dengan mudah seperti sungai yang mengalir"
Kang Mae merasa panas mendengar komentar bahwa Gun Woo lebih baik darinya. Mereka bahkan mengatakan Maestro Kang seperti memelihara macan di rumahnya sendiri.
Tiba-tiba kekacauan datang. Tak jauh dari tempat mereka konser, datanglah para pekerja konstruksi yang akan mendirikan panggung dan tenda di dekatnya.

Keadaan yang heboh dan bising tentunya menganggu konsenstrasi Gun Woo dan para pemusiknya. Penonton pun banyak yang menyingkir karena diusir oleh para pekerja konstruksi. Pekerja itu beralsan bahwa ini perintah walikota. Maestro Kang langsung menelepon walikota, tapi dia tak bisa berbuat banyak. Dia ingat gengsinya tak mau kalah dari Gun Woo.
Para pemusik banyak yang tidak bisa melanjutkan, Bae yong gi bahkan maju, protes dan bertengkar dengan pekerja konstruksi. Gun Woo pun frustasi dan menyerah.

Konser Gun Woo bisa disimpulkan gagal. Diliput media pun tidak. Bahkan hanya ada ulasan kecil drai kritikus yang menggambarkan kegagalan itu karena konduktor mudanya walau bagus tapi tidak pengalaman dalam mengatasi masalah di lapangan. Walikota pun tak mau merekrut mereka karena mereka tidak berhasil dalam konser.
Gun Woo marah frustasi , dia teringat nasehat dan sindiran maestro Kang kepadanya, bahwa dia terlalu egois,sok juga impulsif. Dia melemparkan bola keras2 untuk menghilangkan kekesalannya.

Gun Woo bertambah kesal karena merasa sindiran gurunya iu benar adanya sekarang. Para pemain pun mulai gelisah terutama senior park. mereka sudah pasti kehilangan kesempatan diterima di city orkestra. Mendengar para anggotanya mengeluh Gun Woo sebagai pimpinan/kondukor menjadi minder dan merasa bersalah.
Tak disangka Gun Woo mendapat telepon dari suatu perusahaan. perusahaan itu mengatakan mau memberi kesempatan dan menjadi sponsor untuk mouse orkestra pimpinan Gun Woo. Gun Woo sedikit tak percaya. Mereka hanya dipersyaratkan ikut audisi dulu.
Gun Woo membicarakan ini pada teman-temannya. Teman2nya menyarankan Gun Woo mencobanya. Tapi karena kegagalannya baru-baru ini, Gun Woo masih merasa minder.
Du Ru Mi dan senior park memberi dukungan kepada Gun Woo. Mereka berkata di antara meraka tidak ada yang bisa menjadi konduktor kecuali Gun Woo. Gun Woo mulai tersenyum lagi.
Di rumah Gun Woo belum bisa berbaikan dengan maestro Kang. Maestro Kang juga masih terpukul pada Gun Woo karena orang menilainya Gun Woo lebih baik darinya.
Gun Woo bicara dengan maestro Kang. Maestro Kang menawari Gun Woo mencarikan job di tempat lain.
"AKu telah bicara pada gubernur untuk membuat orkestra lain yang lebih kecil yang bisa tour sampai ke kota-koa kecil dan memperkenalkan musik di sana"
Tapi Gun Woo berkata sebenarnya dia dan teman-teman sudah punya rencana lain dia berkata ada perusahaan yang mau jadi sponsor.
"Jadi kau memilih menerima tawaran orang lain dari pada tawaranku!", maestro Kang tersinggung
Maesrtro Kang minta sebaiknya Gun Woo bicara blak-blakan saja dengannya tak usah berpura-pura lagi.
Gun Woo akhirnya mengaku
"Aku selama ini merasa frustasi jadi muridmu! Walau kau punya keahlian dan pengalaman yang hebat tapi gayaku bertolak belakang denganmu."
Maestro Kang lalu memotongnya
"merasa langkahmu dihentikan?! merasa sayapmu aku tahun?!"
"Bukan begitu, Guru", Gun Woo jadi merasa tidak enak
Maestro Kang juga menyarankan sebaiknya Gun Woo tidak menjadi muridnya lagi karena mereka bertolak belakang.
Gun Woo merasa tidak enak dan mengira maestro Kang marah padanya
"Tidak. ini mungkin jalan yang harus kita tempuh, kita tidak cocok menjadi guru dan murid", kata Maestro Kang
Du rumi selain berlatih, dia kembali kuliah di universitasnya dulu. kini dia mengambil kuliah komposisi.

Dia ingin belajar menulis komposisi karena jika pendengarannya memburuk sulit bagi dia untuk bermain biola lagi.
Gun Woo dan teman-temannya berlatih komposisi baru Pavane. Komposisi ini mensyaratkan solo flute yang dilakukan oleh Yi Deun. Gun Woo merasa kurang sreg dengan komposisi aslinya, dia ingin mengaransir ulang lagu itu. Du Rumi menawarkannya bantuan.
Saat latihan untuk kuliahnya Du Rumi melatih mengaransir kembali Pavane. Gun Woo mencobanya dan mempercepat tempo lagunya. Dia dan Du Rumi merasa lebih cocok dan puas dengan aransemen yang baru ini. Du rumi memberi kode victory pada Gun Woo. (mereka berdua padahal cocok, sayang ya ko putus)
Istri SEnior Park menemui Maestro Kang. Tadinya dia ingin melobi agar suaminya bisa bekerja lagi ci ciy orkestra karena sebentar lagi mereka pun akan mempunyai bayi lagi. Namu tiba-tiba istrinya merasakan mulas ingin melahirkan. WAlau sebenarnya perkiraannya masih beberapa hari lagi. Maestro Kang tampak bingung. Bora, anak senior Park menangis melihat ibunya kesakitan.
Maestro Kang dengan panik meminta nomor telepon suaminya.
Senior Park sedang ke tempat latihan mouse orkestra. Dia sedang ribut dengan bae yong gi dan malah mematikan teleponnya. Maestro Kang lalu memberitahu lewat Du Rumi
Senior Park langsung menyusul istrinya ke rumah sakit. Anaknya sudah lahir, mereka lalu menengok ke ruangan bayi (lihat bayi bikin seneng nih, jd pengen)
Tak lama kemudian teman-teman dari Mouse Orkestra juga datang menjenguk mereka dan sama-sama melihat bayi. Senior Park akhirnya diterima lagi bekerja di city orchestra (tapi yang lain engga hehe)
Maestro Kang melihat Du Rumi di rumah sakit. Dia memangil Du Rumi dari belakang. Durumi idak meliha mastro Kang dan idak mendengar panggilannya.
"Du Rumi!", ulang maestro Kang lebih keras. Maestro Kang curiga karena Du Rumi tidak menoleh. Dia menghampiri dan menarik bahunya. Begitu Durumi melihat maestro Kang , dia langsung memasang hearing aid nya.
Maestro Kang kaget,

"Apa itu alat bantu dengar?!"
dia baru tahu Du Rumi ternyata mulai kehilangan pendengarannya.
Mereka lalu bicara berdua. Du Rumi menjelaskan dia sekarang ikut kuliah komposisi. Maestro Kang khawatir dan cemas.
"Apa kamu ini beethoven ?!"
Maestro Kang merasa Rumi begitu keras kepala tak mau menyerah dari musik.
Hari audisi tiba, sebelum pergi Gun Woo berpamitan pada Maestro Kang. Namun Maestro Kang masih tidak mau bertemu. Gun Woo pamitan dari belakang pintu
Gun Woo dan teman-teman mouse orkestranya menuju tempat audisi. Audisi bertempa di gedung pertunjukkan. Audisi ini dinilai oleh para juri. Bukan hanya mereka yang melakukan audisi, kelompok lain pun ada. Mereka heran bebeapa orang yang iku audisi keluar dari tempa audisi dalam keadaan menangis frustasi. Memang ada pa ya dengan jurinya?
Akhirnya Gun Woo dkkberusaha memantapkan hati dan menereiakkan yel yel kelompok mereka. Lalu dengan mantap memasuki ruangan.
Seperti biasa konduktor Gun Woo masuk paling terakhir. Dia lalu menghadap juri dan memberi hormat pada mereka. Gun Woo melihat seorang konsdukor kenamaan (yang ini kondukor asli yang melatih Sukkie dan kim myung min), kritikus musik dan yang terakhir Gun Woo kaget keika melihatnya.
Ternyata gurunya, maestro Kang , ikut sebagai juri...