Silahkan Mencari !!!

Info!!!

kelanjutan fan fiction & recap drama semua ada di blog q yang baru
fanfic : www.ff-lovers86.blogspot.com
recap : www.korea-recaps86.blogspot.com
terima kasih...
Tampilkan postingan dengan label My Girlfriend Is A Gumiho. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Girlfriend Is A Gumiho. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 September 2010

My Girlfriend Is A Gumiho (Episode 6)

Mi-ho kagum melihat cincinnya dan mengumumkan kalau dia adalah pacar Dae-woong sekarang. Dae-woong sama sekali tidak bisa tersenyum dan menyerah saja. Mereka menubrukkan cincin mereka untuk mengesahkan perjanjian diantara mereka. Mi-ho melompat dan mengatakan kalau selalu ada sesuatu yang ingin dia lakukan ketika sudah punya pacar. Dan Mi-ho muncul dengan dandanan seperti seorang pengantin! Dae-woong menghentikan setengah hormat Mi-ho dan mengatakan sekarang Mi-ho sudah menjadikan Dae-woong pacarnya, apakah Mi-ho juga ingin menikah dengannya?

Dae-woong mulai berjalan pergi dan Mi-ho berkata, “Baiklah. Kalau begitu, apa kau mau berpasangan?” Dae-woong menghentkan langkahnya, menggoyangkan kepalanya seolah-olah dia mendengar ucapan yang salah. Dia memeriksa – tidak, Mi-ho serius. Dae-woong mulai tertawa gugup dan Mi-ho menganggapnya sebagai sikap sungguh2 untuk berpasangan dengannya. Dae-woong mengumumkan kalau ketimbang berpasangan dengan gumiho lebih baik dia membuang manik2 serigala itu. Mi-ho hanya tersenyum dan berkata, “Kau tidak bisa membuangnya begitu saja. Kau milikku sekarang!”

Dae-woong memutuskan untuk mengalahkan Mi-ho dalam permainannya sendiri. Jadi dia melakukan pendekatan pria tidak sadar. Dia menarik Mi-ho dan menempelkannya di tembok dan mulai mencondongkan badan ke Mi-ho. Dae-woong berkata, “Inikah yang kau inginkan?” Mi-ho terlihat malu dan mengatakan kalau dia hanya bercanda. Hanya saja, inilah bayangan Dae-woong pada apa yang gadis normal akan lakukan.

Yang sebenarnya terjadi adalah Dae-woong condong semakin dekat dan Mi-ho malah memeluknya yang membuat Dae-woong lari ketakutan dan meminta ampun. Di rumahnya, Dong-joo membalik jam mistis 100 hari di mejanya. Dia berkata kalau saat satu sisi kosong maka sisi yang lainnya akan terisi.

Dae-woong mencoba menetapkan aturan mendasar dengan Mi-ho. Dia mengatakan kalau perjanjian mereka bukanlah sebuah hubungan melainkan sebuah kontrak. Mi-ho berjanji untuk tidak melakukan apa yang tidak diinginkan Dae-woong. Jadi Dae-woong meminta Mi-ho untuk berhenti melihat Dae-woong seolah-olah Mi-ho akan memakannya.

Mi-ho dengan defensif mengatakan kalau dia tidak melihat Dae-woong seperti ini sama sekali… belakangan ini. Dae-woong kaget, “Belakangan ini? Kalau begitu, ada kalanya dulu kau ingin memakanku?” Mi-ho mencoba untuk berbohong tapi Dae-woong sama sekali tidak memberikan kesempatan, “Beritahu aku yang sebenarnya. Pernahkan ada saat2 dimana kau melihatku dan berpikir ‘Dae-woong terlihat lezat hari ini!’” Mi-ho mencoba untuk menyangkalnya. Tapi mengaku pernah berpikir seperti itu satu kali. Tidak, dua kali. Dae-woong pergi tidur dengan marah dan Mi-ho sudah menyesal mengatakan hal itu.

Dae-woong bangun pada tengah malam oleh suara tangisan Mi-ho. Ratapannya terdengar kemana-mana, jadi Dae-woong merayap perlahan dan menemukan Mi-ho di dalam kamar mandi dan tidak tahu apa yang menantinya disana. Ternyata, Mi-ho mengoleskan make up pernikahannya dengan bahan yang permanent dan sekarang riasan itu tidak mau hilang. Dae-woong mengangkat wajah Mi-ho untuk melihat kerusakannya dan langsung surfing di internet untuk mencari cara menghapusnya.

Dae-woong membersihkan wajah Mi-ho dan Mi-ho bercerita tentang bagaimana 500 tahun yang lalu dia ingin merias wajahnya seperti itu dan menikah. Karena ada rumor jelek yang beredar jadi tidak ada orang yang datang dan diapun di kurung di dalam lukisan. Untuk membuat Mi-ho merasa baikan, Dae-woong berjanji akan membuatkan film suatu hari nanti untuk membersihkan namanya. Dae-woong lalu ingat hadiah lain yang dia belikan untuk Mi-ho dan naik untuk memberikan Mi-ho hadiah boneka paha ayam raksasa.

Keesokan harinya, Byung-soo memutuskan kalau dia akan memberitahukan sutradara tentang luka Dae-woong untuk melindungi sahabatnya itu. Tapi dia mendapati Dae-woong tidak hanya sudah sembuh tapi bisa menampilkan aksi laga yang bagus hingga membuat sutradara menangis. Dae-woong meyakinkan Byung-soo kalau dia baik2 saja dan Byung-soo memperhatikan cincin di tangan Dae-woong. Byung-soo segera memberitahukan hal ini pada Sun-nyeo yang langsung mengecek jari Hye-in apakah dia punya cincin yang sama. Hye-in jengekel mendengar kalau Dae-woong punya gadis lain.

Mi-ho pergi untuk menemui Dong-joo dan menunjukkan cincinnya serta mengatakan kalau manusia memberikan cincin ketika mereka menyukai seseorang. Dong-joo menjawab kalau Dae-woong tidak melihat Mi-ho sebagai manusia atau punya alasan untuk menyukainya, jadi Mi-ho mulai mengocehkan semua hal lain yang Dae-woong puji dari dirinya misalnya kecepatan yang Mi-ho miliki. Dong-joo berkata kalau hal itu tidak berguna di dunia yang sudah ada mobil dan pesawat terbang. Baiklah, kalau begitu Mi-ho makan banyak. Dong-joo berujar kalau bukan hal bagus menghabiskan banyak uang untuk makan. Jadi Mi-ho mengatakan pertahanan terakhirnya, “Tapi, aku cantik.” Dong-joo mengingatkan Mi-ho untuk tidak bergantung pada kecantikannya dan menyerahkan dirinya pada Dae-woong. Dong-joo memberikan beberapa nasehat pada Mi-ho yaitu untuk mencoba dan melakukan hal yang ingin Dae-woong lakukan.

Di rumah, Mi-ho mencoba bertanya pada Dae-woong apa yang dia inginkan tapi yang Dae-woong inginkan hanyalah agar Mi-ho tenang jadi dia bisa mempelajari naskahnya. Mereka diganggu oleh pekerja yang akan membersihkan loteng dimana mereka tinggal, jadi Dae-woong lantas memohon pada sutaradara untuk membiarkannya tinggal disana selama proses syuting. Dae-woong bahkan berjanji akan bersih2 dan tentu saja Doo-hong setuju sebab dia berpikir mungkin saja Min-sook akan berkunjung. Doo-hong bertanya tentang gadis yang memakai baju putih dan Dae-woong berpura-pura tidak tahu. Dae-woong lalu memperingatkan Mi-ho untuk kabur kalau dia melihat sutaradara.

Mereka kemudian keluar dan menghampiri wanita pemilik resto ayam dan Dae-woong kaget mengetahui kalau Mi-ho sudah menjalin pertemanan dengan warga di sekitar sana. Dia bangga pada Mi-ho sampai hp-nya berdering dan Dong-joo ada di seberang sana. Dae-woong menyindir ketika Mi-ho bicara dengan riang pada orang asing itu. Mi-ho mengendap-endap menjauh untuk bicara dengan Doo-hong dan wajah Dae-woong terlihat kusam.

Dae-woong menyuruh Mi-ho untuk bicara disini saja tapi Mi-ho malah menjauh. Dae-woong malihat Mi-ho tersenyum dan malu yang membuat Dae-woong marah. Dae-woong menguntit dan bertanya-tanya kalau mereka pasti sangat dekat. Mi-ho memanggil Dong-joo teman, yang membuat Dae-woong lebih kusan lagi. Dae-woong mencoba mengingatkan Mi-ho kalau dia harus berhati-hati pada orang yang tidak tahu siapa Mi-ho sebenarnya. Mi-ho malah memotong Dae-woong dan berkata kalau dia tidak ingin Dae-woong bertanya soal Dong-joo. Dan bahwa, dia tidak akan melakukan hal jahat pada Dong-joo. Dae-woong berteriak, “Jadi kau akan memakanku tapi kau akan baik padanya?”

Dae-woong tidak ingin Dong-joo menelpon ke hpnya lagi. Mi-ho setuju dan mengatakan kalau dia akan mengunjunginya saja nanti. Itu membuat Dae-woong menghentikan langkahnya lagi. Di halte bus, seluruh pria yang bicara disana terkagum melihat kecantikan Mi-ho. Bahkan para bibi juga. Mi-ho sendiri sedang sibuk melihat gambar daging sapi sedangkan Dae-woong menggelengkan kepala sebab mau terperdaya oleh kecantikan Mi-ho. Sampai salah satu pria itu mendekat untuk bicara pada Mi-ho. Dae-woong memandang dengan marah dan langsung mendekati Mi-ho dimana dia merentangkan tangannya pada tubuh Mi-ho lalu menunjukkan cincinnya.

Di dalam bus, Dae-woong dan Mi-ho duduk terpisah tapi seorang pria yang lain lagi melihat Mi-ho dan duduk di sebelahnya. Dae-woong melihat ini dan mengusir pria itu dari kursi di dekat Mi-ho, dan dengan diam2 mengambil tangan Mi-ho untuk menunjukkan kalau mereka punya cincin yang sama. Pria itu menyerah. Mi-ho bertanya kenapa Dae-woong duduk disebelahnya sekarang padahal Dae-woong menyuruhnya untuk jaga jarak. Dae-woong menjawab kalau dia melakukan itu demi kemnusiaan dan melindungi seseorang dari Mi-ho, seperti superhero favoritnya, Batman.

Mereka kemudian diganggu oleh seorang gadis (cameo ini diperankan oleh Park Shin Hye jadi kita panggil saja Go Min-yeo, ya! Ingat perannya di You’re Beautiful). Min-yeon ternyata teman SMP Dae-woong. Min-yeo mengenali Dae-woong dan mereka senang bisa bertemu lagi dan berkata bagaimana mereka tampak lebih keren sekarang. Sekarang Mi-ho yang cemburu. Min-yeo harus turun di halte selanjutnya jadi dia meminta nomer hp Dae-woong yang baru. Tapi ketika Dae-woong mencari hpnya, Mi-ho malah menarik tangan Dae-woong untuk menunjukkan cincinnya dengan cara yang sama persis seperti yang Dae-woong lakukan sebelumnya. Min-yeo minta maaf karena sudah menganggu saat Dae-woong sedang bersama pacarnya lalu pergi.

Mi-ho merenung kalau cincin itu sangat hebat – benda itu bisa mengusir gadis tidak diinginkan ke arah yang berlawanan. Mi-ho berkata kalau dia ingin menghentikan Dae-woong kalau2 Dae-woong menyukai gadis lain itu dan mengejarnya untuk berpasangan dengannya. Dae-woong menjamin kalau dia bukan pria seperti itu dan mengumumkan kalau bagaimana pun terkenalnya dia, dia hanya akan melihat satu gadis. Mi-ho memberengut waktu menyadari kalau yang dimaksud Dae-woong adalah Hye-in.

Mi-ho bertanya kenapa Dae-woong tidak menjadikan Hye-in pacarnya. Dae-woong mengatakan yang sebenarnya kalau dia akan melakukan itu dengan cincin dan semuanya. Mi-ho memandang cincinnya sebab semuanya jelas bagi Mi-ho kalau cincin itu memang bukan untuknya. Dae-woong tidak bisa menyembunyikan fakta kalau cincin itu dia beli untuk Hye-in tapi dia menjamin kalau cincin itu bukan cincin yang sudah ditolak. Dia bahkan belum mengatakan apa2 pada Hye-in atau menawarkan cincin itu. Mi-ho masih merengus kalau hal itu tidak benar dan Dae-woong seharusnya tidak begitu. Dae-woong mengaku.

Dae-woong mengatakan pada Mi-ho kalau dia akan melepas cincinnya dan Mi-ho menghentikannya. Dae-woong meninggalkan Mi-ho di luar sedangkan Dae-woong pergi ke gedung sekolah yang hanya untuk manusia. Tapi saat sudah berada di dalam, Dae-woong merasa bersalah karena sudah meninggalkan Mi-ho disana. Dae-woong mencoba untuk menghilangkan pikiran itu tapi akhirnya menjemput Mi-ho keluar juga untuk membawanya ke dalam. Dae-woong mengajak Mi-ho ke dalam kelas dan Mi-ho super gugup dan senang karena akan masuk kelas seperti manusia. Dae-woong lalu keluar untuk membelikan minuman untuk Mi-ho.

Di luar, Dae-woong menghampiri Hye-in, yang mencoba untuk melihat tangan Dae-woong. Dia dengan segera meyembunyikan tangannya dan melepas cincin itu. Cincin itu jatuh ke tanah tapi dengan keras Dae-woong menendangnya ke bawah mesin soda dengan panik. Hye-in melihat tangan Dae-woong yang tanpa cincin. Selagi Dae-woong mencari cincin itu waktu Hye-in sudah pergi, Hye-in pergi ke ruang kuliah dengan sandwich di tangannya untuk Dae-woong. Padahal Mi-ho sedang duduk di dalam.

Dae-woong segera mengajak Hye-in keluar dan ketika Hye-in menawarkan agar mereka ikut kuliah bareng, Dae-woong berbohong kalau kelas sudah dibatalkan. Hye-in lalu mengajak Dae-woong untuk makan siang jadi Dae-woong bergegas untuk menemui Mi-ho dan berbohong kalau dia harus keluar mengurusi sesuatu. Yang membuat Dae-woong kesal, Hye-in ternyata ingin pergi ke suatu tempat untuk makan siang. Dae-woong menelan ludahnya dan bertanya-tanya apakah tidak apa bila dia pergi.

Di resto, Hye-in memesan banyak makanan yang membuat Dae-woong terpinggirkan tapi dia sama sekali tidak bisa berkata apa-apa. Sedangkan Mi-ho tertangkap waktu dia mengangkat tangannya untuk menangkap nyamuk jadi dia diusir. Mi-ho menunggu dan menunggu Dae-woong. Saat Dae-woong tidak muncul juga, Mi-ho pulang ke rumah sendirian. Sutaradara Ban melihat Mi-ho ketika dia mengantar Sun-nyeo dan Mi-ho, yang mengikuti saran Dae-woong, kabur.

Ban mengajar Mi-ho dengan mobilnya, kagum pada kecepatan Mi-ho tapi Mi-ho berusaha menjauh dari sutaradara. Jantung Mi-ho berpacu kencang dan membuatnya sesak. Mi-ho bertanya-tanya apa yang terjadi padanya. Dae-woong bergegas menyantap makanannya lalu segara menuju ruang kuliah dan mendapati ruangan itu sudah kosong. Oh-ho.

Mi-ho pergi ke tempat Dong-joo sambil memegang dadanya dan mengatakan kalau ada yang salah dengan dirinya. Dong-joo menjelaskan kalau Mi-ho sudah mulai menjadi manusia – begitulah rasanya sakit dan manusia sering sekali merasa sakit. Dong-joo bertanya apakah Mi-ho mampu menahannya dan Mi-ho tersenyum setelah mendengar kalau dia mulai mempunyai sifat manusia. Mi-ho berkata kalau dia bisa menahannya. Dong-joo memasakkan steak untuk Mi-ho dan ketika Mi-ho berkata kalau Dong-joo vegetarian, Dong-joo menjawab kalau dia mempersiapkan hal itu khusus untuk Mi-ho.

Di rumah, Dae-woong juga mempersiapkan sepiring daging untuk Mi-ho dan menunggunya. Dia bahkan mempersiapkan air berbuih untuk Mi-ho. Dae-woong menunggu dan menunggu tapi Mi-ho tidak muncul. Dia akhirnya keluar untuk menunggu Mi-ho di luar saja. Tapi dalam perjalanan turun, dia melihat Mi-ho berjalan bersama Dong-joo.

Dae-woong kaget melihat kalau Dong-joo ternyata terlihat seperti manusia normal dan Dae-woong mencibir waktu mendengar Mi-ho berkata kalau dia sangat menyukai daging yang dimasakkan Dong-joo untuknya. Mi-ho bertanya apakah daging itu mahal dan Dong-joo menjawab kalau daging itu mahal. Mi-ho jadi bergumam kalau Dae-woong pasti tidak akan membelikan daging seperti itu untuknya. Dong-joo meletakkan tangannya di kening Mi-ho untuk memeriksa suhu tubuh Mi-ho dan hal ini memicu kecemburuan Dae-woong. Dia berjalan pergi dengan marah2.

Dong-joo bertanya kenapa Mi-ho memanggilnya ‘Guru Dong-joo’. Mi-ho menjawab kalau itu karena Dong-joo mengajarinya bagaimana caranya menjadi manusia. Dong-joo dengan malu2 bertanya apakah Mi-ho benar2 mempercayainya. Mi-ho dengan lugu bertanya apakah Dong-joo pernah berbohong padanya dan Dong-joo menjawab kalau dia tidak pernah mengatakan hal yang salah tapi dia belum mengajari Mi-ho semuanya. Mi-ho sangat menghargai ini dan berlari untuk menemui Dae-woong.

Mi-ho menemukan Dae-woong sedang memanggang daging dengan mood jelek sebab Mi-ho makan daging mahal dengan orang lain lalu datang padanya. Mi-ho tersenyum sebab dia tahu Dae-woong mendengarkan percakapannya dengan Dong-joo. Dae-woong mengkritik Mi-ho karena berpura-pura menjadi gadis lemah agar mendapatkan daging mahal.

Selagi Dae-woong sibuk dengan kemarahannya, Mi-ho memperhatikan kalau Dae-woong tidak memakai cincinnya. Dae-woong melupakan cincin itu jadi mereka kembali ke kampus. Mi-ho mengangkat mesin soda dan Dae-woong mendapatkan kembali cincinnya. Dae-woong mencoba berbohong tapi Mi-ho tidak membiarkannya. Mi-ho: “Bagaimana cincin itu bisa berada disana?” Dae-woong akhirnya mengaku kalau dia melepaskan cincin itu sebab tidak ingin Hye-in melihatnya. Mi-ho sadar kalau Dae-woong meninggalkannya hari ini agar bisa menyembunyikannya dari Hye-in. Mi-ho bertanya dengan langsung apakah Dae-woong berencana untuk menyembunyikan Mi-ho seperti menyembunyikan cincin itu.

Dae-woong menjawab dengan jujur kalau dia memang ingin dan bertanya apakah bisa meminta hal itu. Mi-ho menggelengkan kepalanya – yang lainnya boleh asal jangan itu. Mi-ho mulai berteriak dengan marah dan terluka kalau Dae-woong tidak memikirkan Mi-ho sama seperti Mi-ho memikirkannya. Mi-ho bertanya apa yang diinginkan Dae-woong dan dia menjawab tidak ada yang dia inginkan dari seorang gumiho. Mi-ho bertanya apakah tidak ada hal lain yang diinginkan Dae-woong darinya selain manik2 serigalanya. Dae-woong menundukkan kepalanya dengan penuh rasa bersalah dan mengatakan kalau Mi-ho tahu itu yang sebenarnya. Jadi kenapa bertanya? Dae-woong lalu pergi dan meninggalkan Mi-ho.

Sutradara Ban mengajak minum para kru tapi dia menumpahkan anggur merah ke kemejanya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkannya. Dia menghampiri Min-sook yang kebetulan keluar bersama teman2nya. Dia memeluk Min-sook dari belakang dan Min-sook berpura-pura protes. Hanya saja, waktu Ban tidak bergerak, Min-sook sadar kalau pria itu sudah tidur. Jadi bibi menggendongnya.

Hye-in dan Sun-nyeo bertemu dan setelah mengatahui kalau Dae-woong kembali ke sekolah laga, Hye-in memutuskan untuk kesana dan menjernihkan masalah cincin itu untuk selamanya. Dae-woong sementara itu tidak bisa tidur sebab dadanya sakit dan dia bertanya-tanya apa itu karena percernaannya. Dae-woong mengintip Mi-ho tapi dia tidak ada di tempat tidurnya. Dae-woong melihat keluar dan sangat kaget mendapati Mi-ho mabuk dengan ekor yang menjulur keluar. Dae-woong; “Apa yang kau lakukan dengan ekormu yang menjulur keluar?” Mi-ho: “Aku gumiho! Mulai dari sekarang aku akan mengeluarkan ekorku dan hidup dengan bangga sebagai gumiho!”

Dae-woong sadar kalau Mi-ho sudah terlalu jauh dan sesak nafas waktu melihat botol soju yang kosong di sebalah botol bir Mi-ho. Dae-woong meyakinkan Mi-ho untuk menyembunyikan ekornya dan Mi-ho sangat gembira karena akhirnya diminta untuk melakukan sesuatu. Mi-ho menurut dan bertanya apa yang Dae-woong inginkan lagi. Dae-woong punya Mi-ho untuk memaku dengan tangan kosong, melolong pada anjing tetangga untuk membuat anjing itu diam dan membunuh nyamuk.

Mi-ho melakukannya dengan gembira dan mengatakan pada Dae-woong kalau membunuh nyamuk adalah hal yang sudah dia lakukan untuk Dae-woong sebab dia tidak ingin nyamuk itu menggigit Dae-woong. Dae-woong tersenyum mendengar jawaban itu dan bermain bersama Mi-ho untuk menangkap nyamuk.

Sedangkan, Hye-in sedang naik… naik… naik… Mi-ho mencium kedatangan Hye-in dan mencoba memberitahu tapi Dae-woong tidak tahu siapa yang Mi-ho maksud. Tanpa penjelasan, Mi-ho melangkah ke pinggir dan membentangkan tangannya. Dia berkata, “Aku akan memberikanmu apa yang paling kau inginkan. Karena aku menyukaimu.”

Dae-woong melihat Mi-ho dan kaget mendengar pengakuan Mi-ho. Hye-in muncul di belakang Dae-woong dan ketika Dae-woong melihat Hye-in, Mi-ho melompat dan menghilang. Dae-woong sadar kalau Mi-ho telah pergi dan bergegas untuk mencarinya sambil berteriak, “Mi-ho!” Dae-woong melihat Hye-in berdiri disana tapi dia melewati gadis itu begitu saja dalam perjalanannya turun untuk menemukan Mi-ho!

My Girlfriend Is A Gumiho (Episode 5)

Dae-woong tidak langsung menyadari kalau Mi-ho pergi mencari makanan. Dia berpikir mungkin Mi-ho mengorek-ngorek tong sampah. Tapi Dae-woong mulai curiga apalagi setelah melihat daging sapi yang tidak disentuh sama sekali.

Secara perlahan-lahan, ingatan Dae-woong tentang peristiwa tadi malam mulai muncul selagi dia mabuk. Akan tetapi, dia tidak ingat bagain ketika dia menyuruh Mi-ho untuk pergi. Ketika Dae-woong menjatuhkan sebuah tas berat di kakinya, dia bertanya-tanya kenapa rasanya sakit sekali bila dia memiliki perlindungan manik2? Apa ini artinya manik2 itu sudah pergi? Apa itu artinya Mi-ho juga pergi?

Dae-woong berlari keluar untuk mencari Mi-ho tapi tidak menemukan jejak gadis itu. Dae-woong kembali ke dalam dengan lemas, terlihat kecewa, terlihat seperti dia dia akan menangis karena air mata bahagia. Dae-woong bergembira, “Gumiho itu akhirnya meninggalkanku!” Dia bersenang-senang atas kebebasan barunya.

Dengan buru2, Dae-woong mengemasi barang2nya – dia tidak ingin kehilangan keberuntungannya kalau2 Mi-ho memutuskan untuk kembali. Selama beres2, dia menemukan kupon ayam Mi-ho. Secara tidak terduga, Dae-woong tersentuh melihat hal itu, kemudian dia menghentikan dirinya dari sikap gila itu dan pergi. Dae-woong tidak melihat kalau Mi-ho memperhatikan kepergiaannya. Mi-ho berkata, “Dae-woong terlihat cemas. Apakah dia tidak senang atas kepergianku?”

Tiba2 saja, hujan turun meski langit cerah dan hal ini menghentikan langkah Dae-woong serta membuatnya memikirkan Mi-ho… kecuali kalau ini hanya pria yang sedang mencuci mobil. Masih memperhatikan, Mi-ho berkata, “Woong, selamat tinggal.” Untuk beberapa saat, lebih banyak air muncrat ke Dae-woong. Dia berbalik untuk memaki si pencuci mobil – tapi tidak ada orang disana.

Dae-woong tidak bisa menghilangkan perasaan tidak nyaman ini, meskipun dia sudah bersikap seolah-olah dia sangat bahagia. Contohnya saja, dia memberitahu kakek karena Mi-ho pergi dengan keinginannya sendiri, dia tidak melakukan hal salah. Kakek kecewa mendengar berita itu sebab dia menghargai Mi-ho karena sudah mengubah Dae-woong menjadi pria dewasa.

Dae-woong mencoba untuk bersantai di kamarnya tapi dia terganggu oleh perasaan tidak enak ini yang dia tidak benar2 mengerti. Dia menggambarkan perasaan itu sebagai ‘kosong dan tidak nyaman.’ Tapi karena Dae-woong masih menyangkal kalau dia merindukan Mi-ho sebenarnya, jadi Dae-woong sangat dibuat bingung.

Hye-in sangat gembira karena Dae-woong datang saat dia menelpon. Dia menasehati Dae-woong untuk tidak terlibat dengan Mi-ho meski dia kembali. Hye-in senang mendengar jawaban Dae-woong yang mengatakan kalau dia tidak tahu kemana Mi-ho dan bagaimana menghubunginya.

Akan tetapi, senyum di wajah Hye-in hilang waktu dia mendengar Dae-woong berkata kalau Mi-ho kejam karena pergi tidak bilang2 dulu. Hye-in bertanya apakah Dae-woong sedih karena Mi-ho pergi. Dae-woong bersikeras kalau dia cemas tapi kadang2 dia tidak yakin.

Mi-ho telah menemukan caranya untuk pergi ke kampus dimana dia bersembunyi dari pandangan manusia dan mengosongkan mesin makanan. Sekarang dia sudah memiliki lagi manik2 serigalanya yang artinya kekuatan Mi-ho juga kembali. Ini juga berarti Mi-ho bisa berlari super kencang dan melayang-layang di udara yang pada dasarnya menakuit mahasiswa yang lewat di lorong.

Contohnya saja, seorang siswa (yang diperankan oleh UEE) sedang melukis di studio dan tidak memerhatikan sosok Mi-ho yang melayang di udara. Sebuah patung di pukul hingga jatuh yang menyebabkan cat merah bececeran di lantai dan membuat mahasiswa itu sesak nafas karena saking takutnya. Tujuan dari gangguan ini jelas ketika mahasiswa itu menikmati makan siangnya yang berupa burger dan mendapati potongan daging burgernya hilang.

Di luar, Mi-ho dengan gembira menguyah makanan hasil curian itu. Tapi ketika dia melihat sebuah sosok hebat mendekat – Dong-joo – Mi-ho kabur. Dong-joo berhasil menangkap Mi-ho dan sebuah tusukan berhasil membuat Mi-ho tidak sadar. Tidak hanya itu, tusukan itu juga membuat manik2 serigala keluar dari tubuh Mi-ho dan Dong-joo langsung mengambilnya.

Tidak sadar pada semua ini, Dae-woong pergi minum bersama teman2nya untuk merayakan peran yang dia dapatkan. Akan tetapi, senyum hilang dari wajah Dae-woong saat Byung-soo bertanya apakah Mi-ho tahu berita bagus ini. Mereka meminta Dae-woon untuk mengundangnya juga jadi Dae-woong menjawab dengan putus asa, “Sekalipun aku ingin, aku tidak bisa!”

Malam itu, Dae-woong mampir ke sekolah laga untuk mencari Mi-ho. Dia membawa beberapa bird an berharap Mi-ho mungkin kembali. Dia mencoba meyakinkan dirinya kalau dia senang Mi-ho tidak disini lalu duduk sendiri di luar untuk minum bir sambil bertanya-tanya apa yang membuat Mi-ho pergi. Dae-woong mulai menyanyi. Dia mengarang liriknya sendiri, “Mi-ho yang misterius, Mi-ho, Mi-ho… Temanku Mi-ho. Gumiho yang manis – gumiho yang menyeramkan. Hoi-hoi. Gumiho itu adalah temanku… hoi-hoi… Mi-ho adalah temanku yang menyeramkan.”

Dong-joo telah membawa Mi-ho ke apartemennya dimana dia menunjukkan dua botol kecil pada Mi-ho: yang satunya adalah manik2 Mi-ho dan yang lainnya adalah darah Dong-joo. Berlawanan dengan keyakinan Mi-ho, Dong-joo ternyata tidak ingin membunuhnya. Dong-joo hanya ingin mengambil manik2 Mi-ho untuk disimpan agar mencegah Mi-ho membuat masalah. Dong-joo menjeslakan kalau Mi-ho sudah meneror para siswa dan mencuri makanan mereka. Dong-joo berkata, “Tidakkan kau merasa malu?”

Dong-joo menebak kalau Dae-woong menolak permintaan Mi-ho untuk membantunya menjadi manusia. Mi-ho mengakui kalau dia bahkan tidak mendapatkan kesempatan untuk mengungkapkan hal itu. Mi-ho: “Dae-woong berkata kalau aku adalah temannya tapi dia pasti sangat membenciku karena menjadi gumiho. Dia memintaku untuk menghilang.”

Dong-joo bertanya apakah Mi-ho sudah menyerah untuk menjadi manusia. Mi-ho belum memutuskan. Dong-joo memberikan dua pilihan: manik2 serigala versus darahnya. Atau bisa dilihat dari cara lain: botol biru atau merah. Minum dari botol merah berarti memilih jalan manusia sebab darah Dong-joo punya kekuatan untuk membunuh sisi gumiho-nya Mi-ho. Jika Mi-ho mengambil botol merah maka Mi-ho meminta kembali manik2nya dan harus kembali ke kuil. Dong-joo memberikan waktu pada Mi-ho untuk berpikir. Dia bahkan mengijinkan Mi-ho tinggal di apartemennya untuk sementara waktu.

Dae-woong menandatangani kontrak filmnya dan membuat Dae-woong dilirik olah agen bakat. Dae-woong sedang gembira dan dia sudah kembali ke gayanya yang lama yaitu berfoya-foya. Dia tidak akan mendapatkan banyak uang dari film ini tapi dia menyebut gajinya sebagai ‘uang belanja’ dan yakin kakek akan membelikannya mobil baru.

Sebuah kejadian hampir tabrakan membuat Dae-woong harus kembali ke RS dengan luka ringan. Tapi dokter memberitahu Dae-woong kalau dia baru2 ini mendapat luka berat. Meski Dae-woong sudah sembuh tapi dokter menyarankan Dae-woong untuk berhati-hati karena tulangnya yang lemah.

Dae-woong senang karena disetujui untuk main dalam film – tapi ini film laga. Jika Dae-woong cedera selama proses ini maka mungkin dia tidak akan bisa berjalan lagi. Dae-woong ingin protes tapi itu adalah ramalan yang sangat mengerikan. Tidak sudi mundur dari film itu, Dae-woong bergumam kalau manik2 Mi-ho membuatnya tetap sehat dan sekarang dia sadar, “Aku ingin Mi-ho bersamaku.”

Dong-joo menonton sepakbola di tv dan mengatakan kalau permainan itu menjelaskan semua sifat manusia. Jadi Mi-ho bergabung untuk ikut ‘belajar’ bersamanya. Dong-joo berkata kalau sudah waktunya Piala Dunia, seluruh dunia melihat bola ditendang kesana kemari. Hal ini membuat Mi-ho tertawa sendiri dan berkata, “Wow, pasti mengerikan bila meledakkan bola itu.” Karena melihat ekspresi Dong-joo, Mi-ho menambahkan, “Aku tidak akan melakukannya.”

Acara tv berubah ke tayangan drama dan Mi-ho dibingungkan oleh jalan ceritanya, “Kenapa wanita tua itu tetap berteriak pada wanita muda itu?” Dong-joo menjelaskan, “Itu adalah seorang ibu dan menantunya. Hal seperti itulah yang mereka lakukan.” Ketika pasangan kekasih mulai bermesraan di layar, Dong-joo melihat ke Mi-ho (menunggu dia menanyakan hal itu). Mi-ho tersenyum dan berkata, “Aku tahu itu apa. Mereka sedang berpasangan.” Dong-joo batuk2 tidak nyaman dan mengganti channel tv-nya.

Program berikutnya mengingatkan Mi-ho kalau dia lapar dan dia mulai melempar tatapan ingin makan ke Dong-joo. Mi-ho merengek dengan sedih, “Aku ingin makan daging.” Sayangnya, Dong-joo kebal pada usaha Mi-ho untuk mempermainkannya. Mi-ho keluar untuk makan daging sapi dan membungkus sepuluh porsi. Dia tidak punya uang untuk membayar belanjaannya tapi dia berkata pada pemilik resto, “Karena aku makan seperti manusia jadi aku akan membayarnya seperti manusia.” Itu artinya, Mi-ho harus mencuci piring…

Mi-ho begitu cepat dan teliti hingga pemilik resto terkesan dan menawarinya pekerjaannya. Tapi Mi-ho menolaknya, sebab dia tidak siap menjalin hubungan atau masuk ke dalam sebuah persatuan. Sebagai gumiho, dia mungkin bisa hidup di dunia ini tapi tidak boleh berhubungan dengannya.

Setelah mendapatkan daging, waktunya mencari jus buah2an. Mi-ho berhadapan dengan mesin penjual makanan dan berkata, “Aku bisa saja menendangmu dan membuatmu mengeluarkan air berbuih itu tapi aku akan menyelesaikan ini seperti manusia.” Yang itu artinya Mi-ho harus mengangkat mesin itu dengan kekuatan supernya untuk mendapatkan koin yang ada di bagian bawah mesin itu.

Hasilnya? Mi-ho dilihat oleh dua gadis kecil yang memandang dengan kagum. Mi-ho memutuskan kalau dia harus menyelesaikan ini seperti manusia dan menyerahkan salah satu koinnya pada mereka. Dia cukup mengerti kalau menjadi manusia = membayar orang! Mi-ho bangga pada dirinya karena sudah mempraktekkan sikap manusia dengan sukses. Tapi ketika dia menatap botol yang berwarna merah, dia berkata kalau menjadi manusia yang sebenarnya akan lebih baik. Mi-ho memandangi keluarga dan pasangan yang ada di taman dan memutuskan kalau dia juga akan punya seseorang yang bersamanya, “Pasti akan menyenangkan kalau orang itu adalah Dae-woong.”

Dae-woong kembali ke loteng sekolah laga untuk mencari tanda keberadaan Mi-ho tapi yang bisa dia temukan hanyalah kupon ayam itu. Dengan kecewa, dia mendesah, “Gu Mi-ho, bagaimana bisa kau pergi seperti ini? Setelah aku memanggilmu temanku…” Kata itu – teman – memicu ingatan Dae-woong dan sekarang dia ingat permintaannya saat mabuk. Dengan kaget, Dae-woong menyadari kalau Mi-ho pergi karena dia yang memintanya.

Mengambil saran dari pelajaran filmnya, Min-sook bergaya beda dengan berpakaian serba hitam untuk mengundang Doo-hong makan siang. Sebuah langkah kaku membuat Min-sook terlempar ke sebuah patung… dan sebuah ciuman lipstick warna pink berbekas di pantat patung itu. Dengan liar, bibi berusaha menghapus tanda itu tepat pada saat itu, Doo-hong muncul. Min-sook berkata kalau dia bukan orang aneh yang berkeliaran menciumi pantat patung. Doo-hong melihat betapa malu Min-sook dan menawarkan untuk menyelesaikan masalah itu. Dia memindahkan plester dari lengannya dan menggunakannya untuk menutupi bekas lipstick bibi.

Ini membuat Min-sook berani untuk melakukan aksinya (mengajak makan siang) dan ketika dia menangkap kesan Doo-hong yang merasa kurang bagus, Min-sook mengatakan kalau dia menyukai hal yang tidak beraturan. Min-sook bukan Audrey Hepburn tapi dia itu tipe Angelina Jolie. Min-sook mengumpulkan keberanian dan mengundang Doo-hong untuk makan siang. Doo-hong bersikeras dan masih percaya kalau Min-sook sudah menikah. Dengan metafora perpisahan tentang bagaimana Angeline Jolie yang punya Brad Pitt dan dia tidak ingin menjalin cinta dengan wanita yang sudah berpasangan, dia pergi.

Dae-woong menemukan Doo-hong di kantornya untuk bertanya tentang jadwal syuting. Dia mencoba mencari cara apakah dia bisa syuitng adegannya terakhir jadi dia tidak perlu keluar. Melihat reaksi seram sang sutaradara, Dae-woong menarik pertanyaannya dan malah di suruh datang besok ke sekolah laga untuk ‘sesi latihan menghancurkan tulang.’

Doo-hong juga mengirim Dae-woong untuk menggosok lipstick dari patung dan menambahkan kalau bibi Dae-woong pasti malu jadi sebaiknya Dae-woong merahasiakan ini dari pamannya. Pada perkataan itu, Dae-woong menjadi bingung dan berkata kalau dia tidak punya paman; bibi Min-sook belum menikah. Ini membuat Doo-hong terhenyak. Dia dipukul oleh harapannya dan kekecewaannya karena sudah mengacaukan semuanya karena kesalahpahamannya. Sedangkan, Min-sook berkendara sambil menangis sebab dia sakit sudah ditolak.

Dae-woong masih mencoba untuk menemukan Mi-ho dan menelpon kuil untuk menanyakan apakah serigala yang hilang dari lukisan itu sudah muncul. Dae-woong juga ingat kalau Mi-ho pernah meninggalkan pesan voicemail untuknya dan menelpo nomer itu. Telpon itu dijawab oleh wanita pemilik restoran ayam itu, yang pernah diajak berkelahi oleh Mi-ho untuk memperebutkan sebuah kupon.

Mi-ho menemukan kupon kesepuluh dan membawanya kembali ke loteng sekolah laga, menambahkannya ke penyimpanan Dae-woong. Mi-ho menebak kalau Dae-woong tidak akan kembali lagi kesini. Dia berkata, “Aku benar2 merindukan Dae-woong.” Mi-ho jadi berpikir sendiri: “Aku bisa melihat sangat jauh dan mendengar sangat jelas, tapi karena aku tidak bisa melihat atau mendengarmu, kau pasti sangat jauh. Aku sudah hidup sangat lama hingga tidak tahu bagaimana waktu mengalir tapi setelah aku mengenalmu hatiku mulai memberitahukan tentang waktu. Sewaktu aku bersamamu, kau akan berpikir, ‘hanya sebentar saja’, padahal waktu berjalan sangat cepat. Tapi tanpamu, waktu berjalan begitu lambat karena aku berpikir, ‘aku merindukanmu.’ Kau tahu itu, Dae-woong? Rasanya hatiku seperti telah disihir olehmu dan menghitung waktu dengan sendirinya.”

Ketika Mi-ho memikirkan ini, Dae-woong sedang berlari kembali ke loteng sekolah laga soalnya dia sudah biacar dengan wanita di resto ayam itu. Saat Dae-woong sampai di lingkungan itu dan berlari ke tempat Mi-ho, tentu saja Mi-ho menangkap bau Dae-woong dan langsung kegirangan. Mi-ho berteriak, “Dae-woong datang padaku!”

Sangat mengagumkan bagaimana mereka terlihat bahagia ketika bertemu lagi. Dae-woong bisa saja mengarang alasan tapi kali ini dia benar2 bahagia. Mi-ho bertanya penuh harap, “Apa kau mencariku?” Mi-ho senang mendengar Dae-woong menjawab iya. Pertama-tama Dae-woong mengatakan kalau dia sangat sedih waktu Mi-ho pergi tapi Mi-ho justru mengatakan kalau Dae-woong sangat bahagia waktu dia pergi. Dae-woong mengakuinya. Dia memang gembira pada awalnya tapi hanya untuk sementara. Dae-woong mengatakan kalau dia merasa kosong setelah Mi-ho pergi.

Sebenarnya jelas sekali kalau Dae-woong berbohong. Dia hanya ingin memanfaatkan Mi-ho demi mendapatkan manik2 itu. Di sisi lain, Mi-ho juga memanfaatkan Dae-woong agar bisa menjadi manusia. Manik2 itu berada di tempat Dong-joo jadi Mi-ho harus kembali untuk mengambilnya. Selagi Mi-ho pergi, Dae-woong juga pulang ke rumahnya untuk mengemasi barang2nya sebab dia akan pindah lagi ke loteng sekolah laga.

Ada rasa aneh dalam wajah Dong-joo, Sang Pemburu Gumiho, ketika dia memasakkan daging untuk Mi-ho. Dong-joo vegetarian dan dia berkata pada diri sendiri kalau rasanya sudah lama sekali dia menunggu seseorang. Tapi senyum Dong-joo hilang waktu Mi-ho datang dan mengatakan kalau Dae-woong sudah kembali.

Kakek ketakutan mendapati Dae-woong pindah sebab ini untuk pertama kalinya dia pindah dengan keinginan untuk bekerja keras dan bukan untuk kabur dari masalah. Kakek meminta Min-sook untuk mengantar Dae-woong ke sekolah laga. Tapi Min-sook sedang mengobati harga dirinya yang terluka dan menolak. Dae-woong ingat kalau dia ada acara makan malam dengan Hye-in. Sebelum bertemu, Dae-woong pergi untuk membeli cincin sebab dia ingin sekali memperjelas suasana dan menyatakan keinginannya dengan Hye-in. Dae-woong berkata, “Ini hanya gaya Mi-ho.” Lalu dia memutuskan kalau sekarang dia sedang dalam mood baik dan membelinya.

Hye-in mendengar dari Sun-nyeo tentang masalah kesehatan Dae-woong dan menelpon dengan gelisah. Dae-woong menjamin kalau semuanya akan beres dan mencari-cari cincinnya untuk menyatakan cintanya. Akan tetapi, Hye-in terlalu terbawa emosi dan menangis kalau dia yang merekomendasikan Dae-woong pada agennya. Jika Dae-woong tidak bisa tampail dalam film itu, maka dia akan dianggap bodoh. Hye-in masih artis baru dan tidak boleh membuat orang lain berpikir kalau dia berbohong demi kepentingan pacarnya.

Dae-woong gentar. Dia mengatakan kalau dia akan menjamin Hye-in tidak dianggap berbohong demi kepentingannya atau dia dianggap sebagai pacarnya. Dae-woong meletakkan kembali cincinnya. Dia pulang ke rumah dengan mendesah, “Aku tidak bermaksud berbohong pada noona. Orang yang bermaksud aku bohongi adalah Mi-ho.”

Di rumah Dong-joo, Mi-ho telah membuat keputusan. Dia akan memilih botol berwarna merah: menjadi manusia. Dong-joo bertanya apa yang akan Mi-ho lakukan bila Dae-woong kabur bersama wanita lain dalam 100 dia harus menjaga manik2 serigala Mi-ho. Untuk pertanyaan ini, Mi-ho menjawab kalau dia percaya pada Dae-woong. Dong-joo mengatakan kalau wanita yang mirip Mi-ho juga menjawab seperti itu. Dong-joo: “Wanita itu ingin menjadi manusia dan mencintai seorang pria, tapi pada akhirnya dia dikhianati oleh pria itu dan menghilang tanpa jejak. Bisakah kau mati seperti itu, juga? Bisakah kau menahan kematian?”

Mi-ho mengangguk. Dong-joo menerima keputusan Mi-ho tapi memberikannya sebuah nasehat: jangan beritahu Dae-woong kalau dia sedang mencoba untuk menjadi manusia. Mi-ho harus menanamkan sedikit ketakutan dalam diri Dae-woong untuk mencegahnya kabur. Jadi ini dia instruksinya: ketika Mi-ho meminum darah Dong-joo, dia akan mulai mati secara perlahan. Tenaga gumiho Mi-ho akan menghilang secara perlahan sedangkan manik2 Mi-ho akan hidup di tubuh manusia selama 100 hari dan menyerap energinya. Saat Mi-ho menagih kembali manik2nya, Mi-ho akan menjadi manusia.

Dae-woong menunggu Mi-ho sambil memeluk kaki ayamnya. Dia menemukan Mi-ho di luar sedang menatapi manik2nya. Mi-ho mengatakan kalau dia ingin agar Dae-woong menjaga manik2nya lagi. Dae-woong segera setuju tapi Mi-ho memperingatkannya bahwa selagi Dae-woong memiliki manik2 Mi-ho maka dia tidak boleh pergi jauh. Dae-woong tidak bisa membagi energinya dengan wanita lain dan dia harus tinggal bersama Mi-ho selama 100 hari. Dae-woong juga tidak boleh berhenti di tengah jalan.

Sekarang semuanya membuat Dae-woong ngeri: 100 hari itu sangat lama! Mi-ho bahkan bukan pacarnya – itu bakal terlihat aneh. Solusinya terlihat mudah bagi Mi-ho: “Kalau begitu, aku akan menjadi pacarmu!” Ada sesuatu yang aneh saat Mi-ho mengatakan, “Dae-woong biarkan aku menjadi pacarmu…”

Dae-woong menolak dan masuk kembali ke dalam. Dia ketakutan pada pikiran menjadi pacar seorang gumiho. Reaksi Dae-woong memberitahu Mi-ho kalau dia belum siap. Mi-ho juga sadar kalau Dae-woong tidak akan melakukannya. Mi-ho berkata pada Dae-woong, “Aku akan pergi. Aku akan kembali ke tempat seharusnya aku berada. Jika aku pergi kali ini, aku tidak akan mampu keluar ke dunia lagi. Aku tidak akan datang padamu lagi.”

Berhadapan dengan masalah hebat lagi, Dae-woong merasakan sedikit rasa sakit – itu artinya dia tidak akan bisa melihat Mi-ho lagi? Dan Mi-ho akan pergi sekarang? Dae-woong berkata kalau Mi-ho menyalahartikan satu hal – dia berbohong pada Mi-ho. Alasan kenapa dia mencari Mi-ho adalah karena manik2 Mi-ho bukan karena Mi-ho, “Masih bisakah kau memberikanku manik2mu?”

Mi-ho mengangguk, tapi dengan cara yang aneh dan itu tetap membuat Dae-woong tidak nyaman. Dae-woong berujar, “Tidakkah kau merasa sedih?” Mi-ho menjawab kalau meskipun akan lebih manis bila Dae-woong memerlukannya, manik2 Mi-ho masih satu bagian dengannya. Plus, jika Dae-woong begitu memerlukan manik2 Mi-ho, Dae-woong tidak akan meninggalkannya selagi memiliki manik2 itu.

Dengan setengah enggan, Dae-woong menjawab kalau itu hanya 100 hari dan setuju untuk melakukannya. Mi-ho bertanya dengan girang, “Kalau begitu, sekarang aku pacarmu?” Dae-woong masih merasa buruk tentang semua ini dan berkata dengan tidak puas kalau semua ini salah. Dae-woong kembali ke dalam rumah dan membuat Mi-ho berpikir kalau Dae-woong membatalkan semuanya. Tapi Dae-woong tidak membatalkannya dan kembali sambil membawa cincinnya.

Dae-woong berkata pada Mi-ho, “Karena aku manusia, maka aku akan melakukannya dengan cara manusia. Gu Mi-ho, tolong jadilah pacarku.” Setelah itu, Dae-woong menyelipkan cincin itu ke jari Mi-ho dimana Mi-ho menerimanya dengan girang.

Faktanya, Mi-ho sangat gembira hingga ekornya menyembul keluar! Tapi!!!!! Dong-joo menambahkan sesuatu pada saat ini. Dong-joo bergumam, “Kematian paling menyakitkan bagi manusia bukanlah kematiannya sendiri tapi kematian orang yang dincintai.”

Ketika Dae-woong dan Mi-ho minum dari botol yang mereka hormati, Dong-joo mengungkapkan satu hal lagi yang Mi-ho tidak ketahui: yaitu setelah 100 hari berakhir, ketika manusia menyerahkan manik2 pada gumiho, kematian yang harus dihadapi oleh gumiho yang telah menjadi manusia bukanlah kemtiannya sendiri tapi… kematian Dae-woong!