Silahkan Mencari !!!

Info!!!

kelanjutan fan fiction & recap drama semua ada di blog q yang baru
fanfic : www.ff-lovers86.blogspot.com
recap : www.korea-recaps86.blogspot.com
terima kasih...

Sabtu, 28 Agustus 2010

Jejoongwon (Episode 8)

Salah seorang warga memegangi tangan Hwang Jung, sementara warga yang lain mengangkat tongkat penumbuk padi dan memukulkan penumbuk tersebut ke tangan Hwang Jung.

Di saat yang hampir bersamaan, istri si pasien mencubit puting si pasien. Pasien tersebut bangun dan berteriak, "Aghhhh!!"

Tangan Hwang Jung terluka. Ia menatap tangannya yang sepertinya patah.

Dokter Allen keluar dan berlari mendekati Hwang. "Tuan Hwang!" serunya cemas. "Tanganmu patah! Ayo masuk ke dalam!"

Dokter Allen memerban tangan Hwang Jung. "Kau hampir kehilangan tanganmu." katanya.

"Kami minta maaf karena ia terlambat bangun." kata istri pasien.

"Maafkan aku." kata pasien. "Kalau sedang tidur, aku pasti tidur sangat nyenyak."

"Seharusnya aku memberi obat bius sedikit saja." kata Allen. "Itu tidak ada hubungannya dengan kebiasaan tidurmu."

Tiba-tiba terdengar suara tembakan. Allen dan Hwang Jung keluar.

Di luar, Do Yang sedang mengancam para warga dengan pistolnya. Warga merunduk ketakutan.

Gwak melihat tangan Hwang Jung dengan cemas. "Bisa-bisanya kalian melakukan ini!" katanya.

"Kita tidak bisa membiarkan ini!" teriak Mong Chong.

"Maafkan kami! Kami sungguh minta maaf!" kata warga, ketakutan.

"Kalian semua akan dilaporkan pada polisi dan dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku!" ancam Do Yang.

"Maafkan kami, Tuan! Maafkan kami!"

"Tidak akan pernah!" kata Do Yang marah.

"Tolong maafkan mereka." kata Hwang Jung. "Aku tidak apa-apa."

"Ini bukan hanya tentang kau!" kata Do Yang, tetap mengarahkan pistolnya pada warga.

Hwang Jung maju untuk menahan Do Yang. "Kita sudah berhasil mengobati pasien. Itu sudah cukup."

"Dia benar." kata Allen setuju. "Ayo kita kembali."

Do Yang menyerah dan menurunkan pistolnya.

Hwang Jung yang lainnya berjalan kembali ke Jejoongwon.

Di perjalanan, Do Yang berkata pada Hwang Jung, jika tangan Hwang Jung tidak sembuh, maka ia tidak akan bisa menjadi seorang dokter.

Hwang Jung melihat tangannya dengan sedih.

Ayah Hwang Jung, Ma Dang Gae, saat itu juga sedang melewati jalan yang sama. Kebiasaan rakyat yang kedudukannya rendah, seperti tukang jagal, mereka tidak berani/tidak diizinkan melihat langsung pada para bangsawan.

Melihat para bangsawan lewat, Ma Dang Gae menunduk dipinggir jalan.

"Tanganku akan baik-baik saja." Ma Dang Gae mendengar suara seseorang yang mirip sekali dengan suara putranya, So Geun Gae/Hwang Jung.

Setelah bangsawan tersebut lewat, Ma Dang Gae, menoleh dan hanya bisa melihat Hwang Jung dari belakang.

Sesampainya di Jejoongwon, Allen mengobati tangan Hwang Jung dengan gips dan perban.

"Jika kau membuka perbannya terlalu cepat, mungkin kau akan kehilangan tanganmu selamanya." Dokter Allen memperingatkan.

"Aku mengerti." kata Hwang Jung.

Dari luar, Gwak memanggil Allen dan Hwang Jung, mengatakan bahwa para warga datang.

Allen dan Hwang Jung cemas.

"Tutup gerbangnya!" seru Allen, memerintahkan Gwak. "Mereka akan melempar batu!"

"Cepat tutup gerbangnya!" seru Hwang Jung.

Mereka berlari menuju depan untuk menutup gerbang. Tiba-tiba seekor ayam melompat ke arah mereka.

"Tangkap ayam itu!" teriak seorang wanita. Wanita itu adalah istri pasien yang terkena fistula dubur.

Mong Chong mengejar si ayam dan menangkapnya. "Apakah kau mengejar ayam sampai kemari?" tanyanya.

Istri pasien membungkuk memberi hormat. "Pakailah ayam itu untuk membuat sup." katanya. "Dan yang lainnya..."

Banyak warga masuk ke Jejoongwon dan membawa hadiah.

"Terima kasih telah menyelamatkan nyawanya. Terimalah ini." kata salah seorang warga.

"Bagimana tanganmu? Kami sangat minta maaf. Ini untukmu." kata warga yang lain.

Masalah ini akhirnya berakhir dengan sangat baik. Warga mulai percaya pada Jejoongwon dan pasien berdatangan ke sana.

Min Young Ik melaporkan pada Raja bahwa Jejoongwon sudah penuh dengan pasien. Raja menyarankan agar mereka mendidik beberapa murid untuk menjadi dokter. Murid-murid itu akan bisa membantu Jejoongwon dan membangun Jejoongwon-Jejoongwon yang baru.

Watanabe dan Duta Besar Jepang sangat tidak suka mendengar berita tersebut.

Duta Besar Jepang memerintahkan Watanabe melakukan sesuatu untuk menghancurkan Jejoongwon.

Pengumuman tersebar ke seluruh penjuru kota. Isi pengumuman tersebut adalah pengadaan ujian masuk Jejoongwon sebagai murid kedokteran.

Seok Ran membaca pengumuman tersebut. Ia menabrak seorang pria dan menjatuhkan papan nama pria tersebut.

"Hwang... Jung?" gumam Seok Ran, mengambil papan nama dari tanah.

Dengan angkuh, pria itu mengambil kembali papan namanya. Ia adalah Hwang Jung asli, yang datang bersama pelayannya, Lee Gwak yang asli.

Seok Ran berpikir. Nama pria tadi sama dengan nama Tuan Hwang.

Mak Saeng mengatakan bahwa nama Hwang Jung adalah nama yang umum dan banyak digunakan.

Seok Ran berkunjung ke Jejoongwon. Saat itu, Allen dan Hwang Jung sedang sibuk mengurus pasien.

Seok Ran mengintip.

Di dalam ruangan, Allen dan Hwang Jung sedang mengobati seorang pria. Pria itu memasukkan tangannya ke dalam kerongkongan dan menarik sesuatu yang panjang seperti ular.

"Ini ular putih, bukan?" tanya pria itu.

Allen melihat dengan pandangan aneh. "Tuan Hwang, kotak sampah."

"Ya." jawab Hwang Jung seraya mengambil kotak sampah untuk membuang si ular.

"Itu cacing gelang." Allen menjelaskan pada pria itu.

"Itu parasit." kata Seok Ran, jijik dan ingin muntah.

Hwang Jung melarang Seok Ran melihat, kemudian menutup pintu.

Seok Ran keluar. Ia bertanya pada Mong Chong mengenai tangan Hwang Jung. Mong Chong menjelaskan segalanya. Seok Ran sangat khawatir.

Di dalam, Allen memberikan obat cacing pada si pria. "Besok, cacing gelangnya akan keluar." kata Allen, tersenyum. "Katakan padaku berapa banyak yang keluar."

"Kau tidak ingin aku membawanya?" tanya si pria polos.

"Tentu saja tidak!" jawab Allen cepat. "Jangan."

Allen dan Hwang Jung keluar untuk menemui Seok Ran. Mereka mengatakan bahwa ada satu pasien wanita yang dirawat di sana karena meminum racun. Wanita itu tidak mau dirawat oleh dokter pria, karena itulah Allen membutuhkan bantuan Seok Ran.

Seok Ran masuk ke kemar pasien wanita. Seok Ran sangat terkejut melihat bahwa pasien tersebut adalah Seung Yeon, teman Seok Ran. Mereka pernah belajar bersama sebagai penerjemah bahasa Inggris. Wajah Seung Yeon lebam terkena pukul.

Allen meminta tolong Seok Ran untuk memegang stetoskop, sementara Allen mendengarkan dari luar ruangan.

"Suaminya memukulnya karena membaca buku?" tanya Seok Ran pada pelayan Seung Yeon.

"Tuan selalu gagal dalam ujian." kata pelayan Seung Yeon. "Sedangkan nyonya bisa membaca buku dalam bahasa Inggris dan Cina.

"Apa salahnya dengan membaca?" tanya Seok Ran dengan mata berkaca-kaca. "apakau itu adalah kejahatan? Bahkan Raja mengatakan bahwa wanita harus mendapat pendidikan. Kau sangat pintar."

Tiba-tiba terdengar suara seorang pria marah-marah, mencari seseorang.

Seung Yeon ketakutan, pria itu adalah suaminya.

Hwang Jung menahan suami Seung Yeon, namun suami Seung Yeon mendorongnya dengan kasar.

"Ampuni aku!" kata Seung Yeon ketakutan.

"Jangan lakukan ini!" seru Seok Ran, melindungi Seung Yeon.

"Kau adalah putri penerjemah juga kan?" tanya suami Seung Yeon pada Seok Ran. "Seorang wanita tidak boleh mendapat pendidikan!"

"Apakau kau merasa terhormat dengan memukuli wanita?" tanya Seok Ran. "Beginikah keluarga bangsawan mendidik putra-putra mereka?"

Suami Seung Yeon menampar Seok Ran. Hwang Jung maju dan memukul suami Seung Yeon.

Seung Yeon dan suaminya pergi.

Allen menawarkan Seok Ran untuk menjadi perawat wanita di Jejoongwon. Ia juga memberitahu Hwang Jung agar tidak ikut campur dalam urusan pribadi pasien dan jangan pernah menggunakan kekerasan di rumah sakit.

Seok Ran pulang ke rumah. Di sana, Do Yang sudah menunggunya.

Do Yang menjatuhkan beberapa gambar Sungai Mississipi. Sejak kecil, Seok Ran ingin sekali pergi ke sana.

Do Yang berkata bahwa ia ingin meninggalkan Korea. Ia menunjukkan sebuah visa yang disetujui oleh kedutaan Amerika. "Aku ingin pergi ke Amerika untuk belajar kedokteran." katanya. "Maukah kau ikut denganku? Aku juga sudah menyiapkan visa untukmu. Kita bisa menikah sebelum pergi."

"Apakah kau ingat kenapa aku ingin mengunjungi Sungai Mississipi?" tanya Seok Ran. "Bukan karena aku ingin melihat seperti apa sungai itu, melainkan aku ingin mengetahui kondisi ekonomi disana dan bagaimana para warga bergantung pada sungai itu. Karena itulah aku ingin melihatnya. Kau tidak ingat kan? Aku yakin kau tidak ingat. Kau tidak pernah mendengarkan aku sekalipun. Kau hanya butuh seseorang yang mau mendengarkanmu."

"Kau salah paham, Seok Ran." kata Do yang. "Setelah kematian ibuku, aku sendirian. Hanya kau yang mau mendengarkan aku."

Benar." kata Seok Ran, meneteskan air mata. "Tapi kau dan aku bukan lagi anak kecil. Jika kau memang mengenal aku, kau tidak akan melakukan hal semacam ini."

Seok Ran meninggalkan Do Yang.

Do Yang memutuskan tidak jadi pergi ke Amerika dan ingin berlajar di Jejoongwon. Ia menyarankan pada Young Shik agar mengangkat seseorang sebagai pengurus administrasi Jejoongwon dan menawarkan dua orang kandidat yang baik menurutnya.

Kedua kandidat tersebut adalah mantan gurunya, Oh Choong Hwan dan pamannya, Baek Kyu Hyun. Dua orang yang sangat menyebalkan.

Dalam perekrutan murid kedokteran Jejoongwon, Choong Hwan meminta Allen tidak ikut campur dalam proses perekrutan. Ia juga meminta Hwang Jung mengikuti ujian tersebut dengan formal. Choong Hwan tidak percaya pada kemampuan yang dimiliki Hwang Jung. Jika Hwang Jung gagal, maka ia tidak akan bisa lagi menjadi asisten Dokter Allen.

Dokter Allen protes, namun Choong Hwan tetap bersikeras.

Mendadak, kamus bahasa Inggris yang dijual dipasaran habis karena para pelajar berbondong-bondong membeli kamus untuk mempersiapkan ujian.

Hwang Jung bingung. Apa yang bisa ia lakukan agar bisa mempelajari bahasa Inggris?

Hwang Jung akhirnya punya ide. Ia datang ke rumah Seok Ran untuk meminjam kamus dan belajar bahasa Inggris.

Seok Ran mengajarkan Hwang Jung huruf A, B C, dan seterusnya dalam huruf latin dan mengajarkan bahasa Inggris mudah untuknya.

Hwang Jung kagum pada Seok Ran.

"Kau bisa bahasa Inggris dan tahu banyak soal kedokteran barat." kata Hwang Jung memuji. "Jika kau mengikuti ujian masuk kedokteran ini, kau mungkin akan menduduki peringkat pertama."

Seok Ran tertawa. "Aku senang mendengar yang kau katakan. Tapi itu tidak akan mungkin terjadi." Karena perempuan dilarang ikut serta.

Di kamar, Hwang Jung belajar, Gwak mendengarkan.

"Kau harus menjadi dokter."kata Gwak. "Dengan begitu kau akan bisa membantu orang seperti ibumu, yang sakit namun tidak memiliki yang. Aku ingin kau menjadi dokter yang hebat. Jika kau lulus, ayo kita mengunjungi makam ibumu. Kita sudah lama tidak ke sana."

Hwang Jung mendengarkan dengan sedih.

Seok Ran mengetahui kalau Do Yang tidak jadi pergi ke Amerika. Ia datang menemui Do Yang dan memberikan stetopskop padanya. Seok Ran menjelaskan bahwa ia ragu untuk menikah karena kejadian yang dialami temannya, Seung Yeon, yang mengalami kekerasan rumah tangga. Do Yang mengerti dan meminta Seok Ran agar tidak membiarkan orang lain mempengaruhi hubungan mereka.

Do Yang mencoba stetoskop yang diberikan Seok Ran.

"Aku yakin kau akan mendapatkan peringkat tertinggi." kata Seok Ran. Ia tiba-tiba tertawa sendiri. "Seseorang mengatakan hal yang lucu padaku. Ia bilang, jika aku ikut ujian, aku pasti akan mendapatkan peringkat tertinggi."

"Peringkat tertinggi?" gumam Do Yang. "Sepertinya ia sedang mengejekmu. Aku juga berpikir bahwa kau memenuhi kualifikasi untuk mengikuti ujian. Tapi, berkata bahwa kau akan mendapatkan peringkat tertinggi? Kedengarannya seperti ejekan bagiku. Seorang wanita tidak akan bisa mengikuti ujian."

Seok Ran merasa terpukul mendengar ucapan Do Yang. Ia berpikir.

Dalam perjalanan pulang, Seok Ran mampir untuk mendaftarkan sepupunya ikut ujian kedokteran. Mulanya, petugas tidak mengizinkan Seok Ran mendaftarkan orang lain, namun Hwang Jung membantunya dengan menunjukkan kartu Min Young Ik. Petugas itu akhirnya setuju.

Beberapa saat kemudian, Hwang Jung yang asli ingin mendaftar ujian. Petugas mengatakan bahwa ia sudah terdaftar sebelumnya.

Malamnya, beberapa polisi menangkap Hwang Jung dengan tuduhan melakukan kekerasan pada suami Seung Yeon. Mereka memasukkannya ke penjara.

Dokter Allen dan Gwak hendak menolong, namun para polisi menahan mereka.

Keesokkan harinya adalah hari diadakan ujian. Hwang Jung masih berada di dalam penjara.

"Aku harus ikkut ujian!" teriak Hwang Jung. "Aku harus menjadi seorang dokter!"

Di depan tempat pelaksanaan ujian, orang-orang sudah siap melakukan ujian.

Kim Don, pihak Jepang yang sebelumnya menyebarkan desas-desus, juga ikut ujian karena diperintahkan oleh Watanabe. Ia harus lulus ujian dan membuat Jejoongwon hancur dari dalam.

Di sana, juga ada Seok Ran, yang menyamar menjadi seorang laki-laki.

Hwang Jung akhirnya dibebaskan dengan bantuan Seung Yeon.

Dokter Allen sangat lega melihat Hwang Jung dan memeluknya. Si Allen nih sukanya pelak-peluk mulu. Hehehe...

Hwang Jung bergegas berlari untuk mengikuti ujian.

"Kau boleh masuk." kata penjaga pada Hwang Jung ketika ia menunjukkan tanda masuknya.

Hwang Jung berlari masuk.

"Hwang Jung!" panggil seseorang dari belakang.

Hwang Jung menoleh dan melihat Hwang Jung yang asli dan pelayannya, Gwak, berdiri di hadapannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar