Silahkan Mencari !!!

Info!!!

kelanjutan fan fiction & recap drama semua ada di blog q yang baru
fanfic : www.ff-lovers86.blogspot.com
recap : www.korea-recaps86.blogspot.com
terima kasih...

Rabu, 11 Agustus 2010

Kerikil-Kerikil Cinta


Title : Kerikil-Kerikil Cinta
Author : Sweety Qliquers
Genre : Romance, Friendship
Production : www.korea-lovers86.blogspot.com
Production Date : 10 Agustus 2010, 04.42 PM
Cast :
Kim So Eun
Kim Bum (Yong Hwa’s Bestfriend)
Jung Yong Hwa (So Eun’s Boyfriend)



Kerikil-Kerikil Cinta
Created By Sweety Qliquers

Kim So Eun dan Jung Yong Hwa tertegun di depan pintu, saat tiba-tiba saja seisi ruangan menghentikan aktivitasnya main band dan menatap tajam ke arah mereka berdua. Dengan kikuk Kim So Eun mencoba tersenyum dan segera duduk di kursi yang tersedia di sudut ruangan. Kim Bum langsung mengambil gitar yang tergeletak di samping Kristen Stewart.

“Kenapa berhenti? Kalian marah karena aku datang terlambat? Kita bisa mulai lagi kan?”

Kim Bum mulai memetik gitar dan memainkan intro sebuah lagu. Saat sadar teman-teman yang lain tidak mengimbangi permainannya. Kim Bum hanya tersenyum kecil. Ia paham mereka pasti kecewa karena dia datang terlambat.

“Dua jam, Kim Bum. Kau terlambat dua jam!! Aku kecewa denganmu. Demi seorang wanita kau mengorbankan waktu latihan kita! Sejak bersama Kim So Eun kau mengesampingkan grup band kita. Dan kau seenaknya saja bilang terlambat!” celetuk Jung Yong Hwa panjang lebar dengan nada sinis.

Kim So Eun terkejut mendengar ucapan Jung Yong Hwa yang tidak ia sangka. Robert Pattinson, Kristen Stewart, dan Zac Efron yang berada di ruangan itu juga tampak terkejut mendengarnya. Wajah Kim Bum merah padam, sedetik kemudian ia meletakkan gitarnya dan meninggalkan studio latihan. Anak-anak yang lain segera keluar menyusul. Kim So Eun masih terpaku di tempatnya.

***


Jung Yong Hwa terlihat memainkan stick drum-nya tanpa ekspresi sedikit pun. Seolah-olah apa yang baru saja dikatakannya, sama sekali tidak membuat telinga merah. Kim So Eun merasa kecewa sekali dengan ucapan Jung Yong Hwa tadi. Tidak seharusnya Jung Yong Hwa mempermalukan Kim Bum di hadapan anak-anak. Seharusnya pria itu bisa memahami bagaimana perasaannya Kim Bum, tidak asal bicara. Jung Yong Hwa masih tidak bergeming. Menatapnya sekilas pun tidak ia lakukan. Dan itu sungguh membuat Kim So Eun merasa tertekan. Jung Yong Hwa tersenyum getir. Ia menghentikan aktivitasnya memainkan drum.

“Kau mengakhawatirkan perasaan Kim Bum kan? Lalu bagaimana dengan perasaanku, Kim So Eun? Pernah tidak kau pikirkan walaupun hanya sedikit?” tuntut Jung Yong Hwa membuat Kim So Eun tak mampu mengatakan sepatah kata pun. Kim So Eun menarik nafas perlahan. Seharusnya Jung Yong Hwa bisa memahami posisinya bukan malah menyudutkannya. Namun apa yang dilakukannya?

“Kau tidak bisa begitu saja menjadikanku sebagai sampah. Saat merasa bimbang kau bisa membuangku, tapi begitu kau meginginkanku, kau coba untuk meraihnya lagi!”

Kim So Eun tak mampu menahan beban di hatinya selama tiga bulan ini. Hingga tercurahlah kata-kata itu. Kata-kata yang selama ini tak pernah ingin ia sampaikan pada Jung Yong Hwa. Kim So Eun beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar ruangan.

“Aku tidak pernah menjadikanmu sampah di hatiku,” ucap Jung Yong Hwa membuat langkah Kim So Eun terhenti. Ucapan itu begitu lirih, namun Kim So Eun mampu mendengarnya. Jung Yong Hwa merasa semakin terluka, saat tanpa bicara Kim So Eun kembali meneruskan langkahnya, meninggalkannya dalam kebimbangan.

***

Kim So Eun merasa gelisah sekali malam ini, dan itu karena semua kata-kata Jung Yong Hwa padanya tadi siang.

Jung Yong Hwa telah berubah, sama sekali berubah! Salahkah dirinya bila sekarang ini lebih mementingkan keberadaan Kim Bum daripada Jung Yong Hwa? Salahkah dirinya, bila cinta itu datang begitu saja tanpa ia mampu mengelak?.

Jung Yong Hwa berdiri tepat di depan Kim So Eun. Kim So Eun melihat sekeliling ruangan. Ia memang paling terakhir pulang saat bel sudah berbunyi 10 menit yang lalu.

“Kenapa? Kau takut Kim Bum memergoki kita?” sinis Jung Yong Hwa memaksa Kim So Eun menatap tajam cowok itu, tepat di retina matanya. Cinta itu masihkah memberi warna pada mata elangnya?

“Aku hanya tidak ingin Kim Bum punya prasangka buruk dengan kita!” tukas Kim So Eun cepat.

“Aku janji tak akan lama,” ucap Jung Yong Hwa akhirnya. Kim So Eun kembali duduk di bangkunya.

“Seberapa jauh hubungan kalian tiga bulan ini?” tanya Jung Yong Hwa menyelidik, membuat Kim So Eun mengerutkan keningnya. Ia jadi bingung dengan pertanyaan Jung Yong Hwa.

Pertanyaan itu seolah-olah Jung Yong Hwa ingin menghakiminya.

“Bukankah kau sendiri yang menyuruhku untuk mendekati Kim Bum? Membantunya untuk lepas dari drugs!”

“Tapi aku tidak menyuruhmu untuk jatuh cinta dengannya!” balas Jung Yong Hwa sinis membuat Kim So Eun terkejut dengan nada bicara Jung Yong Hwa yang naik satu oktaf lebih tinggi. Dijawab juga percuma! Kim So Eun meraih tasnya dan beranjak pergi. Tapi langkah itu terhenti seketika, saat sesosok tubuh atletis berdiri di ambang pintu dengan tatap penuh tanda tanya.

***


“Apa yang sebenarnya pernah terjadi di antara kalian? Sepertinya aku berhak mencari tahu, kan?” tanya Kim Bum. Kim So Eun membalikkan badannya menghadap Jung Yong Hwa. Matanya penuh harap menatap Jung Yong Hwa. Berharap Jung Yong Hwa tidak mengatakan apa-apa pada Kim Bum, tentang apa yang terjadi di antara mereka.

“Jung Yong Hwa, Kau sahabatku dan Kim So Eun adalah cintaku. Kalian berdua punya kedudukan penting dalam kehidupanku. Aku menyayangi kalian,” Kim Bum masih mencoba mencari tahu. Tanpa kata Jung Yong Hwa beranjak meninggalkan ruangan tanpa memedulikan pertanyaan yang dilontarkan Kim Bum. Kim Bum menatap punggung Jung Yong Hwa dengan tanda tanya di hatinya. Kini tatapnya berganti ke arah Kim So Eun. Gadis itu hanya mampu menunduk tanpa mengatakan apa-apa.

“Tolong jangan tatap aku seperti itu, Kim Bum. Aku tahu aku salah. Jangan membuatku semakin merasa bersalah,” ucap Kim So Eun getir.

***

Jangan pernah melepaskan orang yang telah membawa perubahan besar dalam hidupmu dan kau tahu, Kim So Eun? Kaulah orang itu, kaulah dewi itu. Dan aku takkan pernah melepasmu. Setetes airmata membasahi kedua pipi Kim So Eun saat mengingat ucapan Kim Bum, 3 bulan yang lalu. Saat itu Kim Bum baru saja sembuh dari ketergantungannya pada drugs. Lima bulan yang lalu Kim Bum benar-benar sosok yang rapuh. Dan suatu hari Jung Yong Hwa memintanya untuk mendekati Kim Bum, memberi perhatian dan kasih sayang. Tapi dalam usaha menjauhkan Kim Bum dari drugs tidak disangka cinta akan datang menyusup di hatinya.

Padahal saat itu dia sedang menjalin cinta dengan Jung Yong Hwa. Memang hubungannya dengan Jung Yong Hwa, tidak ada satu pun teman mereka yang tahu. Awal mula Jung Yong Hwa memintanya untuk mendekati Kim Bum, Kim So Eun sempat menolak. Tapi Jung Yong Hwa terus memaksa dengan alasan Kim Bum sahabatnya dan ia tidak ingin Kim Bum semakin terjerumus. Dengan keyakinannya, Jung Yong Hwa memastikan Kim Bum pasti akan meninggalkan drugs setelah mendapat perhatian yang tulus dari Kim So Eun.

Dan Jung Yong Hwa memang benar, Kim Bum berhasil meninggalkan dunia drugs dan cintanya pada Kim So Eun yang jadi pemacunya. Kalau mau jujur, pesona Kim Bum memang mampu membuat cinta Kim So Eun berpaling dari Jung Yong Hwa. Dan salahkah dirinya bila cintanya pada Jung Yong Hwa sudah luntur saat dia memutuskan untuk mendampingi Kim Bum?

***


“Kim Bum kenapa kau lakukan ini?” Kim So Eun masih mencoba mencari tahu. Kim Bum tersenyum getir, menatap gadis yang kini duduk di sampingnya. Betapa berat melepas gadis itu, bagaimanapun juga Kim So Eun sangat berarti dalam kehidupannya. Gadis itu membawa perubahan besar dalam hidupnya. Dan kini haruskah ia lepas? Dia memang salah memasuki ruang di antara mereka berdua. Dia menjadi penghalang bagi cinta Kim So Eun dan Jung Yong Hwa.

Sungguh Kim Bum takkan pernah sanggup, menjadi benalu pada pohon yang telah memberinya tempat untuk hidup. Dan dia telah memutuskan untuk pergi dari sisi Kim So Eun, walaupun itu akan terasa pahit bagi hati dan pikirannya.

Tapi harus bagaimana lagi? Ia tak ingin melukai perasaan Jung Yong Hwa, walaupun besar rasa cintanya pada Kim So Eun.

“Ini tidak adil! Aku tulus mencintaimu! Aku memang pernah punya kenangan bersama Jung Yong Hwa. Tapi itu sudah menjadi bagian dari masa lalu!” tegas Kim So Eun memberi keyakinan.

“Benarkah? Lalu apakah aku pantas disebut sebagai sahabat? Bahagia dengan cintaku, sementara hati sahabatku terluka? Apa kata orang nanti?” ucap Kim Bum tapi hanya dalam hati. Ia tidak ingin semakin melukai Kim So Eun. Walaupun hatinya sekarang ini benar-benar terpuruk.

Kini Kim Bum telah meninggalkan mereka berdua menempuh jalannya sendiri. Tapi mengapa Kim So Eun belum mampu melupakan Kim Bum? Dan Jung Yong Hwa tak pernah mendapatkan jawaban dari pertanyaan yang menyelubungi hatinya.

“Tidak bisakah kita renda kembali tali kasih cinta kita?” tanya Jung Yong Hwa penuh asa. Kim So Eun menggeleng lemah.

Perlahan kepalanya terangkat dan matanya menatap Jung Yong Hwa pedih.

“Aku tidak bisa lagi mencintaimu. Cinta itu entah kapan telah berlalu dari hatiku.”

“Tapi kalian juga tidak mungkin bersama lagi! Kim Bum telah meninggalkanmu, tidakkah itu cukup sebagai alasan agar kau melupakan dia?”

“Tidak peduli dia ada di mana, aku akan tetap menunggunya. Aku yakin dia akan berlabuh di hatiku.”

Pedih! Itu yang dirasakan Jung Yong Hwa saat dengan tegas Kim So Eun mengucapkan semua itu. Jika memang itu keputusan Kim So Eun, berhakkah dia melarangnya?

Cinta datang tanpa diminta pergi pun tanpa kita tahu. Walau jalan cinta penuh dengan kerikil-kerikil tajam, tapi banyak yang berhasil melaluinya. Dan Jung Yong Hwa punya harapan yang begitu besar. Berharap suatu saat nanti, Kim So Eun mampu menghilangkan kerikil-kerikil tajam itu untuk mendapatkan cinta sejatinya.


TAMAT

Tidak ada komentar:

Posting Komentar